Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ini Penjelasan Kepala Pertamina Depot Sintang, Terkait Kelangkaan BBM Hampir di Seluruh SPBU di Sintang

By On Februari 12, 2026


Www.Warta86.com,-Sintang, Kalbar,-Rizky Firmansyah Kepala Depot Pertamina Sintang turut menghadiri high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sintang pada Jumat, 13 Februari 2026 di Pendopo Bupati Sintang. 

Rizky Firmansyah Kepala Depot Pertamina Sintang menjelaskan sejak Januari sampai pertengah Februari 2026 curah hujan sangat rendah dan menyebabkan air Sungai Kapuas ada di level 2,1 meter.

“sementara agar tugboat Pertamina bisa beroperasi, minimal 4 meter. Dan kita mengandalkan jalur sungai untuk mensuplai BBM ke Sintang. Berkurangnya debit air Sungai Kapuas ini karena kurangnya curah hujan dan terjadi pendangkalan” beber Rizky Firmansyah Kepala Depot Pertamina Sintang

“saat ini, ada tiga kapal berkapasitas 4.500 KL milik Pertamina sedang tertahan di Sanggau dan belum bisa melanjutkan perjalanan ke Field Terminal Sintang untuk mensuplai BBM untuk wilayah hulu. Jadi memang stok yang ada di Sintang  sekarang, hanya untuk stok emergency. Pertamina telah mengupayakan mitigasi, mengoptimalkan mobil tangki kita langsung pengambilan dari Pontianak sehingga terminal di Pontianak kita operasional selama 24 jam” terang Rizky Firmansyah

“mobil tangki kita optimalkan dan saat ini kita juga lagi mencari alternatif terminal emergency di Sanggau. Kita sudah koordinasi dengan Bupati Sanggau untuk mencari terminal alternatif emergency yang dapat kami laksanakan untuk membongkar isi kapal dan dibawa ke Sintang. Saat ini sedang pengkajian keamanan. Jika nanti bisa berlanjut pembongkaran emergency di Sanggau, mungkin bisa kita optimalkan memotong jarak mobil tangki yang sebelum dari Pontianak bisa dari Sanggau” terang Rizky Firmansyah

“kami juga mengoptimalkan armada-armada mobil tangki untuk bisa diambil BBM di Pontianak. Kami menghimbau masyarakat kita agar tidak melakukan panic buying. Insya Allah minyak yang kita kirimkan dari Pontianak itu selalu ada. Tapi mungkin terjadi keterlambatan karena jarak yang jauh dan memerlukan waktu” terang Rizky Firmansyah 

“kami berharap curah hujan tinggi, level air kita juga naik kembali sehingga dapat kapal tugboat kita dapat berlayar ke Sintang. Kami juga terus koordinasi dengan BMKG. Dan BMKG sampaikan ini belum tahap kemarau, hanya curah hujan yang rendah. Kita upayakan semaksimal mungkin, kami akan best effort dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat” terang Rizky Firmansyah

Publisher Red W86 

Jelang Imlek dan Bulan Ramadhan, Bupati Sintang Pesankan Ini

By On Februari 12, 2026


Www.Warta86.com,-Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala memimpin jalannya Rapat Koordinasi High Level Meeting tahun 2026 jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Bulan Suci Ramadan, dan Idulfitri 1447 Hijriah di Pendopo Bupati Sintang pada Jumat, 13 Februari 2026.

Hadir pada rakor tersebut seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sintang. 

Bupati Sintang menyampaikan bahwa rakor ini dilaksanakan dalam rangka mensinergikan langkah dalam strategi untuk menjaga Kapasitas Harga, Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Pasokan dan Komunikasi Efektif menjelang hari besar keagamaan. 

“tahun 2025 angka inflasi di Kabupaten Sintang ada 2,02%, di atas angka inflasi Provinsi Kalbar yakni 1,85%, namun berada di bawah inflasi nasional yang tercatat 2,92%. Dengan kondisi inflasi bulan Desember 2025 ditekan oleh kenaikan harga cabai rawit, penurunan produksi akibat curah hujan yang tinggi, emas perhiasan, bawang merah, sabun mandi cair dan angkutan udara” terang Bupati Sintang

“memasuki tahun 2026 terjadi dinamika yang sangat mempengaruhi stabilitas ekonomi daerah, penurunan transfer ke daerah, gangguan produksi akibat dampak anomali cuaca menekan pasokan komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang, serta permintaan musiman periode HBKN, dan tekanan dampak lainnya, seperti akselerasi program makan bergizi gratis, kenaikan harga emas, harga angkutan udara, dan LPG 3 kg” terang Bupati Sintang

“dampak dinamika tersebut terlihat dari angka inflasi tahun Januari tahun 2026 sebesar 4,52%, tertinggi di Kalimantan Barat, jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Januari 2025, 0,12%. Andil inflasi di Januari 2026 di Kabupaten Sintang terbesar dari tarif listrik 2,24%, emas perhiasan 1,24%, bahan bakar rumah tangga 0,32%, beras 0,17%, dan bawang merah 0,10%” terang Bupati Sintang

“untuk itu, saya minta TPID Kabupaten Sintang untuk melakukan pendataan ketersediaan stok dan harga bahan pangan, melakukan pengendalian dan tindakan preventif terhadap potensi terjadinya gejolak pasokan dan harga pangan, serta memantau dan mengawasi pasokan dan harga pangan secara terbuka. Juga  melakukan kerja sama antar daerah, khususnya daerah yang defisit atau berpotensi cenderung mengalami gejolak harga pangan” pesan Bupati Sintang

”saya minta OPD yang melaksanakan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah untuk segera dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional yang tinggal beberapa hari lagi kita rayakan, yakni Hari Raya Imlek dan memasuki Bulan Ramadan” harap Bupati Sintang

Publisher Red W86 

Sinergi Lintas Sektoral, Ditreskrimsus Polda Kalbar Gelar FGD Pengawasan Kosmetik Ilegal

By On Februari 12, 2026


Www.Warta86.com,-PONTIANAK, POLDA KALBAR – Dalam upaya memperkuat perlindungan Masyarakat terhadap peredaran produk kecantikan yang tidak memenuhi standar, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Utama Ditreskrimsus. (Kamis, 12/2/2026).


​Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian Pencarian dan Pengumpulan Data Siswa Sespimen Polri Dikreg ke-66 Tahun 2026. Dengan mengangkat tema "Penguatan Kerjasama Pengawasan Peredaran Kosmetik Tanpa Izin Edar Guna Memberikan Edukasi Produk yang Aman kepada Masyarakat dalam Rangka Mewujudkan Perlindungan Konsumen", FGD ini menghadirkan kolaborasi antara aparat penegak hukum dan instansi terkait.


​Sebanyak 20 peserta hadir dari berbagai Instansi strategis, mulai dari BBPOM di Pontianak, Balai Monitor SFR Kelas II, Dinas Kominfo, Disperindag ESDM, Dinas Koperasi dan UKM, Satpol PP, hingga Lembaga Perlindungan Konsumen RI (LPK-RI) Kalbar.


​Kompol Michael Terry Hendrata, S.H., S.I.K., M.H., selaku Siswa Sespimen Polri Tahun 2026 yang bertindak sebagai pemateri, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap klaim kosmetik yang berlebihan serta maraknya produk tanpa izin edar (TIE) di platform digital.


​Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa perkembangan pemasaran digital menuntut strategi pengawasan yang lebih adaptif.


​"Perlindungan konsumen di bidang kosmetik adalah tanggung jawab kolektif. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan optimalisasi mekanisme pengaduan yang mudah diakses serta penguatan literasi masyarakat agar mereka mampu memfilter mana produk yang legal dan aman sebelum membeli,"


"​Hasil dari FGD ini akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan serta bahan evaluasi untuk merumuskan program kerja yang lebih responsif terhadap ancaman kosmetik ilegal di wilayah Kalimantan Barat." Ungkap Terry. 


​Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen Polda Kalbar dalam mengawal isu perlindungan konsumen ini hingga ke akar rumput.


​"Polda Kalbar mendukung penuh inisiatif pengumpulan data dan diskusi lintas sektoral ini. Masalah kosmetik tanpa izin edar bukan sekadar masalah administrasi, tapi menyangkut kesehatan Masyarakat."


"Kami mengimbau para pelaku usaha untuk patuh pada aturan perizinan dan standar mutu yang berlaku. Kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas melalui penegakan hukum jika ditemukan pelanggaran yang merugikan konsumen secara luas," Tegas Bambang.


​Melalui FGD ini, diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, dan tenaga kesehatan guna memastikan produk yang beredar di pasar Kalimantan Barat benar-benar aman bagi Masyarakat.

Red

Polda Kalbar Laksanakan apel Gelar Pasukan Operasi Liong Kapuas 2026, Siap Amankan Imlek dan Cap Go Meh

By On Februari 12, 2026


Www.Wqrta86.com,-PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Polda Kalbar resmi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan Mandiri dengan sandi Liong Kapuas 2026. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan apel Mapolda Kalbar ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pengamanan perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh tahun 2026 di wilayah Kalimantan Barat tetap kondusif. 13/02/2026


​Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Irwasda Polda Kalbar Kombes Pol. Sigit Jatmiko, S.H., S.I.K. menegaskan bahwa operasi ini akan berlangsung selama 17 hari, terhitung mulai tanggal 16 Februari hingga 4 Maret 2026.


Dalam amanatnya irwasda Menyampaikan bahwa

Tujuan Operasi ini untuk Mencegah dan menangkal segala bentuk potensi ancaman, memastikan tidak ada provokasi oleh berita hoax terkait isu sara maupun hal lainya  yang dapat memecah belah masyarakat, melaksanakan gakum serta memberikan  rasa aman  terhadap masyarakat.


"Tujuan Operasi ini untuk Mencegah dan menangkal segala bentuk potensi ancaman, memastikan tidak ada provokasi oleh berita hoax terkait isu sara maupun hal lainya  yang dapat memecah belah masyarakat, melaksanakan gakum serta memberikan  rasa aman  terhadap masyarakat." ucap Sigit


Polda Kalbar telah menyiagakan sedikitnya 700 personel gabungan. Kekuatan ini terdiri dari 210 personel Satuan Tugas (Satgas) Polda dan 490 personel dari jajaran Polres prioritas yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis sesuai konsep pengamanan kewilayahan.


​Operasi ini merupakan wujud sinergi antara Polri, instansi terkait, dan komponen masyarakat untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan, tegas Sigit".


 Polda Kalbar juga mendirikan 27 pos pengamanan, yang terdiri dari

​23 Pos Pengamanan Pospam

​2 Pos Pelayanan Posyan

​2 Pos Terpadu

​Seluruh pos tersebut difokuskan pada titik-titik rawan, pusat keramaian, jalur lalu lintas, serta objek vital nasional. Irwasda juga menekankan lima poin utama kepada personel, di antaranya profesionalisme dalam bertugas, mengutamakan keselamatan, kewaspadaan terhadap potensi teror dan kriminalitas, pendekatan humanis, serta penguatan sinergi antarinstansi.


"Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono. S.I.K., M.H. Menyatakan

​Kami berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini secara transparan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Liong Kapuas 2026. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga toleransi dan ketertiban. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya di media sosial. Mari kita jadikan momentum perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini sebagai simbol kerukunan etnis di Kalimantan Barat yang aman dan damai," tutup Bambang

Publisher Red W86 

Polda Kalbar Perkuat Peran Ormas sebagai Pilar Demokrasi dan Penjaga Kamtibmas

By On Februari 12, 2026


Www.Warta86.com,-PONTIANAK – Direktorat Binmas Polda Kalimantan Barat menggelar kegiatan Pembinaan dan Koordinasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tingkat Provinsi Kalbar Tahun 2026. (Kamis, 12/2)


Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Transera Pontianak ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Polri dan elemen Masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta pembangunan Daerah.


​Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Dirbinmas Polda Kalbar yang diwakili oleh Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Kalbar, AKBP Asmadi, S.I.P., M.M. 


Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran ketua badan usaha, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta puluhan perwakilan Ormas se-Kalimantan Barat.


​Dalam sambutannya, ditekankan bahwa Ormas merupakan manifestasi dari demokrasi yang sehat di Indonesia. 


"Sesuai dengan UU Nomor 17 Tahun 2013, Ormas memiliki tanggung jawab besar sebagai mitra strategis Pemerintah."


​"Ormas adalah pilar penting dalam demokrasi. Kita berharap melalui koordinasi ini, seluruh organisasi mampu menyalurkan aspirasi masyarakat secara positif, menjaga persatuan, dan yang terpenting, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah," Ungkap Asmadi.


Selain itu, ​dihimbau kepada para pengurus Ormas untuk memastikan setiap aktivitas organisasi tetap berjalan di atas koridor hukum dan nilai-nilai Pancasila. Hal ini krusial mengingat keberagaman di Kalimantan Barat adalah modal besar bagi pembangunan jika dikelola dengan semangat persatuan.


​Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., memberikan penekanan terkait pentingnya kolaborasi ini demi terciptanya iklim investasi dan sosial yang kondusif di Kalimantan Barat.


​"Polda Kalbar berkomitmen untuk terus merangkul rekan-rekan Ormas sebagai agen perubahan yang positif. Kami ingin Ormas menjadi motor penggerak ketertiban (Kamtibmas) di lingkungannya masing-masing. Jika sinergi ini kuat, maka iklim investasi dan kesejahteraan Masyarakat di Kalbar akan tumbuh dengan pesat," Tegas Bambang.


​Kegiatan pembinaan ini diisi dengan diskusi konstruktif bersama para Narasumber ahli, yang diharapkan dapat menghasilkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Khatulistiwa menjelang dinamika tahun 2026.

Red

Sinergi Lintas Sektoral Polda Kalbar Gelar Rakor Pengamanan Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026

By On Februari 12, 2026


Www.Warta86.com,-PONTIANAK – Dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh tahun 2026, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar Rapat Koordinasi  Lintas Sektoral di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Kamis 12/2/2026.


​Dipimpin  Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Hindarsono, S.I.K., S.H., M.Hum., yang didampingi oleh Irdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Agus Firman Yusmono, Staf Ahli Bidang Sosial dan SDM Provinsi Kalbar Sefri Kurniadi, S.STP., serta Irwasda Polda Kalbar Kombes Pol Sigit Jatmiko, S.H., S.I.K. serta semua stakeholder terkait di Kalimantan Barat.


​Wakapolda menyampaikan bahwa operasi pengamanan bertajuk "Operasi Liong Kapuas 2026" akan berlangsung selama 17 hari, mulai dari 16 Februari hingga 4 Maret 2026.".​Rapat koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan keagamaan dan budaya berlangsung aman, kondusif, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, ujar Hindarsono.


​Sebanyak 700 personel gabungan dari Satgas Polda dan 7 Polres prioritas (Polresta Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Singkawang, Sambas, dan Ketapang) akan dikerahkan.


​Pengamanan yang berbarengan dengan awal Ramadhan tahun ini memiliki tantangan yang  unik karena perayaan Cap Go Meh bertepatan dengan dimulainya Bulan suci Ramadhan. Kondisi ini diprediksi akan meningkatkan aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan, tempat wisata  dan tempat ibadah secara bersamaan.


." ​Momentum ini menuntut kita untuk lebih waspada terhadap potensi kerawanan sosial, kemacetan, hingga isu intoleransi. Kita mengedepankan tindakan preventif dan penegakan hukum yang tegas dan  humanis," tegasnya.


​Dalam paparannya, wakapolda Kalbar  menetapkan lima poin utama tujuan operasi, di antaranya:

​Menangkal potensi teror, kriminalitas, dan konflik sosial.

​Menjamin kenyamanan ibadah dan kegiatan budaya.

​Menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mobilitas warga.

​Meredam provokasi berita bohong hoaks terkait SARA.

​Melakukan penegakan hukum tegas terhadap tindak pidana.

​Komitmen Menjaga Harmoni Kalbar


​Kabid Humas polda kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono., S.I.K. M.H. mengajak seluruh stakeholder untuk berkolaborasi  dan merespon dengan cepat  setiap  permasalahan yang terjadi  dan bisa memberikan alternatif solusi terbaik terhadap setiap persoalan yg terjadi ditengah masyarakat , sesuai dengan prinsip kerja Kapolda Kalbar yaitu Responsif, Kolaboratif dan Solutif. 

".Kami mengajak seluruh stakeholder terkait untuk berkolaborasi  dan merespon dengan cepat  setiap  permasalahan yang terjadi  dan bisa memberikan alternatif solusi terbaik terhadap setiap persoalan yg terjadi ditengah masyarakat , sesuai dengan prinsip kerja Kapolda Kalbar yaitu Responsif, Kolaboratif dan Solutif.' pungkas Bambang

Red

Polda Kalbar Tindak Tegas Siapapun Yang Terbukti Terlibat Dalam Peredaran Narkoba

By On Februari 12, 2026


Www.Warta86.com,-PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mengambil langkah tegas terhadap MA (31), yang terbukti terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP), MA direkomendasikan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), Kamis (12/2).


Kasus ini berawal dari penangkapan MA (31) pada 14 Oktober 2025. Tim Ditresnarkoba Polda Kalbar berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan berat mencapai 499,16 gram.


Kabidhumas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa tindakan hukum ini merupakan bagian dari upaya besar institusi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari pengaruh barang haram.


"Kami tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkotika. Setiap pelanggaran hukum akan kami tindak secara profesional dan tuntas. Langkah ini adalah wujud pertanggungjawaban kami kepada masyarakat dalam menjaga integritas dan wibawa hukum di Kalimantan Barat," tegas Bambang.


Sebelumnya, MA sempat mengajukan gugatan Praperadilan di Pengadilan Negeri Pontianak terkait prosedur penanganan perkaranya. Namun, berdasarkan putusan nomor 3/Pid.Pra/2026/PN Ptk yang dibacakan pada Senin (9/2/2026), Hakim menyatakan menolak permohonan tersebut untuk seluruhnya dan menegaskan bahwa seluruh langkah penyidikan telah sah secara hukum.


Meski proses pidana terus berjalan, secara internal institusi juga telah mengambil langkah tegas melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP). Berdasarkan hasil sidang pada Rabu (11/2/2026), MA dinyatakan terbukti melanggar norma hukum dan etika sesuai dengan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022.


Atas perbuatannya yang menyimpan dan mengedarkan narkotika jenis sabu, Komisi Kode Etik merekomendasikan sanksi berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Keputusan ini diambil sebagai bentuk konsekuensi atas pelanggaran yang mencoreng nilai-nilai institusi.


Saat ini, berkas perkara MA telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Tinggi Kalbar. Tersangka beserta barang bukti telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Pontianak. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara pidana, MA kini menjalani penahanan di Lapas Kelas IIA Sungai Raya.


Kabidhumas menambahkan bahwa Ditresnarkoba Polda Kalbar selama periode awal tahun 2026 ini telah berhasil mengungkap dan menindak tegas tindak pidana narkoba di Kalimantan Barat dengan menyita barang bukti narkotika sebanyak 28.124,84 gram dan mengamankan 19 orang tersangka.


“Ini semua merupakan komitmen kami dalam memberantas serta menindak tegas segala bentuk peredaran gelap narkotika yang terjadi di Wilayah Hukum Polda Kalbar,” pungkas Bambang.

Red W86 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *