Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sinergi Pejuang Kedaulatan: Membedah Pertemuan Wilson Lalengke dengan Forum Kader Bela Negara

By On Mei 16, 2026


Www.Wwrta86.com,-Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk dinamika global yang kian tak menentu, sebuah momentum sakral terjadi di kediaman Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, pada Rabu, 13 Mei 2026. Hari itu, aktivis hak asasi manusia internasional ini menerima kunjungan tim Forum Kader Bela Negara (FKBN) yang dipimpin oleh Bung Angga.


Pertemuan yang difasilitasi oleh anggota FKBN, Wardiyansyah, ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah konvergensi pemikiran antara dua elemen penting bangsa. Dalam sambutannya, Wilson Lalengke menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan FKBN. Ia menilai bahwa pertemuan ini adalah bukti nyata bahwa semangat menjaga negara tidak pernah padam.


“Saya sangat menghargai kunjungan ini. Semoga menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun sinergi antara dua pejuang kebebasan. Kita harus bersatu, saling melengkapi, dan bersama-sama melahirkan karya yang bermanfaat bagi bangsa,” tegas Wilson Lalengke kepada para sahabat dari FKBN yang mengunjunginya.


Suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang menyelimuti pertemuan tersebut menjadi simbol nyata dari persatuan nasional. Kehadiran FKBN di kediaman Wilson Lalengke menandai awal dari sebuah langkah kolaborasi strategis yang berorientasi pada ketahanan nasional, kemanusiaan, dan kejayaan Indonesia. Ketum PPWI itu berharap kerja sama ini dapat melahirkan program-program konkret yang menyentuh masyarakat, memperkuat ketahanan sosial, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air di setiap lapisan bangsa.


*Filsafat Kebangsaan: Persatuan dalam Aksi Nyata*


Wilson Lalengke menyambut rombongan dengan penuh penghormatan, memandang kehadiran mereka sebagai manifestasi dari semangat cinta tanah air yang tak pernah padam. Dalam sambutannya, beliau menekankan betapa pentingnya pertemuan ini sebagai fondasi bagi karya-karya produktif di masa depan, menjadi tonggak sejarah baru dalam membangun kerja sama sinergis antara para pejuang kemerdekaan dan keadilan demi masyarakat dan negara.


Harapan ini selaras dengan esensi Pancasila, khususnya sila ketiga, "Persatuan Indonesia". Dalam filsafat Pancasila, persatuan bukanlah sekadar kata benda, melainkan kata kerja (gotong royong) yang menuntut aksi kolektif untuk melindungi tumpah darah Indonesia.


*Tanggung Jawab dan Ketahanan Nasional*


Pertemuan antara seorang aktivis HAM dan kader bela negara mencerminkan dialektika filosofis yang menarik. Di satu sisi, Wilson Lalengke membawa perspektif perlindungan hak individu, sementara FKBN membawa perspektif kewajiban kolektif terhadap negara.


Hal ini mengingatkan kita pada pemikiran Jean-Jacques Rousseau mengenai Kontrak Sosial. Rousseau berpendapat bahwa kebebasan sejati hanya dapat dicapai ketika individu bersatu untuk membentuk kemauan umum (volonté générale) demi kebaikan bersama. Dalam konteks ini, bela negara bukanlah pengekangan kebebasan, melainkan cara untuk menjamin agar kebebasan tersebut dapat terus eksis di bawah naungan negara yang berdaulat.


Senada dengan itu, filsuf Immanuel Kant menekankan pentingnya tugas atau kewajiban (deon). Bagi Kant, bertindak demi tugas adalah bentuk tertinggi dari moralitas. Kader bela negara yang bergerak atas dasar kewajiban moral untuk menjaga kedaulatan bangsa adalah manifestasi dari manusia yang beradab dan bertanggung jawab.


Sebagai alumni Lemhannas, Wilson Lalengke memahami betul bahwa ketahanan nasional tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui ketahanan ideologi, sosial, dan budaya. Pandangan beliau yang komprehensif memberikan warna tersendiri dalam diskusi tersebut. Beliau mampu menjembatani antara kebutuhan akan perlindungan HAM dengan kebutuhan strategis negara untuk tetap kokoh menghadapi ancaman internal maupun eksternal.


Filsuf Yunani kuno, Plato, dalam karyanya The Republic, menekankan bahwa sebuah negara yang ideal membutuhkan para "penjaga" (guardians) yang memiliki keberanian sekaligus kebijaksanaan. Kolaborasi antara Wilson Lalengke dan FKBN menunjukkan upaya untuk melahirkan para penjaga modern yang tidak hanya berani secara fisik, tetapi juga bijaksana secara intelektual dalam membela kepentingan nasional di kancah global.


*Menuju Indonesia Emas: Sinergi Tanpa Batas*


Angga, selaku pemimpin rombongan FKBN, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wilson Lalengke. Ia menilai bahwa pemikiran dan pengalaman Wilson adalah aset berharga yang dapat memperkuat gerakan kebangsaan di seluruh daerah. Kunjungan ini adalah langkah konkret untuk menyatukan visi dan memperkuat jaringan persaudaraan yang melampaui sekat-sekat sektoral.


Filsuf Aristoteles pernah mengatakan bahwa "Manusia pada alamnya adalah makhluk sosial (Zoon Politikon)". Oleh karena itu, sinergi adalah keniscayaan. Kekuatan individu yang terfragmentasi tidak akan pernah menandingi kekuatan kolektif yang terorganisir dengan visi yang jelas.


Pertemuan tersebut ditutup dengan sebuah janji suci untuk menerjemahkan gagasan menjadi aksi. Komitmen untuk saling mendukung dalam pengabdian kepada negara telah diletakkan. Kini, kedua belah pihak bersiap untuk melahirkan karya-karya agung yang akan menjadi bukti bahwa cinta tanah air, bila dikelola dengan kecerdasan dan integritas, akan mampu membawa Indonesia menuju kejayaan yang berkeadilan dan sejahtera.


Sinergi ini adalah pohon kebaikan yang baru saja ditanam. Dengan perawatan yang konsisten, ia akan tumbuh menjadi pelindung yang rindang bagi seluruh rakyat Indonesia, sejalan dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa. (WAR/Red)

Penangkapan Bandar Narkoba di Siabu, GM GRIB Jaya Duga Ada Jaringan Terorganisir Dan Desak Polres Madina Bongkar Aktor Besar dibaliknya

By On Mei 16, 2026


Www.Warta86.com,-Ketua GM GRIB Jaya Mandailing Natal, Sutan Paruhuman, melontarkan kritik tajam sekaligus desakan terbuka kepada Polres Mandailing Natal agar pengungkapan kasus narkotika di Kecamatan Siabu tidak berhenti pada penangkapan pelaku lapangan semata. Ia menilai, kasus tersebut merupakan sinyal serius adanya dugaan jaringan narkotika terorganisir yang selama ini bergerak secara sistematis di wilayah Mandailing Natal.


Desakan itu disampaikan menyusul penangkapan dua terduga bandar sabu dan ganja pada Rabu malam, 13 Mei 2026. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan dua pelaku berinisial B, warga Desa Sidojadi, Kecamatan Bukit Malintang, dan S, warga Desa Bonandolok, Kecamatan Siabu, dengan barang bukti narkotika yang disebut berkisar antara 140 hingga 160 gram.


Tidak hanya itu, aparat juga menemukan dugaan modus penyembunyian barang bukti di dalam alat semprot pertanian, yang dinilai menunjukkan pola distribusi narkotika yang semakin terselubung dan terstruktur untuk menghindari pengawasan aparat penegak hukum.


Menurut Sutan Paruhuman, besarnya barang bukti serta modus penyamaran tersebut menjadi indikasi kuat bahwa perkara ini bukan sekadar aktivitas pengedar kecil, melainkan diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang lebih besar dan terorganisir.


“Publik jangan hanya disuguhkan penangkapan pemain lapangan sementara aktor utama di belakang bisnis haram ini tetap tidak tersentuh. Jika pengungkapan berhenti sampai di sini, maka wajar masyarakat mempertanyakan sejauh mana keseriusan aparat dalam membongkar jaringan narkotika di Mandailing Natal,” tegas Sutan Paruhuman.


Ia menyebut, penggunaan alat semprot pertanian sebagai tempat penyembunyian narkotika menunjukkan bahwa pola peredaran sabu di Madina sudah bergerak dengan metode yang semakin rapi dan sistematis.


“Modus penyembunyian seperti ini bukan pola kerja sembarangan. Ini menunjukkan adanya upaya terstruktur untuk mengelabui aparat. Pertanyaannya sekarang, siapa pengendali utamanya? Siapa pemasok besarnya? Dan apakah ada pihak-pihak tertentu yang selama ini diduga ikut bermain atau menjadi pelindung jaringan tersebut?” lanjutnya.


Sutan Paruhuman juga mengingatkan bahwa maraknya peredaran narkoba bukan lagi sekadar persoalan kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap masa depan sosial dan generasi muda Mandailing Natal.


“Madina tidak boleh dibiarkan perlahan berubah menjadi jalur aman peredaran narkotika. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan haram yang bergerak secara diam-diam namun merusak generasi muda secara masif. Aparat penegak hukum harus menunjukkan keberanian moral dan integritas institusi untuk membongkar perkara ini sampai ke akar,” ujarnya.


GM GRIB Jaya Madina turut mendesak Satresnarkoba Polres Madina agar melakukan pengembangan kasus secara terbuka, profesional, dan menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan lintas daerah maupun aktor intelektual yang hingga kini belum tersentuh proses hukum.


“Kami tidak ingin masyarakat hanya terus melihat penangkapan demi penangkapan tanpa pernah mengetahui siapa otak utama di balik peredaran narkotika di daerah ini. Jika memang ada jaringan besar yang bermain di Mandailing Natal, maka sudah waktunya dibuka secara terang dan ditindak tanpa pandang bulu,” tutup Sutan Paruhuman.

(Magrifatulloh).

Kapolda Lampung Perintahkan Jajaran Tembak di Tempat Para Pelaku Begal dan Curanmor     Bandar Lampung -

By On Mei 15, 2026


Www.Warta86.com,-Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku begal dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polda Lampung.


Pernyataan tegas tersebut buntut maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Tindakan pelaku bahkan diketahui telah merenggut nyawa Bripka (Anumerta) Arya Supena.


Dalam instruksinya, Helfi bahkan memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk bertindak tegas dan terukur terhadap para pelaku, terutama jika membahayakan keselamatan warga maupun petugas di lapangan.


“Saya perintahkan seluruh jajaran, untuk tembak di tempat kepada pelaku begal. Tidak ada toleransi,” ujar Helfi dalam keterangannya.


Menurutnya, tindakan tegas tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Para pelaku begal disebut kerap membawa senjata api maupun senjata tajam saat beraksi, sehingga sangat membahayakan masyarakat.


“Mereka pasti bersenjata api maupun senjata tajam yang sangat membahayakan masyarakat,” ucapnya.


Kapolda juga menyoroti banyaknya pelaku kriminal jalanan yang terindikasi terpengaruh narkoba saat menjalankan aksinya. Kondisi tersebut dinilai membuat pelaku semakin nekat dan tidak segan melukai korban.


“Apalagi mereka para pecandu narkoba. Efeknya besar, kecenderungan akan melukai korbannya,” kata dia.


Helfi menambahkan, Polda Lampung bersama jajaran polres akan terus meningkatkan patroli, razia, dan tindakan preventif guna menekan angka kriminalitas jalanan, khususnya aksi begal yang belakangan meresahkan warga.


Ia memastikan, kepolisian akan hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat dan tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan untuk berkeliaran di Lampung.


“Masyarakat harus merasa aman. Negara tidak boleh kalah dengan pelaku kejahatan,” tandas Kapolda

Red

Ungkap Ratusan Kasus Narkotika, Bupati Asri Ludin Tambunan Mengapresiasi dan Dukung Penuh Polresta Deliserdang

By On Mei 13, 2026


Www.Warta86.com,-Deli Serdang,-Sukses mengungkap ratusan kasus narkotika dalam kurun waktu 4 bulan (Januari-April) 2026 jajaran Tim Satres Narkoba Polresta Deliserdang diapresiasi Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan. Selain apresiasi, Bupati juga mendukung penuh Polresta Deliserdang dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Deliserdang. 



"Pemerintah Kabupaten Deliserdang terus mendukung aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba demi menyelamatkan jiwa masyarakat,"jelas Bupati Asri Ludin Tambunan saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba hasil pengungkapan kasus periode Januari-April 2026, Selasa (12/5/2026) di Mapolresta Deliserdang. 


Sementara, Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, mengatakan pengungkapan ratusan kasus peredaran narkoba itu Polresta Deliserdang berhasil menyelamatkan 398.437 jiwa dari bahaya narkotika


"Selama empat bulan ini personel Sat Narkoba Polresta Deliserdang berhasil mengungkap sebanyak 150 kasus peredaran narkotika di wilayah Deliserdang," jelas Kapolresta didampingi Kasat Narkoba Polresta Deliserdang Kompol, Dr Ferry Kusnadi, SH, MH Selasa (12/5/2026).


Lebih lanjut, Kombes Pol Hendria mengungkapkan dari ratusan kasus narkoba yang berhasil diungkap itu turut disita barang bukti berupa sabu seberat 89,8 kg, ganja 4,4 kg, pil ekstasi 9.660 butir, Liquid Vape mengandung narkoba 3.249 buah dan Happy Water sebanyak 350 bungkus.


"Sebanyak 150 pelaku narkoba juga turut diamankan dari berbagai lokasi penangkapan," ungkapnya bahwa penindakan terhadap para pelaku itu sebagai komitmen Polresta Deliserdang dalam memberantas peredaran narkoba.


"Penindakan ini tidak sampai di sini saja. Saya terus perintahkan anggota untuk menggencarkan pengungkapan sehingga Kabupaten Deliserdang bersih dari peredaran narkoba," tegas Kapolresta sambil berkata bahwa barang bukti narkoba ini akan dimusnahkan. *(Tim)*

Masyarakat Luat Unterudang Minta Satgas PKH Garuda Lakukan Tindakan Hukum Terhadap PT Barapala

By On Mei 13, 2026


Www.Warta86.com,-Medan,- Masyarakat adat Luat Unterudang, Padanglawas,Sumatera Utara kecewa dengan PT Barapala yang berupaya menghentikan kasus dugaan pencurian yanng dilakukan PT Barapala di lahan masyarakat Luat Unterudang sesuai Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 267, Sumatera Utara. Kasus dugaan pencurian ini sebelumnya telah dilaporkan masyarakat Polres Padanglawas pada, 9 Mei 2026 yang teregister dalam Laporan Polisi Nomor:LP/B/154/V/2026/SPKT/ Polres Padang Lawas/Polda Sumatera Utara.  


"Kami masyarakat Luat Unterudang meminta Kapoldasu agar tidak melindungi PT Barapala yang melakukan usaha perkebunan tanpa izin dan berada dalam kawasan hutan,"tegas Mardan Hanafi Hasibuan, SH, MH  yang diikuti warga lainnya saat mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap PT Barapala, Rabu (13/5/2026).



Warga jugaeninta kepada Dirkrimum, Propam, Bidkum, Wassidik beserta Irwasda Poldasu agar tidak melakukan penghentian  penyelidikan terhadap laporan polisi atas dugaan pencurian yang dilakukan oleh PT Barapala di lahan masyarakat Luat Unterudang sesuai putusan Pengadilan Tinggi Nomor 267/ Sumatera Utara pada 9 Mei 2026. 'Usir PT Barapala sebagai mafia tanah dari lahan kami,"seru warga. 


Selain itu, warga juga meminta Kapoldasu agar memerintahkan Kapolres, Kasat Reskrim Polres Padang Lawas segera menaikkan status laporan warga menjadi penyidikan dan segera melakukan penahanan dan penangkapan terhadap terlapor Cinra dkk.


Warga juga  meminta Satgas PKH Garuda melakukan tindakan hukum kepada PT Barapala yang melakukan kegiatan berkebun di lahan sitaan Satgas PKH seluas 25 ribu Ha. Serta  meminta kepada DPRD Padanglawas agar jangan tidur segera lakukan rapat dengar pendapat (RDP) antara masyarakat dengan PT Barapala mafia tanah.


Informasi dihimpun di kepolisian, bahwa pada, Rabu (13/5) telah dilakukan gelar perkara kasus dugaan pencurian yang dilakukan pihak PT Barapala di Mapoldasu. Kuat dugaan, gelar perkara ini bertujuan untuk menghentikan penyidikan kasus tersebut. 


Untuk itu, warga Luat Unterudang, Yajid meminta kepada  Presiden Prabowo, Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kapoldasu, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto segera mengatensi kasus ini dan berpihak kepada masyarakat Luat Unterudang.  Bukan malah memihak kepada pihak yang bermodal PT Barapala. 


"Harusnya pihak kepolisian dalam hal ini Polres Padanglawas bisa menjadi penengah dalam kasus ini. Bukan malah memihak para pemilik modal. Hukum jangan tajam ke bawah tumpul ke atas. Semua sama di mata hukum,"tukasnya. *(Tim)*

Sering Macet, Kawasan Tugu Jam Ditinjau Tim BPJN Kalbar, Ini Kata Bupati Sintang

By On Mei 13, 2026


Www.Warta86.com,-Sintang, Kalbar,-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Barat melakukan Survei Simpang Tugu Jam Sintang dalam rangka  persiapan desain penataan di kawasan Tugu Jam Sintang pada Rabu, 13 Mei 2026.

Sebanyak 5 orang dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Barat terlebih dahulu menemui Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala di Pendopo Bupati Sintang sebelum melakukan kunjungan lapangan dan pengukuran kawasan Tugu Jam Sintang. 

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan kunjungan dan pengukuran kawasan Tugu Jam Sintang ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dan Kepala BPJN Kalbar tahun lalu. 

“jadi mereka hari ini mereka mau mengukur untuk kemudian menentukan desain rencana pelebaran dan penataan kawasan Tugu Jam Sintang” terang Gregorius Herkulanus Bala

“ini adalah langkah awal yang baik untuk penataan jalan untuk mengurai kemacetan. Mereka akan melakukan pemetaan baru menyusun rencana penataan. Direncanakan akan ada bundaran yang akan dibangun” terang Gregorius Herkulanus Bala

“hasil dari kegiatan hari ini, berupa pemetaan dan desainnya, baru diajukan ke Kementerian PU untuk dilakukan pengerjaan, mudah-mudahan tahun depan sudah mulai dikerjakan” terang Gregorius Herkulanus Bala

“kita berharap semua rencana ini bisa direalisasikan, apapun yang menjadi tanggungjawab Pemkab Sintang, kami siap penuhi dan kami berharap agar masyarakat Kabupaten Sintang bisa mengerti, mendukung dan membantu menyukseskan rencana ini sampai direalisasikan” tutup Gregorius Herkulanus Bala

Usai bertemu Bupati Sintang, Tim dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Barat langsung bergerak menuju kawasan Tugu Jam didamping Asmidi Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Musrsalin Kadis Pekerjaan Umum Sintang, Hendrikus Kadis Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Sintang, Siti Musrikah Kadis Lingkungan Hidup Sintang, Budi Purwanto Inspektur Sintang, Supomo Kadis Penataan Ruang dan Pertanahan Sintang, Bappeda Sintang dan BPKAD Sintang.

Red

Jalan Rusak di KM 3 Kayu Lapis Picu Antrean Panjang, Warga Kritik Kinerja PT MPE

By On Mei 13, 2026


Www.Warta86.com,-Sekadau, Kalimantan Barat — Kerusakan ruas jalan di Kilometer 3 kawasan Kayu Lapis, Kabupaten Sekadau, menyebabkan antrean kendaraan panjang pada Selasa (13/5/2026). Kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur diduga diperparah oleh proses perbaikan yang dinilai tidak maksimal.

Warga yang melintas mengeluhkan metode perbaikan jalan yang dianggap asal-asalan karena tidak menggunakan alat berat loader, minim timbunan batu, serta pembuatan parit yang disebut tidak sesuai sehingga air masih menggenangi badan jalan. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat harus melambat bahkan mengantre saat melintas di lokasi tersebut.

Seorang warga Setawar yang kebetulan melintas dan menghubungi awak media menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak perusahaan yang menangani perawatan jalan tersebut, yakni PT MPE.

“Tu lah MPE tidak profesional kerja. Apa lagi operator rata-rata orang bilang tidak pandai dan angkuh,” keluh warga tersebut.

Menurut warga, kondisi jalan di kawasan itu sudah lama menjadi sorotan masyarakat karena dinilai tidak pernah ditangani secara serius. Perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan, terutama sistem drainase yang buruk.

Masyarakat berharap pihak perusahaan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja operator maupun sistem perawatan jalan agar akses transportasi masyarakat tidak terus terganggu. Warga juga meminta perbaikan dilakukan menggunakan alat berat yang memadai serta penimbunan material batu yang cukup agar jalan lebih kuat dan tidak cepat rusak saat diguyur hujan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT MPE belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga dan kondisi antrean kendaraan di KM 3 Kayu Lapis tersebut.

Red

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *