HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bupati Sintang,H.Jarot Winarno, Serahkan Bantuan Rumah Swadaya Untuk  Warga Miskin Desa Air Nyuruk

By On Agustus 23, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Bupati sintang Jarot Winarno,di dampingi kepala dinas perumahan rakyat kabupaten
sintang zulkarnaen menyerahkan bantuan rumah swadaya untuk warga miskin desa air
nyuruk kecamatan ketungau hilir ( 23/08/2019)
Bupati sintang menyampaikan di depan warga desa air nyuruk yang pada siang itu
yang tengah berkumpul di depan balai desa air nyuruk,pembangunan atau bantuan rumah
swadaya untuk warga miskin ini merupakan progam pemerintah untuk membantu warga
miskin yang ada di setiap desa agar memiliki rumah yang layak huni.program ini pada
dasarnya sebagai pendorong bagi warga miskin agar dapat memperbaiki rumahnya yang
rusak ,baik rusak ringan maupun rusak berat sehinga menjadi rumah layak huni “kata Jarot”
Dengan bantuan seperti ini kata jarot,diharapkan kepada masyarakat secara bersama – sama bisa turut membantu dan bahu membahu dalam memperbaiki rumah warga miskin,baik
dalam bentuk material bangunan,dana, tenaga dan lain sebagainya.”Jelas Jarot” dengan kata
lain pembangunan atau bantuan rumah swadaya ini juga dapat menumbuhkan budaya gotong
royong bagi warga desa air nyuruk agar kembali kuat,sesuai dengan tema hari kemerdekaan
tahun ini yakni SDM unggul warga desa air nyuruk maju “Tutur Jarot”
Dalam kesempatan itu juga selaku kepala dinas perumahan rakyat (perkim)
zulkarnaen.dalam sambutannya dalam bantuan rumah swadaya ini di sesuaikan dengan
kerusakan setiap ruma,jika rusak ringan mendapat bantuan sebesar Rp 6 – 7,5 juta atau
dengan sebutan bantuan peninkatan kualitas (PK) sementara jika rumah rusak berat akan di
berikan bantuan sebesar Rp 15 juta – 17 juta rupiah per unit atau disebut dengan
pembangunan baru ( PB)
Bantuan rumah swadaya untuk desa Air Nyuruk kecamatan ketungau hilir ini ada
sebanyak 43 warga yang berhak menerima bantuan berbentuk material.”kata zulkarnen”
Dalam kesempatan itu juga H. Zulkarnain mengatakan untuk kecamatan ketungau
hilir ini sudah ada beberapa desa yang sudah mendapat kan bantuan untuk rumah swadaya
bagi warga miskin untuk desa kenuak sebanyak 42 warga,desa semareh sebanyak 62
warga,dan desa telaga kecamatan binjai 45 warga,bantuan ini dari pemerintah pusatdengan
mengunakan dana DAK APIRMASI tahun 2019, tentu bantuan seperti ini tidak sembarangan
kita kucur kan dan harus melalui proses yang panjang dan sesuai dengan peruntukan bagi
masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan dalam katagori miskin dan melalui data
yang ada dari desa tersebut “Jelas zulkarnain”
“Saya selaku kepala dinas perumahan rakyat juga atas nama pemerintah daerah
kabupaten sintang mengajak kita semua mari kita sama- sama menjaga dan memelihara apa
yang telah di berikan pemerintah kepada kita, ”hal ini menunjukan bukti nyata pemerintah
hadir di tengah –tengah kita dalam penyedian hunian yang layak bagi masyarakat miskin
yang diharapkan mampu meningkatakan kualitas hidup layak dan sehat” tutur zulkarnain”(Red)

Sertijab Wakapolda Kalbar

By On Agustus 21, 2019

  
PONTIANAK,Kalbar,Polri melakukan rotasi kepemimpinan ditingkat Perwira tinggi. Salah satunya Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Berdasarkan surat telegram Kapolri Nomor ST/2023/VIII/Kep/2019, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Sri Handayani MH  yang menjabat sebagai Wakapolda Kalbar ditugaskan menjadi Karo Watpers As Sdm Polri dan yang menggantikannya Brigadir Jenderal Polisi Drs. Imam Sugianto M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Karo Binops Sops Polri. Serah terima jabatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono SH MH pada Kamis, (22/8) bertempat di Balai Kemitraan Polda Kalbar.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Drs Didi Haryono DH MH dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan ini mengatakan bahwa, mutasi jabatan di lingkungan Polri adalah hal yang biasa, baik berbentuk penyegaraan ataupun reward terhadap anggota Polri.

Kapolda mengatakan bahwa Brigjen Pol Sri Handayani yang bertugas kurang lebih 1 tahun di Polda Kalbar menunjukan dedikasi, loyalitas dan kedisiplinannya. 

“Tentunya kami mengucapakan terimakasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada Wakapolda lama, Brigjen Pol Sri Handayani atas segala dedikasinya selama di Polda Kalbar. Beliau sangat aktif dalam kegiatan kegiatan keagamanan dan komunitas. Semua pasti dapat merasakan kedekatannya,” ucap Irjen Pol Didi Haryon
Selain itu, Jenderal bintang dua ini juga mendoakan agar Brigjen Pol Sri Handayani lancar pada proses seleksi yang sekarang dilaksanakannya yaitu Capim KPK.
Untuk Brigjen Pol Imam Sugianto, Kapolda Kalbar mengharapkan untuk menunjang apa yang selama ini sudah berjalan dan harus memberikan warna baru dalam menjalankan tugas di Polda Kalbar.

Selain Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakapolda Kalbar, dalam kesempatan ini bersamaan juga dilakukan serah terima jabatan Kapolresta Pontianak Kota, dari Kombes Pol Muhamad Nasir kepada, AKBP Ade Ary Syam Indradi.

Sumber: Polda Kalbar
Editor: W 86

Asisten Sekda Sintang,Hendri Harahap, Membuka Stekholder Meeting Perpustakaan Daerah

By On Agustus 21, 2019

Sintang,www.warta86.com-Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Bidang Perekonomian dan pembangunan, Hendri Harahap membuka acara stakeholder meeting tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di aula CU Keling Kumang Sintang, Kamis (22/08/2019).

"perpustakaan ditetapkan sebagai sebuah kewajiban untuk keberadaannya di setiap wilayah," kata Hendri. "perpustakaan itu juga adalah kunci untuk mendokumentasikan dalam bentuk arsip segala kegiatan pembangunan yang ada di Sintang ini," tambahnya. 

Hendri mengatakan perpustakaan dan kearsipan haruslah bersinergi dinas Kearsipan di tingkat yang lebih tinggi. Tranformasi ini untuk memperkuat sumber daya manusia melalui perpustakaan dan kearsipan.

Perpustakaan merupakan kunci akses pengetahuan ditengah masyarakat. Itu sebabnya keberadaannya menjadi penting hingga ke desa-desa.

"Pengetahuan yang mudah diakses akan meningkatkan kualitas manusia kita," kata Hendri. "Pengetahuan yang baik akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan dapat mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan," paparnya lagi. 

Upaya transformasi ini meliputi akses literasi yang baik ke masyarakat. Selain itu juga meningkatkan layanan untuk akademis dan literasi budaya. Pelayanan pengetahuan dan informasi ini diarahkan pada era digital.

Iwan Setiadi selaku kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Sintang mengatakan, kegiatan ini melibatkan banyak pihak. Ada perwakilan OPD, instansi vertikal dan kepala desa di lingkungan kabupaten Sintang. 

Kegiatan ini mereka bagian dari proses revitalisasi perpustakaan. Kegiatan ini juga mau meningkatkan literasi. 

"Perpustakaan itukan pusat belajar masyarakat," kata Iwan. "Kita mau perpustakaan menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," tambahnya. 

Kegiatan ini juga menghadirkan mitra perpustakaan dari Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini juga melibatkan komunitas pegiat literasi yang ada di kabupaten Sintang.

Turut hadir dalam acara ini, sejumlah perwakilan dari OPD di lingkungan pemerintah kabupaten Sintang. Publish:W86

Tuah Mangasih ,Melalui Rapat  Paripurna Sampaikan Beberapa Poin Penting Terkait Pembangunan Yang Harus Menjadi Prioritas Pemkab Sintang

By On Agustus 19, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Dalam Sidang Paripurna penyampaian pandangan Umum Fraksi-Fraksi ,pada selasa,20,2019 ,bertempat di ruang sidang DPRD Kabupaten Sintang

"Fraksi PDI P ,melalui Tuah Mangasih ,Se,Msi ,selaku Juru bicara menyampaikan pandangan Umum Fraksi PDI P

Hadir dalam kegiatan Rapat Paripurna kali ini  Sekretaris Daerah sekretaris DPRD para asisten Kepala Badan Kepala Dinas Kepala Kantor pimpinan BUMN BUMD dan para wartawan Media Cetak ,Elektronik,Radio  dan online

Mengawali penyampaian pandangan umum fraksi PDI Perjuangan,Tuah Mangasih ,dalam penyampaiannya mengatakan  marilah kita memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan karunia-nya lah pada hari ini kita masih diberikan kesehatan sehingga dapat hadir dalam rapat paripurna ke-13 masa persidangan 2 dalam rangka pencapaian pandangan umum fraksi terhadap penyampaian nota keuangan dan Rancangan peraturan Daerah Kabupaten Sintang nomor 4 tahun 2018 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2019

 Melalui  Juru bicara PDI P ,mengatakan kami dari Fraksi PDI perjuangan DPRD Kabupaten Sintang mengucapkan terima kasih kepada pimpinan  yang telah memberikan kesempatan kepada fraksi PDIP Perjuangan untuk menyampaikan pandangan umumnya juga mengucapkan terima kasih kepada saudara Bupati Sintang yang telah menyampaikan pidato nota keuangan dan Rancangan peraturan Daerah tentang perubahan Anggaran dan belanja Daerah Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2019 hari ke 12 masa persidangan pada tanggal 19 Agustus 2019 yang lalu tuturnya

 " Dan hari ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2019 pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Perda perubahan APBD serta prioritas anggaran perubahan APBD yang telah disepakati antara Kepala Daerah dan DPRD serta peraturan DPRD Kabupaten Sintang nomor 1 tahun 2018 yang memberikan ketegasan bahwa salah satu fungsi DPRD adalah anggaran yaitu melalui Anggaran Pemerintah Daerah untuk menyusun dan menetapkan APBD,tutur juru bicara Fraksi PDI P Sintanh

Tuah Mangasih ,menambahkan, sidang dewan dan hadirin yang saya hormati Setelah mempelajari pidato penyampaian Nota keuangan dan Daerah Kabupaten Sintang tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2019 dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saya berpendapat bahwa perubahan Anggaran pendapatan dan belanja Daerah terlihat dengan adanya peningkatan sebesar 1, 49% maka fraksi PDI Perjuangan memberikan respon positif terhadap peningkatan ini ,akan tetapi kami dari Fraksi PDI perjuangan juga berpendapat bahwa pemerintah harus bisa mencari kebijakan yang tepat kebijakan yang strategis dan juga diharapkan agar program-program yang ada dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat yang semakin baik ,dengan demikian untuk terus membawa masyarakat yang semakin maju maka tujuan peningkatan ini dipandang perlu untuk dibahas dalam rapat kerja selanjutnya ,

Juru bicara Fraksi PDI P ,Tuah Mangasih juga berharap mengingat musim kemarau yang sudah berlangsung panjang maka fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Bupati Sintang agar memberikan himbauan kepada Masyarakat akan bahaya kebakaran lahan dan terkait adanya kekosongan Jabatan di tingkat OPD ,kepada Bupati Sintang  agar secepatnya menujuk dan mengisi posisi kepala dinas yang kosong dengan orang yang benar-benar mengerti dan memahami serta disiplin yang sesuai dengan tugas tersebut Jangan hanya oleh kedekatan Semata ,Tutunya

Yang ke empat supaya bisa membuat perencanaan pembangunan saluran drainase dari arah Sukamaju menuju Sungai masuka Sintang air sepanjang Sukamaju begitu besar dan seringkali merendam rumah penduduk yang ada di sekitar wilayah tersebut maka fraksi PDI perjuangan berpendapat bahwa hal ini merupakan masalah yang sangat serius dan harus segera direspon dengan demikian juga saluran air sekitar hutan Wisata Baning Kota dan Desa Sungai Ana juga harus dapat perhatian dari pemerintah, dalam kesempatan ini Tuah Mangasih , juga mengucapkan terima kasih atas respon Pemerintah terhadap  dibangunnya drainase di sekitar pasar dan seputar pasar Sungai Durian ,Pungkas Juru Bicara PDI P ,Tuah Mangasih,Se,Msi (parli)


Bupati Sintang Besarta Wakil ,Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembanguan Rusun Seminaria Santo Yohanees Maria Vianney

By On Agustus 19, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH bersama Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang, hari ini (19/08/2019). Rumah Susun Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang ini nantinya akan menampung 168 orang mahasiswa yang akan dididik di Seminari tersebut.

 “Dua rusun sudah diresmikan, rusun ini untuk asrama mahasiswa dan asrama siswa seminari, tujuannya memberi suasana belajar mengajar yang lebih baik dan dengan proses belajar mengajar yang baik ini akhirnya akan melahirkan iman-imam baru yang berkualitas yang bisa melayani umat Katolik dan mewujudkan masyarakat Sintang yang religius” ungkap Jarot pada kesempatan itu.

“Dukungan Pemerintah yaitu percepatan perizinan, akses jalan masuk dan kalau disini mereka minta pagarnya. Pemerintah pasti mendukung” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Lasarus mengatakan adapun maksud dan tujuan proyek Pembangunan Rumah Susun Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang yaitu kebutuhan akan rumah susun tersebut karena keterbatasan asrama dan juga merupakan usulan dari Seminari. “Tentu tantangan ini berat bagi mereka, dampaknya hanya sedikit yang menjadi imam, selama 25 tahun hanya menghasilkan 20 orang imam”. Ungkap Lasarus.

“Hadirnya tempat ini tentu menjadi jalan keluar, harapan kita banyak imam yang dicetak dari sini, dibimbing dari awal dan sampai benar-benar menjadi imam. Tentu ini baik bagi perkembangan umat Katolik yang kekurangan imam saat ini” sambungnya.

Direktur Rumah Susun, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Ir. M. Hidayat, MM., pada kesempatan itu mengatakan bahwa kelembagaan pendidikan beragama dan berasrama menjadi  perhatian Pemerintah seperti pondok pesantren dan seminari. “Selama ini mereka belajar dalam kondisi asrama yang desak-desakan dan tidak layak. Kedepannya, Pemerintah tidak lagi menginginkan asrama yang kumuh. Jadi, harus bersih, kuat, dan fasilitasnya terpenuhi” sambungnya.

“Sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI yang ke 74, kita mulai membangun Sumber Daya Manusia yang unggul sehingga menuju Sintang yang  lebih maju kedepan.  Ini merupakan faktor pendorong yang luar biasa buat untuk meningkatkan SDM baik di bidang pendidikan khususnya pendidikan seminari” ungkap Askiman pada kesempatan itu.

Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin O.F.M. Cap  mengharapkan dengan adanya Rumah Susun Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang ini, pada akhirnya bisa melaksanakan pendidikan yang terpadu.

Pada kesempatan itu pula Uskup Sintang mengungkapkan bahwa jumlah Imam saat ini sangat terbatas untuk melayani seluruh umat Katolik di Sintang yang wilayahnya luas. Ia berharap kelak semakin banyak anak muda Katolik yang ingin menjadi Imam dan dididik Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang.

Turut hadir pada kegiatan ini Direktur Rumah Susun, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Ir. M. Hidayat, MM., Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Lasarus, S.Sos., M.Si., Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin O.F.M. Cap, unsur Forkopimda dan unsur OPD Kabupaten Sintang.(Ted)

Bupati Sintang Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan GMII Bukit Zaitun Sintang

By On Agustus 19, 2019

Sintang,www.warta86.com-Bupati Sintang, Jarot Winarno melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Misi Injil Indonesia (GMII) Bukit Zaitun, yang terletak di Dusun Sungai Sawak, Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian,Kabupaten Sintang, pada hari Senin, (19/8/2019). 

Turut mendampingi Bupati Sintang dalam kegiatan tersebut ialah Wakil Bupati Sintang, Askiman, Anggota DPR-RI Lasarus, Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward, Kapolres Sintang AKBP. Adhe Hariadi, Komandan Kodim 1205 Sintang, Letkol.Inf. Rachmat Basuki, Kepala BPN Sintang. 

Dalam sambutannya Bupati Sintang, masih dalam suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Jarot Winarno mengatakan bahwa persatuan dan kesatuan tetap dijaga, “inilah hakikat kemerdekaan, hakikat persatuan dan kesatuan, secara historis cara kita beribadah itu berbeda-beda, tetapi seusatu tersebut harus sama-sama kita hargai, sama-sama kita hormati, kita ingin membuat jemaat dan umat masing-masing lebih bermartabat dan saling menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan”, kata Jarot. 

Masih kata Jarot bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang selalu memberikan perhatian terhadap kegiatan keagamaan di Kabupaten Sintang, “kami dari Pemerintah Kabupaten Sintang seluruh komponen bangsa yang dipedalaman maupun dikota, dari seluruh komponen suku bangsa dan agama kita berikan perhatian yang sama, pada hari ini gilirannya dari GMII Bukit Zaitun untuk menikmati bantuan dari kita yang tidak seberapa ini”, ucap Jarot.

Jarot menginginkan dengan hari ini dilakukan peletakan batu pertama pembangunan, maka bangunan pokoknya bisa selesai pada Natal 2019, “saya sudah lihat sketsanya, gambar bentuk bangunannya, saya pikir bisa lah pada perayaan Natal 2019 bangunan hidupnya sudah bisa selesai”, tambahnya. 

Kedepan, sambung Jarot, setelah rumah ibadah selesai dibangun, pihak GMII menjadikan gereja sebagai tempat pembinaan dan pengembangan ekonomi umat, “kedepannya setelah tempat ibadah kita sudah bagus dan selesai, tidak hanya saja dimanfaatkan untuk beribadah, tetapi kami berkeinginan tempat ibadah ini juga bisa menjadi tempat pembinaan bagi anak-anak untuk menghadapi tantangan zaman sekarang, serta yang paling penting adalah untuk menggerakkan ekonomi dari jemaat dan umat GMII ini”, sambungnya. 

Kemudian, Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan, Pendeta Ramidi Saragih menjelaskan ukuran dan biaya dalam pembangunan gedung Gereja Misi Injili Indonesia Bukit Zaitun, “bahwa kami akan membangun gereja dengan ukuran panjang 30 x 16 meter dengan estimasi biaya sebesar 4,5 Milyar, dan saat ini Pemerintah Kabupaten Sintang telah mengucurkan dana hibah sebesar 2 Milyar untuk pembangunan awal gedung GMII Bukit Zaitun ini”, kata Pendeta Ramidi. 

Pendeta Ramidi memberikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, “saya ucapkan terimakasih kepada Pemda Sintang karena dapat memperhatikan gereja kami ini, sehingga dapat terlaksana pembangunan dan hari ini kita lakukan peletakan batu pertama pembangunannya serta tanpa dorongan dari Pemerintah Kabupaten Sintang yang sudah  memberikan dana hibah sebesar 2 Milyar kami haturkan terimakasih”, ucapnya. 

“dengan adanya pembangunan gereja GMII yang baru ini, kami dari gereja berharap pelayanan GMII Bukit Zaitun akan menjadi luas, dan kami juga akan menjadi mitra Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dalam rangka mencerdaskan bangsa khususnya dibidang keagamaan pada jemaat GMII di wilayah ini”, harap Ketua Panitia Pelaksana. 

Sementara itu, Ketua Umum Sinode GMII, Pendeta Jesias F. Palandi menjelaskan usia dari gedung GMII lama yang saat ini digunakan untuk kegiatan, “tepat hari ini ditanggal yang sama, 34 tahun yang lalu Gereja GMII ini berdiri, dan hari ini juga ditempat yang sama, kita memulai pembangunan gedung gereja yang baru, tentunya ini menjadi wujud nyata dalam pembangunan gereja yang baru”, kata Pendeta Jesias

Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward yang juga anggota GMII memberikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Sintang atas bantuan pembangunan gedung baru GMII, “saya ini sebenarnya anggota GMII, jadi saya ucapkan terimakasih kepada Pemda Sintang yang telah peduli terhadap pembangunan keagamaan, tidak hanya rohani saja, tetapi dari segi sarana dan prasarana terus dibangun, ini yang saya apresiasi, kedepannya bagi jemaat, apa yang diberikan oleh Pemda agar dapat digunakan dan dijaga dengan sebaik-baiknya”, ujar Jeffray.(Red)

Dalam Rangka HUT RI Ke-74 ,Bendera Merah Putih Raksasa , Berkibar di Puncak Bukit Kelam

By On Agustus 18, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Sejarah mencatat untuk pertama kalinya di Kabupaten Sintang, bendera merah putih berhasil membentang dipuncak Bukit Kelam dengan ukuran 180x48 meter dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019, pembentangan bendera merah putih raksasa di puncak Bukit Kelam tersebut ditandai dengan pemencetan tombol sirine oleh Bupati Sintang, yang dilaksanakan di halaman Kantor Camat Kelam Permai, pada hari Minggu, (18/8/2019). 


Tepat pukul 15.37 WIB Sang Saka Merah Putih yang berukuran 180 x 48 Meter dengan berat mencapai 500 kilogram berhasil dibentangkan oleh tim pendaki sebanyak 48 orang. setelah melalui proses selama 4 jam 37 menit yang dimulai dari pukul 11.00 WIB.

Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada panitia dan tim pendaki yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, “ini merupakan kreasi anak bangsa dan bentuk partisipasi multipihak yang luar biasa, karena pembentangan bendera raksasa ini tidaklah mudah, saya apresiasikan luar biasa, untuk semua yang terkait dalam kegiatan ini”, kata Jarot.

Menurut Jarot, kegiatan pembentangan bendera merah putih raksasa di puncak Bukit Kelam Sintang merupakan aksi cinta tanah air, “aksi tersebut juga untuk menambah rasa kecintaan kepada Indonesia, terutama rasa patriotisme dan rasa cinta tanah air, dan Pemkab Sintang mendukung sepenuhnya yang ditujukan untuk Indonesia”, tambahnya. 

Kemudian, dalam Konferensi Pers Bupati Sintang menambahkan bahwa pembentangan bendera merah putih raksasa di puncak Bukit Kelam Sintang merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan rasa merdeka, “bermacam-macam orang mengekspresikan rasa merdeka, dipedalaman-pedalaman mereka mengadakan lomba makan kerupuk, ada juga ekspedisi merah putih yang dilakukan oleh TNBBR yang membentangkan merah putih di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya diatas puncak, dan salah satunya lagi adalah disini dikelam permai ini kita menyaksikan pembentangan bendera merah putih raksasa yang dimana ini salah satu cara untuk mengkespresikan rasa merdeka kita”, ujarnya. 

Jarot mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena hal ini merupakan sarana promosi Bukit Kelam, “hari ini sangat luar biasa,  ini adalah pengibaran bendera raksasa di Bukit Kelam, perlu diketahui bahwa Bukit Kelam di Sintang merupakan ikon dan branding nya Sintang, dan merupakan Bukit terbesar di Dunia, dan ini juga merupakan atas inisiatif Ketua DPRD, BIN, dan jajaran Forkopimda Sintang untuk membentangkan bendera raksasa”, tuturnya. 

“pesan kita adalah dari Kelam untuk Indonesia, dari Kelam untuk Dunia, karena batu terbesar di Dunia itu ada di Sintang, sehingga untuk mengekspresikan rasa kemerdekaan kita, dilaksanakanlah pembentangan bendera raksasa ini, mudah-mudahan pesan ini dapat diambil hikmah oleh masyarakat Indonesia dan dunia agar tahu apa itu Bukit Kelam”, pesan Jarot. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, yang juga selaku Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward menjelaskan bentangan bendera merah putih raksasa di puncak Bukit Kelam, “pengibaran bendera merah putih raksasa itu ukurannya 180x48 meter, dengan berat sekitar 500 kilogram, dimana ketinggian Bukit Kelam ini kurang lebih 900 meter diatas permukaan laut dengan kemiringan 15 sampai 45 derajat”, kata Jeffray. 

Masih kata Jeffray, menjelaskan asal usul bendera yang dibentangkan diatas puncak Bukit Kelam, “jadi awalnya, bendera itu bentuknya roll, yang dipesan dari Bandung sebanyak 64 roll dengan ukuran total 180x48 meter, kemudian dikirim dari Bandung ke Pontianak menggunakan kapal, dijemput langsung menggunakan pick up dan dibawa ke Sintang, setelah itu dijahit di Eks Bandar Udara Susilo Sintang, yang pengerjaannya membutuhkan berhari-hari, dan melipat bendera yang sudah jadi membutuhkan teknik khusus untuk mempermudah saat membentangkan di tebing serta mempermudah untuk membawa saat naik ke atas Bukit Kelam”, jelasnya. 

Jeffray melanjutkan laporannya, bahwa peserta yang ikut berpartisipasi dalam pembentangan bendera merah putih raksasa sebanyak 48 orang, “pesertanya itu ada dari Vertical Rescue Indonesia Bandung sebanyak 3 orang, pendaki dari Malaysia 1 orang bernama Nabila, Anggota Yonif 642 Kapuas Sintang sebanyak 8 orang, Anggota Brimob sebanyak 2 orang, Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Kapuas 18 orang, dari Basarnas sebanyak 3 orang, kemudian dari Media atau Jurnalis ada 9 orang, masyarakat sekitar Merpak ada 4 orang, sehingga keseluruhannya 48 orang”, ucapnya.(Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *