Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Rakor Linsek Operasi Kewilayahan Liong Kapuas 2026 Digelar, Fokus Pengamanan Imlek 2577 dan Cap Go Meh

By On Februari 14, 2026


Www.Warta86.com,-Ketapang, Polda Kalbar – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) Operasi Kewilayahan Liong Kapuas 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026 di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat. Kegiatan dilaksanakan secara zoom meeting dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Hindarsono, bertempat di Ruang Graha Katulistiwa Polda Kalbar, Kamis 12 Februari 2026.


Rakor tersebut diikuti oleh seluruh Polres jajaran Polda Kalbar dengan melibatkan Forkopimda, para pemangku kepentingan (stakeholder), instansi terkait, tokoh agama (Toga), tokoh adat (Todat), tokoh masyarakat (Tomas), serta panitia Imlek di masing-masing kabupaten/kota jajaran.


Dalam arahannya, Wakapolda Kalbar menekankan bahwa Operasi Liong Kapuas 2026 akan dilaksanakan selama 17 hari, terhitung mulai 16 Februari hingga 4 Maret 2026. Operasi ini melibatkan 700 personel gabungan dari Satgas Polda, 7 Polres prioritas, serta Polres lainnya sebagai imbangan. Adapun tujuan utama operasi adalah mencegah dan menangkal potensi ancaman seperti terorisme, kriminalitas, serta konflik sosial baik vertikal maupun horizontal, sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah serta kegiatan budaya selama rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh.


Usai rakor tingkat Polda, kegiatan dilanjutkan dengan Rakor Linsek tingkat Kabupaten Ketapang yang dilaksanakan di Aula Polres Ketapang, Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Kegiatan ini diikuti oleh Forkopimda Kabupaten Ketapang, stakeholder, instansi terkait, Toga, Todat, Tomas, serta Panitia Imlek Kabupaten Ketapang.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Ketapang yang diwakili Kasat Pol PP H. M. Maryadi Asmui, Dandim 1203 Ketapang yang diwakili Pasi Intel Kapten Oky A.M., S.T., Han, perwakilan Danlanal Ketapang, Kejaksaan Negeri Ketapang, Kesbangpol, Basarnas, BPBD, Ketua MABM H. Tanam, Ketua MABT Susilo Aheng, Ketua MUI KH. Faisol Maksum, Ketua Panitia Pelaksana Imlek 2577, serta Ketua Pelaksana Cap Go Meh 2026.


Dalam paparannya, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyampaikan bahwa di Kabupaten Ketapang terdapat 14 kelenteng, dengan 9 kelenteng menjadi atensi pengamanan. Ia menegaskan bahwa perayaan Imlek 2026 bertepatan dengan masuknya bulan suci Ramadhan, sehingga menjadi tolok ukur pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. “Kami berharap tidak terjadi gangguan maupun gesekan. Mari kita ciptakan dan buktikan bahwa perayaan Imlek 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif hingga selesai,” ujarnya.


Sementara itu, perwakilan Panitia Cap Go Meh Rahmat Efendi menyampaikan bahwa pelaksanaan pawai akan menggunakan satu putaran untuk atraksi naga. Terkait kembang api, panitia tidak menyediakan secara khusus, namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasanya berasal dari partisipasi masyarakat. Ketua MUI Kabupaten Ketapang juga menegaskan pentingnya saling menghargai dan menghormati, serta menyatakan bahwa umat Muslim di Kabupaten Ketapang menghargai perayaan Imlek sebagai bagian dari keberagaman yang ada.


Menutup kegiatan, Kapolres Ketapang kembali mengingatkan agar seluruh masyarakat, khususnya umat Konghucu, Kristen, Katolik, dan Islam yang merayakan momen keagamaan secara bersamaan, saling bertoleransi, menghormati, dan menjaga kondusivitas. “Dengan kebersamaan dan dukungan para tokoh agama serta tokoh masyarakat, kami optimistis situasi kamtibmas Kabupaten Ketapang tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.

Red

Operasi Liong Kapuas 2026 Dimulai, Polres Ketapang Gelar Apel Pasukan Gabungan

By On Februari 14, 2026


Www.Wqrta86.com,-Ketapang, Polda Kalbar – Kepolisian Resor (Polres) Ketapang menggelar apel gelar pasukan Operasi Liong Kapuas 2026 di lapangan Mapolres Ketapang, Jumat (13/02/2026) Pukul 07.30.00 Wib. Apel gelas pasukan tersebut diikuti personil gabungan dari Polres Ketapang, Subden Brimob Ketapang, Kodim 1203 Ketapang, Lanal Ketapang, Dinas Perhubungan, serta personil Sat Pol PPKabupaten Ketapang. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR memimpin secara langsung apel tersebut dimana dalam amanat Kapolda Kalbar yang dibacakannya menyampaikan bahwa Operasi Liong Kapuas 2026 ini akan dilaksanakan selama 17 hari, mulai tanggal 16 Februari hingga 04 Maret 2026. 


" Gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan dan pengecekan kekuatan personil menjelang pengamanan Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026 di wilayah hukum Polda Kalbar dan Jajaran. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memulai rangkaian pengamanan guna menjamin keamanan dan ketenteraman masyarakat Kalbar yang merayakan dengan aman, lancar, tertib dan kondusif.", Ucap Kapolres Ketapang saat membacakan amanat Kapolda Kalbar.


Dilanjutkannya, selama operasi ini, Polda Kalbar mengerahkan 700 personil Polri yang terdiri dari 210 personil Satgas Polda dan 490 personil Satgas Polres. Kapolres Ketapang juga menyampaikan bahwa terdapat 8 daerah operasi yang menjadi fokus pengamanan Liong Kapuas 2026 ini, yaitu Sambas, Bengkayang, Singkawang, Pontianak, Mempawah, Kubu Raya, Sintang dan Ketapang. 


" Untuk di wilayah hukum Polres Ketapang sendiri, kami telah menyiapkan 50 personil yang di back up juga dari personil Polsek jajaran serta 1 pos pengamanan untuk pelaksanaan pengamanan operasi ini dengan fokus mengamankan 9 klenteng dan vihara di wilayah Kota Ketapang dan 5 klenteng di wilayah Kecamatan. Pelaksanaan Operasi Liong Kapuas 2026 ini mengedepankan preemtif dan preventif, dengan fokus pada pengamanan kegiatan ibadah Imlek serta Cap Go Meh, kelancaran arus lalu lintas dan antisipasi potensi gangguan kamtibmas baik dari faktor alam yaitu cuaca, maupun dari faktor lainnya yaitu potensi tindak kejahatan ” Pungkas Kapolres Ketapang.

Publisher Red W86 

Tatap Muka Dirbinmas Dan Kapolres Ketapang Dalam Rangka Binteknis Pengguna Jasa Pengamanan Di Wilayah Hukum Polres Ketapang Bersama Instansi Terkait

By On Februari 14, 2026


Www.Warta86.com,-KETAPANG, Polda Kalbar  – Dalam rangka meningkatkan sinergitas dan profesionalisme penyelenggaraan jasa pengamanan di wilayah hukum Polres Ketapang, telah dilaksanakan kegiatan tatap muka dan Bimbingan Teknis (Binteknis) Pengguna Jasa Pengamanan yang dihadiri langsung oleh Direktur Binmas Polda Kalbar bersama Kapolres Ketapang. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bank Kalbar Kabupaten Ketapang, dan diikuti oleh para pimpinan instansi pemerintah, perbankan, perusahaan swasta, serta badan usaha pengguna jasa pengamanan (12/02/2026).



Kapolres Ketapang  AKBP Muhammad Harris,  S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pengguna jasa pengamanan terkait regulasi, standar operasional, serta tanggung jawab dalam penyelenggaraan satuan pengamanan (Satpam). Ia menegaskan bahwa keberadaan Satpam sebagai mitra Polri memiliki peran strategis dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan kerja masing-masing.



Sementara itu, Dirbinmas Polda Kalbar Kombespol Widernis Herman, S.I.K., M.Si., M.H. menekankan pentingnya legalitas dan peningkatan kompetensi bagi badan usaha jasa pengamanan maupun personel Satpam. Ia mengingatkan agar seluruh pengguna jasa memastikan bahwa tenaga pengamanan yang digunakan telah memiliki kualifikasi, pelatihan, serta sertifikasi yang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, sinergi antara pengguna jasa, badan usaha jasa pengamanan, dan Polri harus terus diperkuat guna mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.



Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan materi terkait peran fungsi Binmas dalam pembinaan dan pengawasan Satpam, mekanisme koordinasi dengan kepolisian, serta evaluasi terhadap pelaksanaan pengamanan di objek vital dan kawasan strategis di wilayah Kabupaten Ketapang.



Kegiatan tatap muka dan binteknis ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta kepatuhan para pengguna jasa pengamanan terhadap regulasi yang berlaku, sehingga tercipta sistem pengamanan yang profesional, humanis, dan selaras dengan kebijakan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Ketapang.



Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara Polri dan seluruh instansi terkait dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Ketapang.

Red W86 

PPWI Berkolaborasi Lintas Elemen Sukseskan Sunatan Massal

By On Februari 14, 2026


Www.Warta86.xom,-Sanggau,

Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Sanggau, Sutrisno, didampingi Anggota PPWI Abang Syapawi, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai elemen yang turut menyukseskan kegiatan sunatan massal tersebut. Sabru 14 pebruari 2026



Menurutnya, kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan banyak pihak. Bantuan obat-obatan diberikan oleh anggota Yonif TP 833/BD, sementara tenaga medis diperbantukan dari Kodim 1204/SGU.

Danramil Meliau, peltu Jamal, turut melakukan pendampingan bersama perwakilan Dinas Kesehatan, Purnawirawan Sarno, guna memastikan seluruh prosedur medis berjalan sesuai standar operasional.

“Kegiatan ini adalah bentuk gotong royong dan kepedulian bersama. Semua tim bekerja sesuai tugasnya masing-masing agar pelaksanaan berjalan aman dan lancar,” ujar Ketua Panitia.


Bentuk Kepedulian Sosial

Sunatan massal ini tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga bagian dari misi sosial untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kegiatan seperti ini dinilai sangat berarti bagi keluarga yang membutuhkan.


Ketua panitia memastikan seluruh prosedur medis dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional, dengan tetap memperhatikan aspek kebersihan, sterilisasi alat, serta keselamatan peserta.



Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara organisasi keagamaan, masyarakat, dan unsur pemerintah dalam menghadirkan aksi sosial yang bermanfaat bagi warga Kabupaten Sanggau.

 Penulis:Tris

Publisher Red W86 

Sungai Surut Kapal Tak Bisa Sandar, BBM di Melawi Tembus Rp 30 Ribu, Abet: Pertamina Jangan Alasan Faktor Alam!

By On Februari 13, 2026


Www.Warta86.com,-NANGA PINOH – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Melawi dan sekitarnya berdampak serius pada jalur distribusi logistik. Debit air Sungai Melawi yang menyusut drastis menyebabkan kapal ponton dan tongkang pengangkut BBM kesulitan bersandar hingga mengakibatkan pasokan tersendat.


Akibat terhambatnya distribusi jalur sungai ini, kelangkaan BBM di Melawi makin parah. Di tingkat pengecer, harga bensin menggila mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per liter. Kondisi ini mendapat respon keras dari salah satu Pemuda Kabupaten Melawi, Abet.


Abet menyadari bahwa faktor alam menjadi kendala, namun ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi alasan pembenaran bagi Pertamina untuk membiarkan rakyat kesulitan.


"Kami paham kondisi sungai sedang surut dan kapal susah sandar. Tapi apakah karena sungai kering, lantas ekonomi rakyat juga harus ikut mati? Pertamina seharusnya sudah punya mitigasi bencana atau rencana cadangan (Plan B) untuk situasi tahunan seperti ini," ujar Abet, [Sabtu/14 Februari 2026 ].


Abet mendesak Pertamina untuk segera mengalihkan jalur distribusi secara masif melalui jalur darat. Ia menilai, ketergantungan pada jalur sungai di musim kemarau sangat berisiko dan rakyatlah yang menjadi korbannya dengan harga yang tidak masuk akal.


"Jangan hanya pasrah menunggu air pasang. Kami minta Pertamina segera maksimalkan armada mobil tangki via jalur darat untuk membackup pasokan yang gagal masuk lewat sungai. Solusi harus cepat, karena harga Rp 30 ribu itu sudah mencekik leher masyarakat," tegasnya.


Ia juga meminta aparat kepolisian mengawal ketat distribusi jalur darat tersebut agar tidak ada oknum yang memanfaatkan isu "kapal kandas" ini untuk menimbun barang dan menaikkan harga seenaknya.

Nh 

Publisher Red W86 

PETI di Tempunak Kabupaten Sintang Masih Masif, Dugaan Kuat Kapolres Sintang Tidak Mengindahkan Atensi Kapolri dan Kapolda Kalbar Tentang Pemberantasan Peti.

By On Februari 13, 2026

 


Sintang, Kalbar - disela-sela hangatnya program pemberantasan pertambangan emas tanpa ijin di Polda Kalimantan Barat, dan atensi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Polisi Pipit Rismanto, untuk memerintahkan kepada Semua jajaran Aparat Penegak Hukum Kepolisian untuk menindak tegas para Penambang Tanpa Ijin yang dapat merusak ekosistem alam, Jum'at (13/2).


Berdasarkan ada Informasi yang berkembang di Kalangan Masyarakat sekitar Tempunak bahwa masih marak kegiatan Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), Tim media ini pun melakukan Investigasi kelapangan langsung untuk keakuratan informasi yang ada.


Mengejutkan, berdasarkan pantauan tim awak media ini di lapangan ternyata informasi awal benar bahwa aktivitas PETI masih Masif, dan ironisnya lagi kegiatan tersebut tidak jauh dari lingkaran Kantor Polsek Tempunak, lebih jelasnya bertepatan di Sebrang Polsek.


Hal ini menjadi kecaman keras salah satu warga yang enggan namanya diungkapkan dan dirahasiakan.


"ya mungkin bapak melihat sendirilah berapa jauh jarak tempuh kantor Polsek dan Aktivitas pertambangan tersebut, kami sangat resah pak dengan suara mesinnya, karna ini dekat pemukiman warga, di sungai lagi pak," ucap salah satu Warga saat di jumpai awak media ini Senin, 9/2/2026.


Ironisnya, warga juga menyampaikan bahwa aktivitas PETI di sungai Kapuas tersebut sudah berjalan cukup lama, dan Statment Kapolda Kalbar tentang Pemberantasan PETI juga hanya bagaikan Omong - omong saja, terbukti hingga hari ini masih marak dan masif di sekitaran Sungai Kapuas Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang.


"Kegiatan PETI itu masih marak dan masif di Sungai pak, pembicaraan pak Kapolda Kalbar mana diindahkan di bawahannya, buktinya masih berjalan dan terang-terangan mereka kerja di sunggai seberang Kantor Polsek Tempunak, mana lah Penambang takut Pak," ujarnya.


"Sikapi hal PETI di Sungai Kapuas ini pak, kami berharap kepada Kapolda benar-benar bertindak tegas terhadap pelaku usaha Pertambangan Emas yang ada, karna dapat merusak ekosistem alam sungai, keruh dan dangkal pak," harap warga.


Saat awak media ini komfirmasi Ke Aparat Penegak Hukum Setempat Kapolsek Tempunak dan Kapolres Sintang melalui Via WhatsApp tidak memberikan tanggapan dan Terkesan GHOSTING.


Penulis: Rabi/Tim.

Ini Penjelasan Kepala Pertamina Depot Sintang, Terkait Kelangkaan BBM Hampir di Seluruh SPBU di Sintang

By On Februari 12, 2026


Www.Warta86.com,-Sintang, Kalbar,-Rizky Firmansyah Kepala Depot Pertamina Sintang turut menghadiri high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sintang pada Jumat, 13 Februari 2026 di Pendopo Bupati Sintang. 

Rizky Firmansyah Kepala Depot Pertamina Sintang menjelaskan sejak Januari sampai pertengah Februari 2026 curah hujan sangat rendah dan menyebabkan air Sungai Kapuas ada di level 2,1 meter.

“sementara agar tugboat Pertamina bisa beroperasi, minimal 4 meter. Dan kita mengandalkan jalur sungai untuk mensuplai BBM ke Sintang. Berkurangnya debit air Sungai Kapuas ini karena kurangnya curah hujan dan terjadi pendangkalan” beber Rizky Firmansyah Kepala Depot Pertamina Sintang

“saat ini, ada tiga kapal berkapasitas 4.500 KL milik Pertamina sedang tertahan di Sanggau dan belum bisa melanjutkan perjalanan ke Field Terminal Sintang untuk mensuplai BBM untuk wilayah hulu. Jadi memang stok yang ada di Sintang  sekarang, hanya untuk stok emergency. Pertamina telah mengupayakan mitigasi, mengoptimalkan mobil tangki kita langsung pengambilan dari Pontianak sehingga terminal di Pontianak kita operasional selama 24 jam” terang Rizky Firmansyah

“mobil tangki kita optimalkan dan saat ini kita juga lagi mencari alternatif terminal emergency di Sanggau. Kita sudah koordinasi dengan Bupati Sanggau untuk mencari terminal alternatif emergency yang dapat kami laksanakan untuk membongkar isi kapal dan dibawa ke Sintang. Saat ini sedang pengkajian keamanan. Jika nanti bisa berlanjut pembongkaran emergency di Sanggau, mungkin bisa kita optimalkan memotong jarak mobil tangki yang sebelum dari Pontianak bisa dari Sanggau” terang Rizky Firmansyah

“kami juga mengoptimalkan armada-armada mobil tangki untuk bisa diambil BBM di Pontianak. Kami menghimbau masyarakat kita agar tidak melakukan panic buying. Insya Allah minyak yang kita kirimkan dari Pontianak itu selalu ada. Tapi mungkin terjadi keterlambatan karena jarak yang jauh dan memerlukan waktu” terang Rizky Firmansyah 

“kami berharap curah hujan tinggi, level air kita juga naik kembali sehingga dapat kapal tugboat kita dapat berlayar ke Sintang. Kami juga terus koordinasi dengan BMKG. Dan BMKG sampaikan ini belum tahap kemarau, hanya curah hujan yang rendah. Kita upayakan semaksimal mungkin, kami akan best effort dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat” terang Rizky Firmansyah

Publisher Red W86 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *