Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Desa Kubangan Tompek Demo Di Gedung DPRD Dan Kantor Bupati Meminta Keadilan Lahan Kebun Sawit

By On Agustus 04, 2026


Www.Warta86.com,-Panyabungan, - Puluhan masyarakat desa Kubangan Tompek dan Pandan Sari Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar aksi damai di Gedung DPRD dan Kantor Bupati Madina untuk menyampaikan 4 tuntutan perampasan kebun sawit pribadi menjadi pertambahan Plasma, Selasa (04/08/2026).


Masyarakat yang tiba di gedung DPRD Madina menyampaikan keluh kesah persoalan kebun sawit mereka di jadikan kebun plasma Koperasi Tegala Tujuh kepada Anggota DPRD Madina Komisi II yang tak kunjung selesai.


Tercatat sekitar 45 pemilik kebun kelapa sawit pribadi yang telah di kelola, tanami, pupuk dan rawat serta di panen, hasil dari kebun ini juga sudah kami gunakan untuk keperluan anak dan istri di rumah.


Namun harapan kami telah sirna setelah koperadi Telaga Tujuh menyatakan kebun sawit kami dijadikan sebagai plasma desa Kubangan Tompek dan Pandan Sari.


Pihak dari Koperasi Talaga Tujuh menjadikan lahan kami menjadi lahan Plasma karena kekurangan lahan mereka, ungkap Rusdan warga desa Kubangan Tompek.



Dihadapan Komisi II dan Asisten I saat menggelar aksi damai di Gedung DPRD dan Kantor Bupati mereka menyampaikan 4 tuntutan, masyarakat mendesak pejabat instansi terkait agar mencari solusi terbaik atas lahan masyarakat yang mau disita untuk kekerungan lahan plasma desa Kubangan Tompek.


Dan meminta kepada Pemerintah untuk memperiksa kebenaran keterangan koperasi Telaga Tujuh yang menyatakan kekerungan lahan Plasma, serta meminta instansi pemerintah memastikan kepemilikan plasma Kubangan Tompek hingga luasan lahan dan dipublikasikan ke publik.


Masyarakat meminta koperasi Telaga Tujuh 

agar transparansi dalam soal keuangan kebun plasma tentang biaya keluar dan hasil perkebunan plasma dan publikasi kepada peserta pemilik plasma serta masyarakat desa Kubangan Tompek.


Dalam aksi di dua tempat tersebut, DPRD Madina dan Pemerintah Daerah berjanji akan berkoordinasi dengan instansi dan pimpinan DPRD Madina agar dapat di tindak lanjuti tuntutan masyarakat.


serta berkomitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat, dan mendorong penyelesaian permasalahan secara objektif dan transparan, sesuai dengan peraturan perundang undangan. (Magrifatulloh).

 Bupati Sintang Terima Audiensi Masyarakat Desa Baung Sengatap, Adukan Masalah Dengan Investor Perkebunan

By On Agustus 04, 2026


Www.Warta86.com,-Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menerima ratusan masyarakat Dusun Pedadang Hulu dan Dusun Tanjung Semunti Desa Baung Sengatap Kecamatan Ketungau Hilir di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Bupati Sintang didampingi Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, Wakil Ketua DPRD Sintang Yohanes Rumpak, Kaban Kesbangpol Abdul Syufriadi, dan OPD terkait. 

Muryadi Kepala Desa Baung Sengatap menceritakan kronologis permasalahan yang terjadi di Desa Baung Sengatap.

"perusahaan datang 1998. Ada kesepakatan antar masyarakat, kepala desa dan pihak perusahaan seperti masyarakat mendapatkan plasma, pembangunan rumah ukuran 4 x 6 meter dan fasilitas umum lainnya. Semua tidak terlaksana. Lalu perusahaan yang sekarang merupakan pergantian pemilik yang keempat. PT SNIP ini terakhir yang memiliki perkebunan di wilayah kami" terang Muryadi

"dari 1998, plasma tidak pernah diberikan kepada masyarakat. Masyarakat sudah 2 tahun ini berjuang menuntut haknya. Ada kebun yang seharusnya plasma, tapi sudah atas nama perusahaan lain. Kebun plasma itu yang dituntut masyarakat supaya diserahkan kepada masyarakat " terang Muryadi

“kondisi sekarang, perusahaan menjadi kaya, masyarakat menjadi miskin. Ada juga perlakuan tidak baik dari perusahaan kepada masyarakat yang bekerja di perusahaan tersebut. Kami berharap Pemkab Sintang membantu menyelesaikan masalah antara masyarakat dengan perusahaan, seharusnya perusahaan jadi kaya, masyarakat jadi sejahtera” terang Muryadi 

Mendengarkan aspirasi masyarakat Desa Baung Sengatap, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala terus memperdalam data dan informasi dari aspirasi yang disampaikan.

“kita akan melakukan konfirmasi dengan pihak perusahaan. Ada aturan setiap 6 bulan sekali, perusahaan harus melaporkan perkembangan kebun plasma kepada Bupati. Pemda Sintang sudah mendengarkan aspirasi masyarakat, akan kami komunikasikan dengan perusahaan. Kami mengutamakan mediasi untuk menyelesaikan masalah ini. Kita akan sesuaikan dengan aturan yang ada” terang Gregorius H Bala

“saya berdiri ditengah-tengah dan berupaya mencari solusi win-win solution bagi masyarakat dan perusahaan. Kita juga minta perusahaan mencabut laporan di Polres Sintang” tegas Gregorius H Bala

Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menyampaikan bahwa sudah beberapa kali diskusi untuk menyelesaikan masalah ini namun belum menemukan solusi yang tepat. 

“saya mendorong agar kita menatap ke depan, pembicaraan terkait pola kemitraan melalui kebun plasma tetap dilanjutkan. Pihak perusahaan menawarkan pola 8:2, tetapi masyarakat mengusulkan pola plasma 6:4. Namun sesuai aturan, pola kemitraan di Sintang harus pola 7:3. Kalau masyarakat setuju pola 7:3, kami siap bantu” terang Florensius Ronny.

“kami akan melaksanakan rapat antara Pemkab Sintang, masyarakat dan perusahaan. Nanti akan dipimpin langsung oleh Bupati Sintang. Kami berusaha keberadaan kami memberikan manfaat bagi masyarakat” terang Florensius Ronny

Red W86

 Dituding Takut Copot Kades GD Diduga Pemain Tambang Ilegal, Marwah Bupati Madina Dipertaruhkan!

By On Agustus 03, 2026


Www Warta86.com,-Panyabungan 

Marwah dan wibawa kepemimpinan Saifullah Nasution selaku Bupati Mandailing Natal (Madina) saat ini sedang dipertaruhkan dan berada di titik nadir. Pasalnya, publik menilai Bupati terkesan pasif dan tidak berani dalam membersihkan internal pemerintahannya sendiri termasuk melakukan pencopotan terhadap sejumlah oknum Kepala Desa yang terlihat dalam aktivitas illegal PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin). 


Sejumlah aktivis dan elemen masyarakat Mandailing Natal (Madina) kembali melayangkan kritik keras terhadap Bupati Madina, Saifullah Nasution. 


"Bupati jangan terkesan lamban, plin-plan, inkonsisten, dan  "kehilangan nyali" dalam menindak aparaturnya sendiri yang diduga kuat terlibat dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Wibawa dan marwah Bupati saat ini sedang diuji publik. Apakah bupati berani bertindak tegas menegakkan regulasi atau tetap setia melindungi oknum Kepala Desa berkedok mafia tambang? tegas Ketua AMP2K (Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemantau Kebijakan Pemerintah) Pajarur Rohman Nasution dalam keterangan pers di Panyabungan (04/08) 


Pajar menyebut, sorotan tajam publik telah lama tertuju pada sosok Kepala Desa Singengu Julu berinisial GD. Meski bukti keterlibatannya dalam bisnis tambang ilegal di Kotanopan sudah menjadi rahasia umum, hingga kini Bupati Madina terkesan takut melakukan penonaktifan atau pencopotan jabatan.


"Sikap Bupati sangat kontras dan terkesan membangkang isi surat instruksinya sendiri. Buat apa menerbitkan surat penghentian PETI di 16 kecamatan kalau hanya jadi tertawaan para pelaku tambang dan jadi 'macan kertas'? Bahkan penindakan terhadap aparatur bawahannya sendiri pun sama sekali nol," tegas Pajar yang alumni Pasca Sarjana UIN Suska Riau ini. 


Dia menambahkan bahwa keterlibatan GD bukan lagi sekadar rumor. Nama oknum Kades tersebut telah terekspose resmi dalam rilis Tim Pemprov Sumut saat penertiban PETI di Kotanopan. Bahkan, foto dokumentasi saat GD digerebek dan diberikan teguran keras oleh Kadis ESDM dan Kadis LHK Sumut telah menyebar luas. Kasus tindak pidana kejahatan lingkungan yang menyeret oknum Kades GD pun sedang bergulir ke Polres Madina buntut pelaporan resmi sejumlah aktivis. 


"Mau bukti akurat apalagi? Kalau Bupati belum percaya, silahkan tanya Ibu Wakil Bupati Atika yang berasal dari Kotanopan. Siapa pemain tambang di sana? Pasti nama GD muncul. Bahkan lokasi tambang GD pun diduga berada dekat rumah Ibu Wakil. Atau silakan Bupati turun langsung wawancara ke lapangan," tegasnya.


Jika Bupati terus pasif, masyarakat menilai wajar jika muncul asumsi liar bahwa Pemkab Madina diduga melakukan pembiaran, melindungi mafia tambang, atau bahkan menerima aliran dana gratifikasi upeti di balik PETI dari para bohir hitam penambang liar.


"Lucu dan miris sekali, seorang kepala daerah sekelas Bupati ternyata tidak punya nyali di hadapan bawahannya sendiri. Dunia mungkin sudah terbalik. Jika tidak ada tindakan tegas, kami memastikan akan melakukan "pressure" turun ke jalan dan melaporkan kasus ini ke instansi yang lebih tinggi" tegas Pajar.


Hal senada, Direktur The Madina Green Institute (TMGI) Ridwandi Nasution menyatakan surat Bupati tentang penghentian PETI dan pembentukan Satgas Forkopimda Madina hanya jadi "bahan lelucon" bagi pelaku tambang karna hanya berbentuk komestik formalitas dan tidak punya daya tekan pendobrak. Hal ini dibuktikan, aktivitas penambangan liar masih tetap eksis beroperasi normal di Kotanopan, Ulu Pungkut, Lingga Bayu, Batang Natal, Ranto Baek, Sinunukan, Batahan, Muara Batang Gadis, Natal, Hutabargot dan Naga Juang. 


"Jangankan modal surat yang dianggap ecek-ecek. Bahkan bila razia dilakukan hari ini, malamnya mereka sudah beroperasi lagi. Lebih parah, wibawa kepala daerah dan aparat penegak hukum dianggap sebelah mata oleh pelaku tambang" tegasnya. 


Sikap Bupati yang dinilai lamban, sangat kontras dan terkesan mengangkangi Surat penghentian PETI yang dia tandatangani sendiri. Hal ini juga dinilai sebagai bentuk kegagalan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Madina dan pembangkangan terhadap instruksi Pemerintah Pusat terkait pemberantasan aktivitas ilegal dan penyelamatan lingkungan yang merupakan atensi khusus yang tertuang dalam program prioritas Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto 


"Bupati kita minta jangan pura-pura buta, masa bodoh, atau melakukan manuver murahan yang terkesan membodohi masyarakat dengan narasi 'masih diproses' atau 'akan dipanggil'. Namun hasil pemeriksaan tidak pernah dibuka secara transparan kepada publik," ungkap 


Aktivis PMII ini mendesak Bupati segera mengambil langkah progresif dengan segera menonaktifkan oknum tersebut dari jabatannya guna memulihkan kepercayaan publik (public trust) dan menjaga integritas, wibawa Pemerintah serta memberikan efek jera kepada oknum Kepala Desa berkedok pelaku tambang. 


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Madina atau Bupati Saifullah Nasution. Pers masih berupaya melakukan klarifikasi dan konfirmasi lanjutan kepada Bupati Madina beserta pihak-pihak terkait. 


Sebelumnya, saat dikonfirmasi pada 24/07, Bupati Saifullah menyatakan akan segera memanggil dan memeriksa oknum Kades GD. Dia juga menegaskan, bila terbukti oknum GD akan diberi sanksi tegas sesuai ketentuan. 


Publik kini menunggu ketegasan, komitmen dan keseriusan Pemkab Madina dalam pemberantasan PETI, khususnya dalam memberikan sanksi tegas atas keterlibatan sejumlah oknum Kepala Desa dalam pusaran skandal PETI. 

(Magrifatulloh).

‎Sertijab Kapolres Sambas, AKBP Sanny Handityo Terima Laporan Kesatuan dan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Polri

By On Agustus 03, 2026


Www.Warta86.com,-SAMBAS – Polda Kalbar. Rangkaian tradisi penyambutan Kapolres Sambas yang baru, AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H., dilanjutkan dengan kegiatan Laporan Kesatuan dalam rangka Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolres Sambas dari AKBP Wahyu Jati Wibowo, S.I.K., S.H., M.H. kepada pejabat baru yang berlangsung di Aula Dhira Wijaya Polres Sambas pada Senin (3/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB.

‎Kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat lama dan pejabat baru Kapolres Sambas, Pejabat Utama (PJU) Polres Sambas, para Kapolsek jajaran, para Kanit Polres dan Kanit Polsek jajaran Polres Sambas, dengan jumlah peserta sekitar 180 personel. Laporan kesatuan menjadi bagian penting dalam proses estafet kepemimpinan guna memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi organisasi, situasi keamanan, serta tantangan yang dihadapi di wilayah hukum Polres Sambas.

‎Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan laporan perwira yang ditunjuk, pembacaan doa, sambutan pejabat lama yang disertai penyampaian laporan kesatuan, sambutan pejabat baru, penandatanganan memori serah terima jabatan Kapolres Sambas, laporan penutup, serta diakhiri dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Seluruh prosesi berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.

‎Dalam arahannya, AKBP Wahyu Jati Wibowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan personel yang telah menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan sertijab. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa kepemimpinan AKBP Sanny Handityo akan mampu membawa Polres Sambas semakin maju karena memiliki pengalaman dan kapasitas kepemimpinan yang baik untuk melanjutkan berbagai program yang telah berjalan.

‎AKBP Wahyu Jati Wibowo turut memaparkan kondisi wilayah Kabupaten Sambas sebagai daerah perbatasan Indonesia–Malaysia yang memiliki karakteristik strategis. Ia menjelaskan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Sambas dalam kondisi aman dan kondusif. Selain itu, ia memaparkan kondisi geografis, demografis, dinamika politik, ekonomi, sosial budaya, hingga tantangan pengamanan kawasan perbatasan, termasuk keberadaan jalur tidak resmi serta rencana pengoperasian Pos Lintas Batas (PLB) di wilayah Temajuk.

‎Dalam laporan kesatuan tersebut juga disampaikan kondisi organisasi Polres Sambas, mulai dari kekuatan personel yang berjumlah 658 orang, kesiapan sarana dan prasarana operasional yang secara umum dalam kondisi siap pakai, hingga realisasi dukungan anggaran yang telah mencapai lebih dari 54 persen. Seluruh informasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi pejabat baru dalam melanjutkan pelaksanaan tugas kepolisian di Kabupaten Sambas.

‎Sementara itu, Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H. menyampaikan terima kasih atas laporan kesatuan yang telah diberikan sebagai dasar dalam melanjutkan kepemimpinan di Polres Sambas. Ia mengajak seluruh personel untuk menjaga soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, setiap anggota Polri merupakan satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga citra institusi melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan berintegritas.

‎AKBP Sanny Handityo juga menegaskan pentingnya menjaga kekompakan internal, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sambas, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Ia berharap seluruh pejabat utama, Kapolsek, dan personel Polres Sambas dapat memberikan dukungan penuh dalam menjalankan tugas, sehingga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sambas dapat terus terpelihara.

‎Kasihumas Polres Sambas, AKP Sadoko Kasih Wiyono, mengatakan bahwa kegiatan laporan kesatuan merupakan bagian penting dalam proses serah terima jabatan Kapolres sebagai bentuk kesinambungan kepemimpinan, penyampaian kondisi riil satuan, serta penguatan koordinasi internal. Melalui kegiatan tersebut diharapkan program-program Polres Sambas dapat terus berjalan secara optimal, sejalan dengan komitmen Polri Presisi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang profesional kepada masyarakat.

‎Humas Polres Sambas

‎publishere Red W86 

Pembukaan MTQ XXXIV Kalbar Resmi Digelar, Polres Kayong Utara Maksimalkan Pengamanan Ribuan Peserta dan Tamu

By On Agustus 02, 2026


Www.Warta86.com,-Polres Kayong Utara, Polda Kalbar – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Dr. H. Ria Norsan, S.H., M.H., di Pelataran Eks Sail Karimata Pantai Pulau Datok, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) malam. Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menebar Dakwah, Membumikan Al-Qur’an di Tanah Bertuah Menuju Kalimantan Barat Semakin Berkah,” kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 2.500 masyarakat.


Pembukaan MTQ dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat, di antaranya Kapolda Kalimantan Barat Irjen. Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Barat, unsur Forkopimda, para kepala OPD, serta kafilah dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. MTQ XXXIV diikuti sebanyak 635 peserta yang akan berlaga pada berbagai cabang perlombaan Al-Qur’an dengan didukung 104 dewan hakim, pengawas, dan panitera.


Untuk menjamin keamanan seluruh rangkaian kegiatan, Polres Kayong Utara mengerahkan personel gabungan bersama TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Pengamanan difokuskan pada venue utama, jalur VIP/VVIP, penginapan kafilah, lokasi perlombaan, hingga objek-objek vital guna memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.


Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polres Kayong Utara berkomitmen memberikan pengamanan terbaik selama pelaksanaan MTQ XXXIV.


“Kami telah menyiapkan pola pengamanan secara terpadu bersama seluruh instansi terkait agar seluruh rangkaian MTQ berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu dan kafilah yang hadir di Kabupaten Kayong Utara,” ujar Kapolres.


Kegiatan pembukaan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB dan ditutup dengan apel konsolidasi personel pengamanan yang dipimpin Kabag Ops Polres Kayong Utara AKP Suhud Tri Haryatmo, S.H. Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


#PolresKayongUtara #PoldaKalbar #SalamPRESISI #KayongUtaraBERKAH #MTQXXXIVKalbar #PolriUntukMasyarakat

# Red W86 

Pimpin Apel Jam Pimpinan, Kapolres Melawi Tekankan Kerapian Personel dan Kebersihan Mako

By On Agustus 02, 2026


Www.Warta86.com,-Polres Melawi Polda Kalbar– Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K. memimpin apel pagi jam pimpinan yang berlangsung di Lapangan Apel Tribrata Polres Melawi, Senin (3/8/2026). Apel tersebut diikuti oleh para pejabat utama, perwira, ASN, dan seluruh personel Polres Melawi.


Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya menjaga sikap tampang, kerapian diri, dan kerapian berpakaian sebagai wujud profesionalisme anggota Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


AKBP Askhabul Kahfi menyampaikan bahwa setiap personel harus selalu memperhatikan penampilan, mulai dari rambut, seragam dinas, hingga kelengkapan atribut. Menurutnya, penampilan yang rapi merupakan cerminan kedisiplinan sekaligus bentuk penghormatan kepada masyarakat yang dilayani.


"Sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat, pastikan penampilan kita sudah rapi. Sikap tampang yang baik akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," tegas Kapolres di hadapan peserta apel.


Selain kerapian personel, Kapolres juga memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan lingkungan Markas Komando (Mako) Polres Melawi. Ia menginstruksikan seluruh personel agar menjaga kebersihan kantor, ruang kerja, serta lingkungan sekitar sehingga tercipta suasana kerja yang nyaman, sehat, dan profesional.


Menurutnya, lingkungan kerja yang bersih dan tertata tidak hanya meningkatkan kenyamanan personel dalam bekerja, tetapi juga memberikan kesan positif bagi masyarakat yang datang untuk memperoleh pelayanan kepolisian.


Di akhir arahannya, Kapolres mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan disiplin, menjaga kekompakan, dan memberikan pelayanan yang humanis serta berkualitas kepada masyarakat. Ia berharap seluruh anggota Polres Melawi mampu menjadi teladan melalui sikap, penampilan, dan etos kerja yang baik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat.


Humas Res Mlw (Arb)

Sujud Syukur Wakil Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kalbar Tinggalkan Polres Melawi

By On Juli 31, 2026


Www.Warta86.com,-Polres Melawi Polda Kalbar - Jumat (31/7/26) siang. Puncak rangkaian pisah sambut AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla yang sebelumnya menjabat Kapolres Melawi penuh haru.


Di ujung waktu, di ujung pintu gerbang keluar mako Polres Melawi di hadapan Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K, Waka Polres Melawi, pejabat utama dan personel yang mengantar merasakan haru yang sangat luar biasa.


AKBP Harris Batara Simbolon Bersujud, meletakan kepala ke tanah menghadap mako Polres Melawi sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih telah melaksanakan tugas dan amanah dengan baik bersama personel Polres Melawi.


Moment ini sontak membuat kaget dan menyita perhatian seluruh personel dan langsung merinding diiringi tepuk tangan dan tidak terasa air mata berlinang penuh haru apa yang dilakukan seorang Harris Batara Simbolon.


Tentu saja banyak makna yang tersirat dari apa yang dilakukannya, namun yang pasti sebagai insan yang beragama ini lah bentuk cara syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa di lakukan oleh AKBP Harris Batara Simbolon.


Hmsresmlw (s)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *