Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab Sejumlah PJU Mabes Polri dan Kapolda

By On Mei 18, 2026


Www.Warta86.com,-Jakarta — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama Mabes Polri serta beberapa Kapolda di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Minggu (17/5/2026).



Dalam kegiatan tersebut, Kapolri melantik Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si. sebagai Kalemdiklat Polri. Selain itu juga dilakukan pelantikan Brigjen Pol Nasri, S.I.K., M.H. sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H. sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara, serta Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.H. sebagai Kapolda Maluku Utara.


Sementara itu, sertijab juga dilaksanakan terhadap Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. sebagai Kapolda NTB menggantikan Irjen Pol Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., kemudian Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K. sebagai Kapolda Bengkulu menggantikan Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., serta Kombes Pol Yudi Arkara Oktabera, S.I.K., M.H. sebagai Kayanma Polri menggantikan Brigjen Pol Abas Basuni, S.I.K., M.H.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier serta penguatan kelembagaan.


“Mutasi jabatan pada institusi polri merupakan bentuk penyegaran sekaligus pengembangan karier personel. Diharapkan para pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat langsung bekerja secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Johnny kepada wartawan di Jakarta Minggu (17/05/2026).


Johnny menambahkan, pergantian pejabat di lingkungan Polri juga menjadi bagian dari upaya institusi untuk terus meningkatkan profesionalitas, soliditas internal, dan efektivitas pelaksanaan tugas di berbagai wilayah.


“Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki para pejabat yang dilantik maupun melaksanakan sertijab hari ini, kami optimistis kinerja organisasi akan semakin baik dan mampu menjawab berbagai tantangan tugas ke depan,” tutupnya.

Red

FRIC Hadir Mencerdaskan Kehidupan Berbangsa Bernegara, Negara Kuat TNI dan Polri Bersatu .

By On Mei 18, 2026


Www.Warta86.com,-Jakarta-FRIC

Fast Respon Indonesia Center terbentuk guna mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara , dan bertujuan perkuat persatuan dan kesatuan . 


Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman melalui Ketua FRIC Jambi menyampaikan "Mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara salah satu dari 4 tujuan negara Indonesia yang tertulis di Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang menjadi tujuan FRIC


Kalimat nya yakni

_"...untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia..." Siapa itu yang berperan yaitu TNI dan Polri bersinergi menjaga negara kita .


Maknanya dari 

 Mencerdaskan yaitu membuat cerdas, bukan cuma pintar akademis . Cerdas intelektual dengan  akses pendidikan layak buat semua warga, dari SD sampai perguruan tinggi.


Sedangkan Cerdas karakter/moral agar paham nilai Pancasila, jujur, tanggung jawab, toleransi.

Cerdas sosial & politik mengerti hak dan kewajiban sebagai warga negara, bisa berpikir kritis, tidak mudah diadu domba.


Kehidupan berbangsa dan bernegara

Berarti proses pencerdasan itu menyentuh semua aspek kehidupan bersama.


Berbangsa yaitu Hubungan antar warga, kebudayaan, persatuan. Jadi tidak mudah terpecah.


Bernegara menjalin hubungan warga dengan negara. Warga paham hukum, bisa partisipasi politik sehat, dan tidak apatis" ungkap Dody


Sambung Dody "Kenapa ini jadi tujuan negara?

Karena bangsa yang bodoh gampang dijajah, gampang dibohongi, dan nggak bisa mandiri. Bung Karno bilang: _"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."_ 


Itu sebabnya pendidikan, literasi, dan pembentukan karakter jadi tugas negara. Bukan cuma sekolah, tapi juga lewat media, kebudayaan, hukum, dan kebijakan publik.


Contoh wujudnya sekarang ini dengan Wajib belajar 12 tahun.

Program beasiswa KIP, PIP.

Literasi digital dan anti-hoak.

Pendidikan Pancasila & kewarganegaraan di sekolah.


Intinya negara tidak cuma urusan  perut kenyang lewat ketahanan pangan, tapi juga jaga otak biar tidak kosong. Keduanya harus jalan bersamaan biar bangsa ini kuat.


Maka peran dari FRIC bagaimana negara kuat rakyat makmur adalah TNI dan Polri harus bersinergi , rakyat bijak dan tidak mudah terpecah belah. " Mari bersama bijak bermedia sosial , jangan terprovokasi , TNI dan Polri bergandengan tangan untuk menjaga bumi Nusantara , Pemerintah bijak dengan aturan dan paling penting anggaran dan gaji  jangan lagi dipangkas bila perlu dinaikkan. FRIC siap untuk Bumi Nusantara  " pungkas Dody

Red

Amarullah Respons Ketua Komisi IV DPRD Madina, Tegaskan Sengketa Informasi Desa Malintang Jae Bukan Sekadar Pembinaan

By On Mei 18, 2026


Www.Warta86.com,-Mandailing Natal, ~ Pernyataan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Mandailing Natal, Salman, terkait polemik sengketa informasi publik Desa Malintang Jae mendapat tanggapan dari Muhammad Amarullah selaku pemohon informasi publik dalam perkara tersebut. Amarullah menilai respons yang disampaikan masih perlu dipertegas agar tidak berhenti sebatas imbauan pembinaan administratif.


Menurut Amarullah, langkah Ketua Komisi IV yang meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Inspektorat melakukan pembinaan memang patut diapresiasi. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan yang sedang terjadi bukan lagi sekadar miskomunikasi administrasi pemerintahan desa.


“Ini bukan lagi sekadar persoalan pembinaan biasa. Putusan Komisi Informasi sudah inkrah dan PTUN Medan juga sudah mengeluarkan surat peringatan. Jadi yang dibutuhkan publik saat ini adalah ketegasan pengawasan,” ujar Muhammad Amarullah kepada jurnalis.


Amarullah menilai Komisi IV DPRD Mandailing Natal seharusnya dapat mengambil peran lebih aktif dalam memastikan badan publik desa mematuhi prinsip keterbukaan informasi publik. Sebagai lembaga pengawasan, DPRD dinilai memiliki tanggung jawab moral dan politik dalam menjaga hak masyarakat terhadap informasi pemerintahan desa.


Ia juga menyoroti pentingnya sikap tegas terhadap aparatur pemerintahan yang dinilai tidak menjalankan kewajiban pelayanan informasi publik. Menurutnya, penyelesaian persoalan transparansi desa tidak cukup hanya melalui imbauan normatif, tetapi perlu diikuti langkah pengawasan konkret dan evaluasi kelembagaan.


“Harapan kita tentu DPRD tidak hanya mendorong pembinaan, tetapi juga memastikan ada evaluasi nyata terhadap kepatuhan badan publik desa terhadap undang-undang keterbukaan informasi,” katanya.


Meski demikian, Amarullah tetap menghargai perhatian Ketua Komisi IV DPRD Mandailing Natal terhadap perkara tersebut. Ia berharap pernyataan yang telah disampaikan Salman dapat menjadi pintu awal bagi penguatan pengawasan DPRD terhadap tata kelola pemerintahan desa di Mandailing Natal.


Di sisi lain, Amarullah menilai polemik ini seharusnya menjadi momentum perbaikan sistem pelayanan informasi publik di tingkat desa. Sebab, keterbukaan informasi bukan hanya menyangkut administrasi pemerintahan, tetapi juga menyentuh kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran dan tata kelola desa.


Sebelumnya, PTUN Medan resmi melayangkan surat peringatan kepada Kepala Desa Malintang Jae terkait pelaksanaan putusan sengketa informasi publik yang telah berkekuatan hukum tetap. Pengadilan juga memberikan tenggat waktu pelaksanaan putusan dan membuka kemungkinan penerbitan penetapan eksekusi apabila kewajiban tersebut tidak dijalankan.

(Magrifatulloh).

BNN MENANG TELAK DALAM SIDANG PRAPERADILAN BANDAR NARKOTIKA DI PALEMBANG

By On Mei 18, 2026


Www Warta86.com,-Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali meraih kemenangan dalam sidang praperadilan yang diajukan tersangka bandar narkotika, Angga Prasetyo, terkait penanganan perkara jaringan narkotika di Palembang. Permohonan praperadilan dengan Nomor: 9/Pid.Pra/2026/PN Plg yang diajukan Angga Prasetyo melalui kuasa hukumnya, Zulfatah, S.H., dkk, ditolak seluruhnya oleh Pengadilan Negeri Palembang.


Sidang yang dipimpin Hakim Tunggal Oloan Exodus Hutabarat, S.H., M.H., tersebut menguji keabsahan penetapan tersangka, penangkapan, penahanan, penyitaan, hingga proses penyidikan yang dilakukan penyidik BNN terhadap Angga Prasetyo. Namun, seluruh dalil permohonan pemohon dinyatakan tidak dapat diterima.


Kasus ini bermula dari pengungkapan yang dilakukan BNN Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2025 terhadap tersangka Zupiyadi dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 15.000 gram. Dari pengembangan kasus tersebut, petugas berhasil menangkap empat tersangka yang terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika.


Pengembangan penyidikan kemudian mengungkap peran penting Angga Prasetyo sebagai pengendali jaringan narkotika di wilayah Palembang. Berdasarkan hasil penyidikan, BNN Provinsi Sumatera Selatan melakukan penangkapan terhadap Angga Prasetyo pada Maret 2026.


Upaya hukum melalui praperadilan yang diajukan Angga Prasetyo pun berakhir gagal. Bahkan, ini menjadi kali kedua kuasa hukum Zulfatah, S.H., mengajukan praperadilan terhadap BNN dan seluruh permohonannya kembali ditolak pengadilan.


Tim Kuasa Hukum BNN yang dipimpin Direktur Hukum BNN, Brigjen Pol Dr. Agus Rohmat, menegaskan bahwa kemenangan ini menjadi bukti penanganan perkara narkotika oleh BNN dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum.


Keberhasilan ini menjadi bukti keseriusan BNN dalam memberantas narkotika, tidak hanya melalui penangkapan pelaku, tetapi juga dengan menelusuri dan melumpuhkan seluruh jaringan hingga ke pengendalinya.


#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Publisher Red W86 

Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC Men’s Volleyball Championship 2026, Tumbangkan  Foolad Sirjan 3-1

By On Mei 17, 2026


Www.Warta86.com,-PONTIANAK, KALBAR — Tim  Jakarta Bhayangkara Presisi sukses mengukir sejarah sebagai Juara  AVC nen's 2026 setelah meraih kemenangan gemilang atas tim asal Iran, Foolad Sirjan Iranian, dengan skor 3-1 dalam laga Grand Final AVC Men’s Volleyball Championship yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat. Minggu(17/5).


Pertandingan yang berlangsung sengit sejak set pertama ini menyajikan duel berkualitas tinggi. Bhayangkara Presisi tampil solid dengan kombinasi serangan tajam dan pertahanan disiplin, mampu mengatasi perlawanan kuat dari Foolad Sirjan yang dikenal sebagai salah satu tim elit Asia.


Manager tim Jakarta Bhayangkara Presisi, Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Kemenangan ini bukan hanya milik kami, tetapi juga untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya usai pertandingan.


Ia juga menambahkan bahwa penyelenggaraan event AVC Men’s di Pontianak memberikan dampak besar bagi daerah. Menurutnya, ajang internasional ini berhasil mengangkat nama Kalimantan Barat di mata dunia.

“Berkat event AVC Men’s ini, sekarang Pontianak, Kalbar, menjadi pusat perhatian dunia,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Seksi Pertandingan, Kombes Pol Agung Setyo Wahyudi, memastikan bahwa seluruh rangkaian pertandingan berjalan dengan lancar dan sukses. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari seluruh panitia, masyarakat Kalbar dan  para penonton yang hadir memadati arena pertandingan, terutama pada malam grand final hari ini.


“Pertandingan hari ini berjalan lancar dan sukses. Terima kasih kepada para penonton yang telah datang meramaikan malam grand final ini,” katanya.


Atmosfer pertandingan terasa spektakuler  dengan dukungan langsung dari masyarakat yang hadir memenuhi venue. Sorak sorai penonton menjadi energi tambahan bagi para pemain yang tampil maksimal hingga akhir laga.


Keberhasilan Jakarta Bhayangkara Presisi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga voli di Indonesia. Selain itu, suksesnya penyelenggaraan turnamen ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Pontianak, mampu menjadi tuan rumah event olahraga berskala internasional.


"Podium juara  ini menjadi catatan penting dalam sejarah voli nasional sekaligus mempertegas posisi Indonesia di kancah olahraga Asia. Dengan dukungan publik yang besar dan penyelenggaraan yang profesional  diharapkan event serupa dapat terus digelar untuk mendorong prestasi atlet serta memperkenalkan Indonesia ke panggung dunia." tutup Agung

Red

Sinergi Pejuang Kedaulatan: Membedah Pertemuan Wilson Lalengke dengan Forum Kader Bela Negara

By On Mei 16, 2026


Www.Wwrta86.com,-Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk dinamika global yang kian tak menentu, sebuah momentum sakral terjadi di kediaman Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, pada Rabu, 13 Mei 2026. Hari itu, aktivis hak asasi manusia internasional ini menerima kunjungan tim Forum Kader Bela Negara (FKBN) yang dipimpin oleh Bung Angga.


Pertemuan yang difasilitasi oleh anggota FKBN, Wardiyansyah, ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah konvergensi pemikiran antara dua elemen penting bangsa. Dalam sambutannya, Wilson Lalengke menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan FKBN. Ia menilai bahwa pertemuan ini adalah bukti nyata bahwa semangat menjaga negara tidak pernah padam.


“Saya sangat menghargai kunjungan ini. Semoga menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun sinergi antara dua pejuang kebebasan. Kita harus bersatu, saling melengkapi, dan bersama-sama melahirkan karya yang bermanfaat bagi bangsa,” tegas Wilson Lalengke kepada para sahabat dari FKBN yang mengunjunginya.


Suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang menyelimuti pertemuan tersebut menjadi simbol nyata dari persatuan nasional. Kehadiran FKBN di kediaman Wilson Lalengke menandai awal dari sebuah langkah kolaborasi strategis yang berorientasi pada ketahanan nasional, kemanusiaan, dan kejayaan Indonesia. Ketum PPWI itu berharap kerja sama ini dapat melahirkan program-program konkret yang menyentuh masyarakat, memperkuat ketahanan sosial, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air di setiap lapisan bangsa.


*Filsafat Kebangsaan: Persatuan dalam Aksi Nyata*


Wilson Lalengke menyambut rombongan dengan penuh penghormatan, memandang kehadiran mereka sebagai manifestasi dari semangat cinta tanah air yang tak pernah padam. Dalam sambutannya, beliau menekankan betapa pentingnya pertemuan ini sebagai fondasi bagi karya-karya produktif di masa depan, menjadi tonggak sejarah baru dalam membangun kerja sama sinergis antara para pejuang kemerdekaan dan keadilan demi masyarakat dan negara.


Harapan ini selaras dengan esensi Pancasila, khususnya sila ketiga, "Persatuan Indonesia". Dalam filsafat Pancasila, persatuan bukanlah sekadar kata benda, melainkan kata kerja (gotong royong) yang menuntut aksi kolektif untuk melindungi tumpah darah Indonesia.


*Tanggung Jawab dan Ketahanan Nasional*


Pertemuan antara seorang aktivis HAM dan kader bela negara mencerminkan dialektika filosofis yang menarik. Di satu sisi, Wilson Lalengke membawa perspektif perlindungan hak individu, sementara FKBN membawa perspektif kewajiban kolektif terhadap negara.


Hal ini mengingatkan kita pada pemikiran Jean-Jacques Rousseau mengenai Kontrak Sosial. Rousseau berpendapat bahwa kebebasan sejati hanya dapat dicapai ketika individu bersatu untuk membentuk kemauan umum (volonté générale) demi kebaikan bersama. Dalam konteks ini, bela negara bukanlah pengekangan kebebasan, melainkan cara untuk menjamin agar kebebasan tersebut dapat terus eksis di bawah naungan negara yang berdaulat.


Senada dengan itu, filsuf Immanuel Kant menekankan pentingnya tugas atau kewajiban (deon). Bagi Kant, bertindak demi tugas adalah bentuk tertinggi dari moralitas. Kader bela negara yang bergerak atas dasar kewajiban moral untuk menjaga kedaulatan bangsa adalah manifestasi dari manusia yang beradab dan bertanggung jawab.


Sebagai alumni Lemhannas, Wilson Lalengke memahami betul bahwa ketahanan nasional tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui ketahanan ideologi, sosial, dan budaya. Pandangan beliau yang komprehensif memberikan warna tersendiri dalam diskusi tersebut. Beliau mampu menjembatani antara kebutuhan akan perlindungan HAM dengan kebutuhan strategis negara untuk tetap kokoh menghadapi ancaman internal maupun eksternal.


Filsuf Yunani kuno, Plato, dalam karyanya The Republic, menekankan bahwa sebuah negara yang ideal membutuhkan para "penjaga" (guardians) yang memiliki keberanian sekaligus kebijaksanaan. Kolaborasi antara Wilson Lalengke dan FKBN menunjukkan upaya untuk melahirkan para penjaga modern yang tidak hanya berani secara fisik, tetapi juga bijaksana secara intelektual dalam membela kepentingan nasional di kancah global.


*Menuju Indonesia Emas: Sinergi Tanpa Batas*


Angga, selaku pemimpin rombongan FKBN, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wilson Lalengke. Ia menilai bahwa pemikiran dan pengalaman Wilson adalah aset berharga yang dapat memperkuat gerakan kebangsaan di seluruh daerah. Kunjungan ini adalah langkah konkret untuk menyatukan visi dan memperkuat jaringan persaudaraan yang melampaui sekat-sekat sektoral.


Filsuf Aristoteles pernah mengatakan bahwa "Manusia pada alamnya adalah makhluk sosial (Zoon Politikon)". Oleh karena itu, sinergi adalah keniscayaan. Kekuatan individu yang terfragmentasi tidak akan pernah menandingi kekuatan kolektif yang terorganisir dengan visi yang jelas.


Pertemuan tersebut ditutup dengan sebuah janji suci untuk menerjemahkan gagasan menjadi aksi. Komitmen untuk saling mendukung dalam pengabdian kepada negara telah diletakkan. Kini, kedua belah pihak bersiap untuk melahirkan karya-karya agung yang akan menjadi bukti bahwa cinta tanah air, bila dikelola dengan kecerdasan dan integritas, akan mampu membawa Indonesia menuju kejayaan yang berkeadilan dan sejahtera.


Sinergi ini adalah pohon kebaikan yang baru saja ditanam. Dengan perawatan yang konsisten, ia akan tumbuh menjadi pelindung yang rindang bagi seluruh rakyat Indonesia, sejalan dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa. (WAR/Red)

Penangkapan Bandar Narkoba di Siabu, GM GRIB Jaya Duga Ada Jaringan Terorganisir Dan Desak Polres Madina Bongkar Aktor Besar dibaliknya

By On Mei 16, 2026


Www.Warta86.com,-Ketua GM GRIB Jaya Mandailing Natal, Sutan Paruhuman, melontarkan kritik tajam sekaligus desakan terbuka kepada Polres Mandailing Natal agar pengungkapan kasus narkotika di Kecamatan Siabu tidak berhenti pada penangkapan pelaku lapangan semata. Ia menilai, kasus tersebut merupakan sinyal serius adanya dugaan jaringan narkotika terorganisir yang selama ini bergerak secara sistematis di wilayah Mandailing Natal.


Desakan itu disampaikan menyusul penangkapan dua terduga bandar sabu dan ganja pada Rabu malam, 13 Mei 2026. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan dua pelaku berinisial B, warga Desa Sidojadi, Kecamatan Bukit Malintang, dan S, warga Desa Bonandolok, Kecamatan Siabu, dengan barang bukti narkotika yang disebut berkisar antara 140 hingga 160 gram.


Tidak hanya itu, aparat juga menemukan dugaan modus penyembunyian barang bukti di dalam alat semprot pertanian, yang dinilai menunjukkan pola distribusi narkotika yang semakin terselubung dan terstruktur untuk menghindari pengawasan aparat penegak hukum.


Menurut Sutan Paruhuman, besarnya barang bukti serta modus penyamaran tersebut menjadi indikasi kuat bahwa perkara ini bukan sekadar aktivitas pengedar kecil, melainkan diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang lebih besar dan terorganisir.


“Publik jangan hanya disuguhkan penangkapan pemain lapangan sementara aktor utama di belakang bisnis haram ini tetap tidak tersentuh. Jika pengungkapan berhenti sampai di sini, maka wajar masyarakat mempertanyakan sejauh mana keseriusan aparat dalam membongkar jaringan narkotika di Mandailing Natal,” tegas Sutan Paruhuman.


Ia menyebut, penggunaan alat semprot pertanian sebagai tempat penyembunyian narkotika menunjukkan bahwa pola peredaran sabu di Madina sudah bergerak dengan metode yang semakin rapi dan sistematis.


“Modus penyembunyian seperti ini bukan pola kerja sembarangan. Ini menunjukkan adanya upaya terstruktur untuk mengelabui aparat. Pertanyaannya sekarang, siapa pengendali utamanya? Siapa pemasok besarnya? Dan apakah ada pihak-pihak tertentu yang selama ini diduga ikut bermain atau menjadi pelindung jaringan tersebut?” lanjutnya.


Sutan Paruhuman juga mengingatkan bahwa maraknya peredaran narkoba bukan lagi sekadar persoalan kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap masa depan sosial dan generasi muda Mandailing Natal.


“Madina tidak boleh dibiarkan perlahan berubah menjadi jalur aman peredaran narkotika. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan haram yang bergerak secara diam-diam namun merusak generasi muda secara masif. Aparat penegak hukum harus menunjukkan keberanian moral dan integritas institusi untuk membongkar perkara ini sampai ke akar,” ujarnya.


GM GRIB Jaya Madina turut mendesak Satresnarkoba Polres Madina agar melakukan pengembangan kasus secara terbuka, profesional, dan menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan lintas daerah maupun aktor intelektual yang hingga kini belum tersentuh proses hukum.


“Kami tidak ingin masyarakat hanya terus melihat penangkapan demi penangkapan tanpa pernah mengetahui siapa otak utama di balik peredaran narkotika di daerah ini. Jika memang ada jaringan besar yang bermain di Mandailing Natal, maka sudah waktunya dibuka secara terang dan ditindak tanpa pandang bulu,” tutup Sutan Paruhuman.

(Magrifatulloh).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *