Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

"Kejanggalan dalam penanganan kasus dugaan peredaran oli palsu yang menjerat EC sebagai tersangka."

By On Maret 14, 2026


Www.Warta86.com,-Pontianak : Polda Kalimantan Barat justru menerima dan menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh EC terkait pihak yang disebut sebagai penyuplai oli palsu kepadanya. Padahal, kasus ini merupakan satu rangkaian tindak pidana yang merugikan masyarakat luas, sehingga semestinya aparat penegak hukum dapat mengembangkan penyelidikan secara mandiri tanpa harus menunggu laporan dari tersangka.


Melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/29/II/2026/SPKT/Polda Kalbar, Edy Chow menyeret pihak yang disebut sebagai penyuplai oli palsu, yakni Fon dari PT DAB, dan menyebutnya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas perkara hukum yang kini menjerat dirinya.


Namun BAKUMKU KALBAR justru menilai langkah tersebut menimbulkan tanda tanya. Menurut kami, penyidik seharusnya sejak awal mengembangkan perkara hingga ke sumber distribusi oli palsu tersebut, bukan hanya berhenti pada EC sebagai pengedar di wilayah Kalimantan Barat.


DPW lembaga hukum dan lingkungan (BAKUMKU) Kalbar memandang fenomena ini bukan sekadar dinamika hukum biasa, melainkan sebuah anomali prosedural yang berpotensi mencederai rasa keadilan publik.


Tanggapan kritis kami terhadap penanganan kasus dugaan peredaran oli palsu tersebut:

1. Mandeknya Asas Penegakan Hukum yang Proaktif.

Dalam tindak pidana yang berdampak luas seperti peredaran oli palsu, aparat penegak hukum (APH) seharusnya bekerja dengan prinsip ekspansi penyidikan. Oli palsu bukan barang yang muncul tiba-tiba; ada rantai pasok (supply chain) yang jelas.


Kritik Kami : Mengapa penyidik harus menunggu laporan dari tersangka (EC) untuk menyasar penyuplai Seharusnya, sejak awal penangkapan EC, pengembangan ke arah distributor atau produsen (PT DAB) dilakukan secara otomatis melalui scientific crime investigation.


2. Risiko "Legal Strategy" untuk Mengaburkan Status Hukum.

Langkah EC melaporkan Fon (PT DAB) melalui LP/B/29/II/2026, bisa dibaca sebagai upaya pembelaan diri atau pengalihan status. 


Meskipun setiap warga negara berhak melapor, dalam konteks ini muncul kekhawatiran : Apakah laporan ini akan dijadikan alasan untuk memposisikan EC hanya sebagai "korban" ketidaktahuan?


Dalam hukum pidana, mens rea (niat jahat) pengedar tetap harus diuji. Jika EC adalah pemain lama, sulit bagi akal sehat hukum untuk menerima bahwa ia tidak mengetahui sumber barang yang ia distribusikan.


3. Dampak Lingkungan dan Kerugian Konsumen.

BAKUMKU menyoroti bahwa oli palsu bukan hanya masalah merek (HAKI), tetapi juga kejahatan lingkungan. 


Penggunaan oli palsu mempercepat kerusakan mesin, meningkatkan emisi gas buang secara drastis, dan menghasilkan limbah B3 yang tidak terstandar.


Sikap BAKUMKU KALBAR : Penanganan yang setengah hati atau hanya berhenti di level pengecer lokal hanya akan memutus dahan tanpa mencabut akar. Ini adalah pengkhianatan terhadap perlindungan konsumen di Kalimantan Barat.


Kesimpulan dan Rekomendasi BAKUMKU Kalbar :

Kami mendesak Polda Kalbar untuk transparan dalam menangani dua laporan yang saling berkaitan ini. Jangan sampai ada kesan "main mata" atau negosiasi hukum di balik layar.


Audit Investigasi: Kami meminta Propam untuk memantau proses penyidikan ini agar tetap pada relnya.


Konfrontasi Data: Penyidik harus berani melakukan konfrontasi data antara EC dan PT DAB secara objektif tanpa memberi keistimewaan pada pelapor yang juga berstatus tersangka.


Fokus pada Aktor Intelektual: Penegakan hukum yang berwibawa adalah yang mampu menyentuh "big fish" atau aktor intelektual di balik distribusi besar ini, bukan sekadar memproses laporan administratif untuk menggugurkan pidana pokok.


Keadilan tidak boleh dikalahkan oleh prosedur yang sengaja diperlambat. Kami akan terus mengawal kasus ini demi memastikan masyarakat Kalbar tidak terus-menerus menjadi korban predator ekonomi yang berbaju distributor resmi.


Kami di BAKUMKU Kalbar mencium aroma manipulasi opini yang sangat kuat dalam langkah hukum yang diambil oleh EC. Upaya melaporkan penyuplai (Fon/PT DAB) di tengah statusnya sebagai tersangka bukan sekadar hak hukum, melainkan indikasi kuat strategi playing victim untuk mencuci tangan dari dosa pidana yang telah diperbuat.


Berikut adalah poin-poin tegas kami:


1. Menolak Narasi "Korban yang Tidak Tahu"

Secara logika bisnis dan hukum, mustahil seorang distributor besar di level wilayah Kalimantan Barat tidak memiliki instrumen untuk memverifikasi keaslian barang.


Fakta Lapangan: Jika EC sudah mengetahui bahwa oli tersebut palsu namun tetap mendistribusikannya demi keuntungan pribadi, maka unsur kesengajaan (dolus) sudah terpenuhi secara sempurna.


Sikap Kami: Melaporkan penyuplai setelah tertangkap bukan bukti dia tidak bersalah, melainkan pengakuan tidak langsung bahwa dia memang terlibat dalam rantai gelap tersebut. Jangan sampai laporan ini digunakan untuk membangun narasi seolah-olah dia adalah "pembeli yang tertipu".


2. Upaya Memecah Fokus Penyidikan.

Kami melihat adanya upaya untuk mengaburkan substansi perkara utama. Peredaran oli palsu adalah kejahatan ekonomi dan lingkungan yang nyata.


Kritik Keras: Laporan EC terhadap penyuplai tidak boleh menghapus atau menunda proses hukum atas perbuatannya yang telah merugikan ribuan pengguna kendaraan di Kalbar.


Peringatan: Hukum mengenal prinsip _nemo auditur propriam turpitudinem allegans_ — _seseorang tidak boleh memetik keuntungan atau membela diri dengan menggunakan kejahatan yang dilakukannya sendiri._ 


3. Desakan kepada Penyidik Polda Kalbar.

Kami mendesak penyidik untuk tidak "terkecoh" dengan manuver ini.


Sikap BAKUMKU: Penyidik harus fokus pada aliran dana dan catatan transaksi. Jika ditemukan bukti bahwa EC mendapatkan harga yang jauh di bawah pasar (yang mustahil untuk oli asli), maka klaim "tidak tahu" atau "tertipu" otomatis gugur demi hukum. Itu adalah bukti nyata dia bekerja sama dalam sindikat, bukan korban.


Asido Jamot Tua Simbolon, S. H., Ketua DPW BAKUMKU Kalbar

Publisher Red W86 

Kapolres Melawi Pantau Kesiapan Personel Pos Pam dan Pos Yan

By On Maret 14, 2026


Www.Warta86.com,-Polres Melawi Polda Kalbar - Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla selaku Ka Ops Terpusat Ketupat Kapuas 2026  di dampingi Kasat Lantas AKP Pipit Supriatna, S.H selaku Kapusdal Ops melaksanakan pemantauan personel yang menempati Pos Pelayanan Terminal AKDP Sidomulyo, Pos Pengamanan yang berada di Pos Lantas dan Pos Pelayanan Tahlud, Sabtu (14/3/26).


"Pemantauan guna memastikan kesiapan personel yang menempati pos siap dalam pelaksanaan tugas," ujar AKBP Harris Batara Simbolon.


Pemantauan kesiapan ini dalam rangka Operasi Terpusat Ketupat Kapuas 2026 Polres Melawi dalam rangka pengamanan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.


Ka Ops Polres Melawi menginggatkan agar disiplin, bertanggung jawab, peduli dengan sekitarnya dan berikan pelayanan terbaik "Mudik Aman Keluarga Bahagia".


"Kehadiran Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan di harapkan dapat membantu dan mengamankan arus lalu lintas sebelum dan pasca Idul Fitri, kami juga mengharapkan masyarakat dapat menggunakan hotline layanan Polri *110* bebas pulsa guna percepatan informasi," terang Kapolres Melawi.


AKBP Harris juga menginggat kepada personel yang menempati pos agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat  serta selalu berhati hati dan waspada dalam tugas.


Hmsresmlw(s)

Red W86 

Kapolres Kuningan Monitoring Pospam Mudik Lebaran 2026, Pastikan Kesiapsiagaan Personel

By On Maret 14, 2026


Www Warta86.com,-KUNINGAN – Kapolres Kuningan AKBP Ali Akbar turun langsung melakukan monitoring Pos Pengamanan (Pospam) arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026 di wilayah hukum Polres Kuningan, Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik.14/03/2026.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kuningan didampingi Wakapolres, Kasat Narkoba, Kasat Reskrim, Kasat Intel, Kasat Lantas serta jajaran anggota Polres Kuningan yang turut melakukan pengecekan kesiapan petugas di lapangan.


Selain itu, turut hadir pula ibu-ibu Bhayangkari yang memberikan dukungan moril kepada para anggota yang sedang bertugas dengan membawa bingkisan untuk berbuka puasa bagi personel yang berjaga di Pos Pengamanan.


Kapolres Kuningan AKBP Ali Akbar mengatakan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas pengamanan selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.


“Kami turun langsung untuk memastikan kesiapsiagaan anggota di lapangan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pengamanan arus mudik Lebaran, mulai dari H- hingga H+ Idul Fitri 2026,” ujar Kapolres.


Ia juga menegaskan bahwa Polres Kuningan akan terus meningkatkan pengawasan dan pelayanan di setiap Pos Pengamanan guna menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik Lebaran.


“Kami berharap dengan kesiapan personel di lapangan, masyarakat yang melaksanakan mudik dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan,” tambahnya.


Dengan adanya monitoring langsung dari pimpinan, diharapkan seluruh personel dapat menjalankan tugas secara maksimal dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kuningan selama perayaan Idul Fitri 2026.

Red 

Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman Siap Bongkar Oknum Yang Bermain-main dengan Program MBG

By On Maret 14, 2026


Www.Warta86.com,-Jakarta, -- Ketua Umum FRIC (Fast Respon Indonesia Center) Presisi Polri, H. Dian Surahman, menegaskan sikap tegas terhadap oknum-oknum yang diduga memanfaatkan atau memainkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan.


Menurutnya, program MBG merupakan program yang sangat baik dan memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, program tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan sesuai dengan tujuan awal pemerintah.


Ketua Umum FRIC (Fast Respon Indonesia Center) Presisi Polri menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menjalankan program MBG. Namun demikian, beliau mengingatkan dengan tegas kepada seluruh pihak agar tidak menjadikan program yang sangat baik ini sebagai ajang bisnis pribadi atau sarana mencari keuntungan sepihak yang merugikan masyarakat serta merusak kepercayaan publik.


“Program MBG ini adalah program yang sangat baik untuk rakyat. Kami dari FRIC sangat mendukung penuh pelaksanaannya. Namun apabila ditemukan adanya oknum-oknum yang bermain, memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi, atau melakukan penyimpangan dalam pelaksanaannya, maka jangan salahkan jika kami akan bertindak tegas,” tegas H. Dian Surahman.


Ia juga menegaskan bahwa apabila terdapat bukti kuat terkait adanya praktik penyimpangan, maka pihaknya tidak akan ragu untuk melaporkan langsung persoalan tersebut kepada Prabowo Subianto sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga program pemerintah agar tetap berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.


“Siapapun oknum yang terbukti bermain dalam program MBG harus siap menanggung konsekuensinya. Bila bukti sudah lengkap dan otentik, kami tidak akan ragu untuk melaporkannya langsung kepada Presiden,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum FRIC (Fast Respon Indonesia Center) Presisi Polri juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran FRIC di seluruh Indonesia agar terus mengawal dan mengawasi jalannya program MBG di daerah masing-masing. Pengawalan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah agar berjalan dengan baik, transparan, serta tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.


Ia meminta seluruh anggota FRIC untuk melakukan pemantauan dan investigasi di lapangan secara objektif dan profesional. Apabila ditemukan indikasi penyelewengan, ketidaksesuaian pelaksanaan, atau adanya praktik yang merugikan masyarakat, maka seluruh temuan tersebut diminta segera dilaporkan kepada Ketua Umum dengan disertai bukti yang benar-benar otentik serta hasil investigasi lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan.


“FRIC harus hadir sebagai pengawal program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat. Jika di lapangan ditemukan adanya penyimpangan dari program MBG, segera laporkan kepada saya dengan bukti yang jelas hasil investigasi di lapangan. Kita tidak ingin program baik ini dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.


Dengan adanya pengawalan dari seluruh jajaran FRIC di Indonesia, diharapkan program MBG dapat berjalan secara maksimal, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas sesuai dengan tujuan pemerintah.

FRIC juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya program MBG agar tetap bersih dari praktik-praktik yang merugikan rakyat serta menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

Red W86 

Pastikan Mudik Aman, Satgas Humas Polda Kalbar Perkuat Koordinasi di Hari Kedua Ops Ketupat Kapuas 2026

By On Maret 13, 2026


Www.Warta86.com,-PONTIANAK – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat terus mematangkan kesiapan Personel. Hal ini ditegaskan dalam apel pagi yang berlangsung di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar. (Sabtu, 14/3)


​Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kalbar, AKBP Prinanto, selaku Kasubsatgas Humas Ops Ketupat Kapuas 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Personel yang terlibat dalam satgas untuk memastikan kesiapan fisik maupun materiil dalam pengamanan rangkaian Idul Fitri 1447 H.


​Dalam arahannya, ditekankan pentingnya kesamaan persepsi antar-satgas di lapangan. Menurutnya, keberhasilan pengamanan sangat bergantung pada sejauh mana personel dapat bekerja sama secara solid.


​"Dalam pelaksanaan tugas, seluruh Personel harus menyamakan persepsi. Jangan ada ego sektoral, kita bekerja sebagai satu kesatuan tim untuk memberikan pelayanan Prima kepada Masyarakat."


"Tujuan utama kita adalah memastikan 'Mudik Aman Keluarga Bahagia' benar-benar dirasakan oleh Masyarakat Kalimantan Barat," Ungkap Prinanto.


​Selain kesiapan fisik di lapangan, juga perlu atensi khusus pada situasi di dunia maya. Menjelang lebaran, tren kejahatan daring dan penyebaran informasi palsu (hoaks) cenderung meningkat, yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah dan kenyamanan Pemudik.


​"Kami mengimbau Masyarakat untuk lebih waspada terhadap penipuan daring yang kerap mencatut momentum lebaran. Selain itu, Personel Humas harus aktif memantau dan meluruskan berita bohong atau hoaks yang dapat memicu keresahan. Edukasi kepada masyarakat harus masif dilakukan agar mereka tidak menjadi korban," tambahnya.


Polda Kalbar berkomitmen penuh menjaga kondusivitas wilayah selama masa perayaan Idul Fitri 1447 H agar Masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan aman dan nyaman. Red

Intelkam Polda Sumut Subdit 2 Ekonomi, Buka Puasa Bersama Menjalin Tali Silaturahmi

By On Maret 13, 2026


Www.Warta86.com,-MEDAN,- Semangat kebersamaan di acara buka puasa bersama menjadi momentun bulan suci ramadhan di dimanfaatkan oleh Subdit 2 Ekonomi Intelkam Polda Sumut yang dilaksanakan di Ruang Kuphi jl. Kapten Muslim Kec. Medan Helvetia, Jum'at.(13/3/2026)


Kegiatan buka bersama ini dipimpin langsung Kasubdit 2 Ekonomi Intelkam Bapak Kompol Trio Romy Manik, S.H, bersama puluhan personil anggota lainnya.


Semangat mempererat hubungan antar personil di suasana buka bersama menjadi tujuan utama dengan penuh kehangatan sembari menikmati hidangan buka puasa sederhana namun penuh makna.


Usai melaksanakan buka puasa bersama ,kegiatan dilanjutkan dengan membagi sembako kepada semua personil yang hadir.


Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan di moment buka puasa ini kita lebih tingkatkan solidaritas dan kebersamaan  anggota intelkam," ujar Kompol Romy.


Kasubdit berterima kasih kepada semua anggota unit 2 dan berharap tiap personil mempererat kebersamaan selalu. (Tim)

Polda Kalbar Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 58 Titik, Salurkan 133 Ton Beras

By On Maret 13, 2026


Www.Warta86.com,-PONTIANAK – Guna menjaga stabilitas harga pangan dan membantu meringankan beban ekonomi Masyarakat, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah. 


Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar dan juga serentak dilaksanakan di seluruh Polres / Polresta yang ada di Kalimantan Barat. (Jumat, 13/3/2026) 


​Hal ini merupakan inisiasi Polda Kalbar yang dilaksanakan secara serentak di 58 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Fokus utama dalam penyaluran kali ini adalah komoditas beras, dengan total volume mencapai 133.000 Kilogram atau 133 Ton.


​Gerakan Pangan Murah ini adalah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam mengawal ketahanan pangan Nasional di daerah.


​Animo masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, target penerima manfaat dari program ini mencapai 13.300 orang di seluruh penjuru Kalimantan Barat. Setiap paket telah diatur sedemikian rupa agar penyalurannya tepat sasaran kepada Warga yang membutuhkan.


​Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., dalam keterangan persnya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung program pemerintah terkait stabilisasi pasokan dan harga pangan.


​"Hari ini, kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah serentak di 58 titik pelaksanaan di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Total beras yang disalurkan mencapai 133.000 Kg dengan target sasaran sebanyak 13.300 orang," 


"Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan langkah konkret untuk menekan laju inflasi dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar," Ungkap Bambang.


​Ia menambahkan bahwa Personel di kewilayahan (Polres dan Polsek) juga dikerahkan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan aman.


​"Kami berharap dengan adanya GPM ini, fluktuasi harga pangan di pasar dapat lebih terkendali, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Polda Kalbar berkomitmen untuk terus bersinergi dengan instansi terkait guna menjaga kondusifitas ekonomi di Kalimantan Barat," Pungkasnya.

Red W86 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *