Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

 Harap Penegak Hukum Lakukan Inspeksi Terkait "Pekerjaan Baru Selesai Proyek Peningkatan Jalan Ruas Nanga Taman - Nanga Mahap Sudah Rusak , Kualitas  di Abaikan "

By On Mei 02, 2026


Www.Warta86.com,-Sekadau, – Proyek peningkatan jalan ruas Nanga Taman–Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menuai sorotan keras. 



Dibiayai APBD Provinsi Kalbar 2025 senilai Rp14,8 miliar, proyek ini justru menunjukkan kerusakan saat usia pekerjaan belum genap sebulan.


Proyek dengan nomor kontrak 620/06/SP/TMN-MHP/PUPR-B/2025 itu dikerjakan CV. Megah Jaya Bersama dengan masa kerja 70 hari. Namun di lapangan, kualitas dinilai jauh dari standar. 


Aspal terlihat tipis dan mudah rusak, bahkan di sejumlah titik diduga hanya “ditimpa” di atas lapisan jalan lama tanpa proses teknis memadai.

“Baru dikerjakan sudah hancur. 


Ini bukan pembangunan, ini pemborosan uang rakyat,” tegas seorang warga, Sabtu (3/5/2026).


Pekerjaan berada di bawah Dinas PUPR Provinsi Kalbar melalui Bidang Bina Marga, dengan pengawasan KSO CV. Raffan Design dan PT. 

Perencana Jaya Indonesia. Namun publik menilai fungsi pengawasan nyaris tak terlihat.


Kerusakan dini ini memicu dugaan kelalaian serius hingga potensi penyimpangan. 


Warga mempertanyakan: ke mana mutu, ke mana pengawasan, dan ke mana uang miliaran itu mengalir?


Masyarakat mendesak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan Polda Kalbar turun tangan mengusut proyek ini secara menyeluruh. “Jangan tunggu rusak total baru bergerak. Periksa sekarang, transparan ke publik,” ujar warga lainnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak PUPR Kalbar maupun kontraktor belum memberikan klarifikasi. 


Warga menuntut evaluasi total agar proyek jalan tidak terus menjadi ladang pemborosan yang merugikan rakyat. Tim/ Redaksi

May Day: Refleksi Penderitaan Rakyat di Tengah Krisis Ekonomi Global

By On Mei 01, 2026



Www.Warta86.com-Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tanggal 1 Mei 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen kritis untuk merefleksikan realitas pahit yang dialami jutaan pekerja di Indonesia, termasuk di Kalimantan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih melanda, buruh justru terjepit antara upah yang tidak sebanding dengan biaya hidup, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), dan hiruk-pikuk politik yang sering kali terlepas dari kebutuhan rakyat kecil.

 

 

 

Gaji UMR Tak Cukup Penuhi Kebutuhan Hidup Sebulan

 

Salah satu masalah paling mendasar yang dihadapi buruh adalah ketidaksesuaian besaran Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) dengan biaya hidup yang terus melonjak. Di Kalimantan, rata-rata UMP tahun 2026 berkisar di angka Rp2,8 juta hingga Rp3,7 juta per bulan.

 

Namun, angka ini jauh dari cukup untuk menutupi kebutuhan dasar sehari-hari. Sebagai contoh:

 

- Di Kalimantan Timur, biaya hidup layak (KHL) diperkirakan mencapai Rp5,7 juta per bulan, sementara UMP hanya ditetapkan Rp3,76 juta. Artinya, setiap pekerja kekurangan sekitar Rp2 juta per bulan hanya untuk bisa hidup normal.

- Di Kalimantan Selatan, KHL mencapai Rp4,11 juta, sedangkan UMP hanya Rp3,72 juta.

- Di Kalimantan Barat, UMP terendah di Kalimantan yaitu Rp3,05 juta, sementara biaya sewa hunian sederhana saja sudah mencapai Rp1,7–2 juta per bulan, belum termasuk biaya makan, transportasi, kesehatan, dan pendidikan.

 

Kondisi ini semakin diperparah oleh inflasi yang terus menekan daya beli. Harga bahan pokok seperti beras, cabai, bawang merah, serta kenaikan harga BBM non-subsidi (naik Rp400–1.000 per liter per Maret 2026) membuat biaya distribusi dan kebutuhan harian semakin mahal. Banyak buruh terpaksa bekerja lembur, mencari pekerjaan sampingan, atau bahkan berutang hanya untuk bertahan hidup.

 

 

 

Gelombang PHK Meningkat, Buruh Terpaksa Bekerja dengan Upah Minim

 

Noven Honarius menyoroti bahwa di tengah situasi sulit ini, banyak buruh harus menghadapi ancaman kehilangan pekerjaan. Data menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga November 2025, tercatat sebanyak 79.302 pekerja di Indonesia terkena PHK, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor manufaktur, tekstil, dan garmen menjadi yang paling terdampak akibat perlambatan ekonomi global dan perang dagang antarnegara besar.

 

Banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan kemudian terpaksa mencari pekerjaan baru dengan upah yang jauh lebih rendah, atau bekerja di sektor informal yang tidak memiliki perlindungan hukum dan jaminan sosial. Mereka harus menanggung beban tersendiri, mulai dari kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga hingga ketidakpastian masa depan.

 

 

 

Jeritan Rakyat di Tengah Hiporia Politik Elite

 

Ironisnya, di tengah penderitaan yang dialami oleh buruh dan rakyat kecil, masih terlihat hiruk-pikuk aktivitas politik para elit. Peringatan May Day sering kali dijadikan momen untuk kampanye atau pencitraan, namun solusi nyata untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi buruh masih terasa jauh dari harapan.

 

Banyak serikat buruh dan organisasi masyarakat menuntut pemerintah untuk lebih berpihak pada kepentingan rakyat, memperbaiki kebijakan upah agar sesuai dengan KHL, memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja, dan menciptakan lapangan kerja yang layak. Namun, hingga saat ini, tuntutan tersebut belum sepenuhnya terjawab dengan tindakan nyata.

 

 

 

May Day seharusnya menjadi pengingat bahwa hak-hak buruh adalah hak asasi manusia yang harus dihormati dan dilindungi. Kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah, pengusaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan dunia kerja yang adil, sejahtera, dan berkeadilan.

Red

Penagihan Utang Berujung Ancaman, Pelaku Curi Ponsel Korban dan Ditangkap di Entikong

By On Mei 01, 2026


Www.Warta86.com,-Satreskrim ~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~Sebuah aksi dugaan pencurian dengan ancaman terjadi dan menghebohkan warga, setelah seorang pria nekat mengambil handphone milik korban usai upaya penagihan utang berujung ketegangan.


Peristiwa tersebut bermula ketika pelaku, yang diketahui berinisial S als A, mendatangi rumah korban bersama rekannya, Sdr. Rio. Kedatangan mereka bertujuan menagih uang sebesar Rp2 juta yang sebelumnya dijanjikan oleh korban. Namun, situasi berubah ketika korban tidak memenuhi janji pembayaran tersebut.


Diduga emosi, pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam korban. Dalam kondisi panik, korban melarikan diri sambil berteriak meminta pertolongan. Saat itulah, handphone milik korban—sebuah Oppo Reno 4—terjatuh tepat di depan pelaku. Melihat kesempatan tersebut, pelaku langsung mengambil ponsel itu dan meninggalkan lokasi kejadian.


Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri dengan berjalan kaki menuju Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa handphone tersebut rencananya akan dijual untuk biaya perjalanan pulang ke kampung halaman.


Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian bergerak cepat. Pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, anggota Unit Jatanras Polres Landak mulai melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku. Upaya ini terus berlanjut hingga siang hari, disertai koordinasi intensif dengan Unit Reskrim Polsek Entikong.


Sekitar pukul 15.00 WIB, titik terang mulai terlihat setelah pihak Polsek Entikong memberikan informasi bahwa pelaku berada di wilayah tersebut. Informasi ini langsung ditindaklanjuti, dan pada pukul 17.00 WIB, pelaku berhasil diamankan oleh anggota Unit Reskrim Polsek Entikong.


Keesokan harinya, Kamis, 30 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, anggota Unit Jatanras Polres Landak menuju Entikong untuk menjemput pelaku. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Mapolres Landak guna menjalani proses hukum lebih lanjut.


Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Kuswiyanto, S.H., M.H., saat dikonfirmasi secara terpisah menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dan berhasil mengamankan pelaku dalam waktu singkat.


Kasat Reskrim juga menambahkan bahwa “Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan cara-cara melanggar hukum. Apabila terdapat permasalahan, sebaiknya diselesaikan melalui jalur yang benar,” tegasnya.


Sementara itu, korban mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak kepolisian atas respons cepat dalam mengungkap dan menangkap pelaku.


Korban mengaku sempat mengalami trauma akibat ancaman senjata tajam yang dilakukan pelaku saat kejadian berlangsung. Namun demikian, ia merasa lega karena pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat.


“Saya sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah cepat menangkap pelaku. Saat kejadian saya sangat takut, apalagi diancam dengan pisau. Yang penting saya selamat,” ungkap korban.



Penulis :  Heri

Publisher Red W86 

Aksi May Day Partai Buruh Berlangsung Humanis

By On Mei 01, 2026


Www Warta86.com-Medan,-Ratusan massa Partai Buruh yang terdiri dari berbagai elemen diantaranya, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Petani Indonesia (SPI), Komunitas Nelayan dan masyarakat menggelar aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Kantor Gubernur Sumut, Jumat (1/5). Dalam tuntutannya, massa menyampaikan beberapa tuntutan nasional dan tuntutan daerah diantaranya, menuntut agar Presiden dan DPR RI segera mengesahkan Undang-Undang (UU) tenaga kerja yang baru yang pro buruh. 


"Hari ini kita Partai Buruh dengan beberapa elemen antara lain, FSPMI, SPI, Komunitas Ojol, Komunitas Nelayan, Mahasiswa dan warga menggelar aksi unjuk rasa memperingati May Day dengan titik kumpul depan Istana Maimun menuju Kantor Gubsu. Kami membawa beberapa tuntutan yang terdiri dari tuntutan nasional dan daerah, "jelas Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo, SH didampingi Sekretaris, Ijon Hamonangan Tuah Purba, pada wartawan, Jumat (1/5/2026). 


Tiba di depan Kantor Gubsu, massa yang dipimpin langsung, Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo, SH, langsung menggelar orasi. Beberapa tuntutan yang disampaikan dalam orasi antara lain, secara Nasional massa meminta agar Presiden dan DPRI segera mengesahkan UU ketenagakerjaan yang baru yang pro buruh. Kedua, pemerintah diminta agar segera menghapuskan sistem kerja outsourching dan menolak upah murah. 


Sedangkan untuk tuntutan daerah, beberapa poin tuntutan yang disampaikan antara lain, minta agar Gubsu, Bobby Nasution segera membuat perumahan murah layak huni untuk buruh. Kedua, menolak PHK terhadap buruh TPL. Kalau buruh TPL di PHK harus dicarikan solusinya, karena ini PHK massal. Ketiga, meminta Gubsu secara khusus menyelesaikan kasus-kasus perburuhan di Sumut. Keempat, minta Gubsu melaksanakan reforma agraria dengan membagikan sertifikat tanah untuk buruh dan petani. Kelima, minta Gubsu agar memperhatikan nasib korban banjir di Langkat yang sampai sekarang belum juga diperhatikan oleh pemerintah. 


Massa aksi juga mengapresiasi pengamanan humanis yang dilakukan jajaran Poldasu. Sehingga aksi unjuk rasa peringatan May Day di Medan berlangsung aman dan kondusif. 


Pantauan wartawan, usai berorasi, sekitar 10 orang perwakilan massa aksi diterima oleh perwakilan Gubsu untuk berdialog langsung ke Kantor Gubsu. Usai berdialog dengan perwakilan Gubsu massa kembali ke halaman Kantor Gubsu dan menyampaikan kalau aspirasi mereka tidak disampaikan ke Gubsu massa akan menggelar aksi pada, Senin (4/5). 

 

Dalam momen tersebut, massa aksi memberikan bunga secara simbolis kepada para Polwan  sebagai apresiasi telah melakukan pengamanan secara humanis. *(Tim)*

Polda Bali Raih Predikat Terbaik 2025, Kapolda Sampaikan Apresiasi Tinggi kepada Kapolri atas Penguatan Budaya Integritas

By On April 29, 2026


Www.Warta86.com,-DENPASAR BALI – Kepolisian Daerah (Polda) Bali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai Polda terbaik tahun 2025 dalam kategori indeks internalisasi budaya integritas, kejujuran, dan kehormatan di lingkungan Polri.


Atas capaian tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si,  menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, M.Si,  atas arahan, dukungan, serta komitmen kuat dalam membangun institusi Polri yang berintegritas.


Dalam keterangannya, Kapolda Bali menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polda Bali dalam mengimplementasikan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


“Penghargaan ini bukan semata-mata prestasi institusi, tetapi merupakan refleksi dari komitmen bersama seluruh anggota dalam menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan kehormatan sebagai anggota Polri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri atas kepemimpinan yang visioner dan transformasional,” ujar Kapolda Bali.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa capaian tersebut akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya di wilayah hukum Polda Bali.


Kapolda Bali juga memastikan bahwa pihaknya akan terus menginternalisasikan nilai-nilai integritas melalui pembinaan berkelanjutan, pengawasan internal yang ketat, serta penegakan disiplin yang tegas terhadap seluruh personel.


Sementara itu, penghargaan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendorong reformasi birokrasi yang berkelanjutan, dengan menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).


Dengan capaian ini, Polda Bali diharapkan dapat menjadi role model bagi satuan wilayah lainnya dalam membangun budaya organisasi yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat.

Publisher Red W86 

Penguatan Sinergi Lintas Organisasi dalam Mendorong Literasi Media dan Kohesi Sosial Menuju Indonesia Emas 2045 di Kabupaten Bogor

By On April 29, 2026


Www.Warta86.com,-CIBINONG, Bogor,mentarikhatulistiwa.co.id — Upaya memperkuat persatuan, kemandirian, serta kepedulian sosial terus digelorakan melalui kolaborasi lintas organisasi di Kabupaten Bogor. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan silaturahmi dan sinergi antara Bogor Media Siber Network (BMSN) bersama organisasi kepemudaan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Bogor Raya serta LSM Peduli Jaringan Tenaga Rakyat (PJTR) Kabupaten Bogor yang berlangsung di Kantor BMSN, Cibinong, Rabu (29/4/2026).


Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam membangun komunikasi yang konstruktif antara media siber dan organisasi masyarakat sipil. Terlebih di tengah tantangan era digital yang kian kompleks, seperti maraknya disinformasi, hoaks, serta meningkatnya kebutuhan akan literasi publik yang kuat dan berkelanjutan.


Ketua GPII Bogor Raya, Latif Ferdiansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.


“Kolaborasi ini bukan sekadar silaturahmi seremonial, tetapi merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran kolektif generasi muda dalam menjaga persatuan serta memperkuat kemandirian sosial. Kami melihat media seperti BMSN memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik yang sehat dan berintegritas,” ujar Latif.


Senada dengan itu, Ketua LSM PJTR Kabupaten Bogor, Daniel Lawalata, menekankan bahwa kerja sama antara lembaga sosial dan media harus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan riil di lapangan.


“Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan program-program konkret yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan. Media memiliki kekuatan untuk mengangkat isu-isu kerakyatan agar mendapat perhatian luas dan solusi berkelanjutan,” jelas Daniel.


Sementara itu, Pembina BMSN, Nurofik, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem media yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa BMSN merupakan wadah yang menghimpun puluhan media siber di Bogor dengan komitmen menyajikan informasi yang kredibel, edukatif, dan berimbang.


“BMSN hadir sebagai ruang kolaboratif bagi lebih dari 50 media yang berkomitmen melawan hoaks dan memperkuat literasi informasi di tengah masyarakat. Kami percaya, kemitraan dengan organisasi seperti GPII dan PJTR akan memperluas dampak positif media dalam membangun kesadaran publik dan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan menuju Indonesia Emas,” ungkap Nurofik.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan era digital menuntut adanya sinergi yang kuat antara media, organisasi kepemudaan, dan lembaga sosial agar mampu menghadirkan narasi yang mencerdaskan, menyejukkan, serta solutif bagi masyarakat luas.


Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal dari berbagai program kolaboratif ke depan, seperti edukasi literasi digital, penguatan kapasitas generasi muda, pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, hingga advokasi sosial yang berbasis data dan fakta.


Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kolektif, BMSN, GPII, dan PJTR optimistis dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya, kritis, serta berintegritas dalam rangka menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.


PERNYATAAN SIKAP


Kami pemuda Bogor bersama insan pers dan elemen masyarakat, dengan ini menyatakan sikap:


Bahwa dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, penting bagi kita semua untuk terus menjaga situasi yang kondusif, aman, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.


Kami berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas.


Pernyataan ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Red

Langkah Humanis Polda Jambi: Dampingi Trauma Anak Pasca-Insiden Tragis yang Menimpa Sang Ayah

By On April 29, 2026


Www.Warta86.com,-Jambi,-Peristiwa tragis yang mengguncang warga Kota Jambi terjadi di RT 10, Kelurahan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo. Seorang pria bernama Indra (41) tewas secara mengenaskan setelah menjadi korban penusukan brutal yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri pada Minggu malam (26/4).


Aksi kekerasan tersebut berlangsung di hadapan anak korban yang masih balita, menambah duka mendalam bagi keluarga. Istri korban, Nia (39), yang turut menyaksikan kejadian itu, masih mengalami trauma berat. Ia menuturkan bahwa pelaku berjumlah tiga orang dan datang dengan membawa senjata tajam.


“Suami saya sempat lari ke dalam rumah, tetapi tetap dikejar dan ditusuki,” ujar Nia dengan suara bergetar.


Korban mengalami 18 luka tusukan yang menyebabkan dirinya meninggal dunia di lokasi. Tidak hanya itu, anak sulung korban, Ferdi (21), juga menjadi korban penyerangan dan saat ini masih menjalani perawatan intensif setelah mengalami lima luka tusukan.


Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran kepolisian bergerak cepat. Tim Unit Reskrim Polsek Kotabaru berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku, masing-masing berinisial RG dan DH.


Kapolsek Kotabaru, Komisaris Helrawaty Siregar, menyampaikan bahwa kedua tersangka ditangkap di wilayah Kecamatan Alam Barajo dan saat ini tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.


“Keduanya sudah kami amankan. Namun penyelidikan belum berhenti. Kami masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat,” jelasnya saat rilis kasus, Selasa (28/4).


Sementara itu, satu orang terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat kepolisian.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis keluarga korban, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar memberikan perhatian khusus dengan memerintahkan Tim Psikologi Biro SDM Polda Jambi untuk melakukan pendampingan trauma healing.


Melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kapolda menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada masyarakat, tidak hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga pemulihan mental korban.


“Peristiwa ini sangat memprihatinkan. Bapak Kapolda Jambi telah memerintahkan Tim Psikologi untuk segera memberikan pendampingan trauma healing kepada keluarga korban, khususnya anak balita yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Pemulihan kondisi mental menjadi hal yang sangat penting,” ujar Kabid Humas Polda Jambi.


Lebih lanjut, Kapolda Jambi juga mengimbau masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting dalam kehidupan sosial bermasyarakat.


“Kapolda Jambi menegaskan bahwa setiap permasalahan di lingkungan harus diselesaikan dengan baik dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Konflik kecil yang tidak diselesaikan dapat berkembang menjadi tindak kekerasan yang merugikan semua pihak,” tambah Kabid Humas.


Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus serta memburu satu pelaku lainnya yang masih buron guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku

Publisher Red W86 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *