Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Operasi Antik Toba 2026, Polresta Deli Serdang Ungkap 65 Kasus Narkotika dan Amankan 78 Tersangka

By On Juni 03, 2026


Www Warta86.com,-Deli Serdang,- Sebagai bentuk komitmen dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, Polresta Deli Serdang melalui Satuan Reserse Narkoba terus mengintensifkan upaya penegakan hukum di wilayah hukumnya. Melalui pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026 yang berlangsung pada 13 Mei hingga 2 Juni 2026, personel Satresnarkoba berhasil mengungkap puluhan kasus narkotika serta mengamankan para pelaku yang terlibat dalam jaringan peredaran maupun penyalahgunaan narkoba.


Kasat Resnarkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., didampingi Wakasat Narkoba AKP O.J. Samosir, S.H., Kanit Idik I Iptu Dani J. Kurniawan, S.H., M.M., dan Kasi Humas IPTU J.M. Gabe Napitupulu, S.H., menyampaikan bahwa selama bulan Mei 2026 pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 80 kasus tindak pidana narkotika dengan total 97 tersangka.


Secara khusus dalam pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang berhasil mengungkap 65 kasus narkotika dengan mengamankan 78 tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.


Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 963 gram sabu-sabu, 85 gram ganja kering, 40 batang tanaman ganja, tujuh butir pil ekstasi, serta satu botol liquid vape yang mengandung narkotika.


Kompol Fery Kusnadi menjelaskan bahwa Penindakan dilakukan di berbagai kecamatan, antara lain Lubuk Pakam, Pantai Labu, Beringin, Pagar Merbau, Tanjung Morawa, Batang Kuis, Talun Kenas, Biru-Biru, Namorambe, Bangun Purba, hingga Galang.


“Modus operandi yang digunakan para pelaku umumnya masih menggunakan sistem jaringan berantai. Tidak sedikit pengguna yang kemudian beralih menjadi pengedar karena tergiur keuntungan, sehingga membentuk mata rantai peredaran yang cukup kompleks dan memerlukan upaya berkelanjutan untuk memutuskannya,” ujar Kompol Fery.


Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam proses penindakan, beberapa pelaku sempat melakukan perlawanan saat akan diamankan. Namun berkat kesiapsiagaan personel serta dukungan masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan penegakan hukum dapat berjalan dengan aman dan lancar.


Terhadap para tersangka yang berperan sebagai pengedar maupun bandar, penyidik menerapkan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara bagi pengguna dan pecandu dikenakan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta menjalani asesmen terpadu bersama BNN guna menentukan langkah rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.


Polresta Deli Serdang menegaskan akan terus menggencarkan upaya pemberantasan narkoba melalui kegiatan preventif, preemtif, maupun represif guna menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polresta Deli Serdang.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif melaporkan setiap aktivitas yang berkaitan dengan peredaran maupun penyalahgunaan narkoba melalui Call Center 110. Perang terhadap narkoba membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat demi melindungi dan menyelamatkan generasi muda bangsa,” tegas Kompol Fery.


Keberhasilan Operasi Antik Toba 2026 ini menjadi bukti nyata keseriusan Polresta Deli Serdang dalam memutus mata rantai peredaran narkotika serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif. *(Tim)*

Red

Hadiri Sertijab Direktur RSUD AM Djoen, Bupati Sintang Minta Fasilitas Penunjang Semua Poli Dilengkapi

By On Juni 03, 2026


Www.Warta86.com,-Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menghadiri serah terima Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade Muhammad Djoen Sintang dari Pelaksana Direktur dr. Samperiono, Sp.B, M.Kes ke dr. Bagus Zodiak Adibrata sebagai Direktur definitif di Aula RSUD AM Djoen Sintang pada Rabu, 3 Juni 2026. 

Hadir pada acara tersebut Kadis Kesehatan, Kepala BPKAD, Kepala BKPSDM dan jajaran RSUD AM Djoen Sintang. 

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan harapannya agar Direktur RSUD AM Djoen yang baru bisa meningkatkan dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat karena sudah berpengalaman melayani pasien khusus di Rumah Sakit Jiwa Sudiyanto. 

“bagi saya, dr. Bagus bukanlah juga seorang yang sempurna, sehingga bisa bekerja sendiri. Tetapi beliau memerlukan dukungan dari seluruh orang yang bekerja di RSUD AM Djoen Sintang ini. Saya juga tidak menemukan siapa yang sempurna. Termasuk saya pun sama, bukan orang yang sempurna” terang Gregorius H Bala 

“pesan saya lakukan pekerjaan terbaik, berikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Buang semua ego kita. Pengalaman saya bekerja baik di politik maupun di dunia usaha, kalau mau menyampaikan pendapat, kalaupun bukan terbaik, tapi tetap saya sampaikan. Jadi ketika pendapat saya ditolak, saya tidak kecewa” terang  Gregorius H Bala

“pesan saya, kalau di poli ada kekurangan,  sampaikan dengan baik ke Direktur. Penggunaan anggaran, harus sesuai SOP dan aturan yang ada. Kalau ragu, bila perlu harus minta pendampingan hukum. Kita jangan alergi dengan Aparat Penegak Hukum. Malah kalau kita takut hari ini, suatu hari kita tidak bisa menghindar dari mereka. Lebih baik kita berani saja hari ini untuk menyampaikan kepada APH. Kalau kita niat tulus, tidak perlu takut juga dengan mereka” terang Gregorius H Bala

“saya juga mengingatkan agar jajaran direksi RSUD AM Djoen Sintang untuk menyiapkan semua persyaratan yang diperlukan untuk rencana pembangunan gedung yang akan dibangun menggunakan APBN yang sudah disampaikan Ketua Komisi V DPR RI Pak Lasarus. Supaya pembangunan gedung ini  bisa diwujudkan. OPD terkait agar membantu melengkapi syarat-syaratnya” terang Gregorius H Bala

“kelengkapan fasilitas di semua poli juga saya minta dilengkapi. Kalau semua fasilitas di poli lengkap, maka dokter pun akan  bisa bekerja maksimal. Pelayanan kita semakin baik, masyarakat senang dengan pelayanan kita. Jasa pelayanan pun dengan sendiri meningkat dan bisa banyak duit akhirnya” tutup Gregorius H Bala

Red

"Pesta Tikus" di Rezim Prabowo

By On Juni 03, 2026


Www.Warta86.com,-Belakangan ini, ruang publik bising oleh narasi miring yang ditebar kaum oposisi dan para penentang pemerintah. Dengan menggunakan metafora murahan seperti film Pesta Babi, kelompok ini sibuk mendiskreditkan arah kebijakan negara. 


Namun, publik tidak buta. Di balik retorika "kritis", tercium aroma busuk kepentingan asing. Berbagai narator independen negeri ini menelanjangi kelompok ini karena bertindak layaknya kaki tangan atau komprador asing yang gerah ketika kedaulatan ekonomi kita mulai ditegakkan.


Narasi yang dibangun lewat produksi film pesta babi dikuliti para narator bahwa ada aliran modal asing dalam produksi film tersebut.


Jika ingin bicara tentang "pesta", maka rezim ini justeru sedang mengungkap pesta sesungguhnya yakni Pesta Tikus.


Puluhan tahun mereka menikmati hasil manipulasi lahan sawit, permainan perizinan, penggelapan penerimaan negara, transfer pricing, under invoicing, dan berbagai skema yang membuat kekayaan Indonesia mengalir keluar sementara rakyat hanya mendapat remah-remahnya.


Selama puluhan tahun, republik ini digerogoti oleh tikus-tikus berdasi, yang menguasai lahan sawit secara ilegal, menggelapkan pajak, dan memanipulasi ekspor melalui praktik under-invoicing serta transfer pricing. 


Para tikus ini berpuluh tahun menumpuk kekayaan pribadi di luar negeri, dan tega membiarkan rakyat gigit jari. Kerugian negara, versi PBB tidak main-main, mencapai angka fantastis hingga Rp15.000 triliun! 


Inilah kejahatan sistematis yang selama ini dilindungi oleh jejaring oligarki dan kepentingan asing yang tidak ingin Indonesia mandiri.

Namun, hari ini, perpanjangan tangan para tikus itu dipaksa tersedak. 


Di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, negara tidak lagi kompromi. Genderang perang ditabuh. 


Negara untuk pertama kalinya menunjukkan keseriusan memburu tikus-tikus besar yang selama ini dianggap terlalu kuat untuk disentuh. Ratusan triliun rupiah aset dan uang hasil sitaan mulai kembali ke pangkuan negara. Lahan-lahan sawit yang diperoleh melalui praktik menyimpang disita dan dikembalikan kepada negara untuk dikelola demi kepentingan nasional.


Langkah tegas berupa denda ratusan triliun rupiah dan penyitaan aset lahan kelapa sawit secara massal kini menjadi kenyataan. Lahan-lahan sitaan bernilai ratusan tersebut tidak dibiarkan menganggur, melainkan langsung dialihkan pengelolaannya kepada PT Agrinas untuk kepentingan negara dan rakyat.


Lihatlah fakta di lapangan, 4 kali Presiden Prabowo berhasil membuktikan kepada rakyat. 

Penyerahan uang hasil penyimpangan tersebut dilakukan dalam 4 tahap yaitu: Tahap 1 (20 Oktober 2025): Jaksa Agung menyerahkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp13,25 triliun dari perkara korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO).


Tahap 2 (Desember 2025): Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan Kejagung menyerahkan akumulasi uang penyelamatan keuangan negara sebesar Rp6,6 triliun.


Tahap 3 (10 April 2026) Jaksa Agung menyerahkan uang negara senilai Rp11,4 triliun yang berasal dari denda administratif sektor kehutanan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).


Tahap 4 (13 Mei 2026): Jaksa Agung kembali menyerahkan hasil denda administratif penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun ke kas negara melalui Kementerian Keuangan.


Ini bukan sekadar seremonial yang berhiaskan tumpukan gunung uang, namun ini adalah bukti nyata penegakan hukum yang tanpa pandang bulu. Triliun rupiah yang dulunya mengalir ke kantong-kantong tikus, kini kembali ke kas negara.


Inilah Pesta Tikus yang sesungguhnya! Sebuah momentum di mana hasil manipulasi dan korupsi masa lalu disikat habis-habisan oleh negara. Para tikus pun mulai keluar dari sarangnya.


Pemerintah saat ini sedang memburu sisa-sisa manipulasi ekspor sawit dan berkomitmen menyelamatkan potensi kerugian negara yang mencapai belasan ribu triliun tersebut.


Dampaknya langsung terasa. Di tengah badai krisis pangan dan energi global yang membuat negara-negara maju sekalipun tiarap, Indonesia justru kokoh berdiri. 


Mengapa? Karena anggaran negara diperkuat oleh hasil buruan dari para koruptor. Rakyat terbebas dari ancaman krisis karena uang negara tidak lagi bocor ke luar negeri, melainkan kembali untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi domestik.


Jadi, kaum oposisi yang mendadak vokal dan diduga menjadi kaki tangan asing: berhentilah mengalihkan isu dengan narasi fiktif yang pesimis. 


Yang menarik, ketika negara mulai mengejar para tikus besar, tiba-tiba muncul kelompok-kelompok yang paling keras berteriak. Mereka mengaku oposisi, mengaku pejuang demokrasi, mengaku pembela rakyat. Namun mengapa kemarahan kelompok ini justru muncul ketika negara membongkar praktik yang merugikan negara selama puluhan tahun? Ketika negara memberi makan kepada rakyat yang kurang gizi lewat program MBG ?


Rakyat tahu siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang sedang panik karena tuannya, para tikus koruptor sedang digulung oleh hukum. 


Indonesia hari ini sedang menghadapi pertarungan besar. Bukan sekadar pertarungan politik. Melainkan pertarungan antara negara melawan para tikus yang selama puluhan tahun menjadikan republik ini sebagai lumbung jarahan.


Target berikutnya bahkan lebih besar. Praktik manipulasi ekspor, transfer pricing, under invoicing, dan berbagai bentuk penghindaran kewajiban terhadap negara mulai masuk radar penindakan. 


Jika seluruh kebocoran itu berhasil ditutup, nilainya bukan lagi ratusan triliun rupiah, melainkan ribuan hingga belasan ribu triliun rupiah yang selama ini menguap dari sistem ekonomi nasional.


Saat ini tikus-tikus itu mulai diburu.

Asetnya disita. Keuntungannya ditarik kembali. Jaringannya dibongkar.


Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara berani menunjukkan bahwa kekayaan Indonesia harus kembali kepada rakyat Indonesia.

Jika ada yang merasa terganggu oleh keadaan ini, mungkin yang perlu ditanyakan bukanlah mengapa negara memburu tikus. Melainkan mengapa ada yang begitu gelisah ketika tikus-tikus itu mulai tertangkap. 


Pesta Tikus belum usai, kini saatnya negara mengambil alih kemakmuran untuk rakyatnya sendiri!

Penulis :

Heintje Mandagie

Ketum Serikat Pers Republik Indonesia


Publisher Red W86 

Bentuk Forum DAS, Bupati Sintang Komit Dukung Pengelolaan Air dan Sungai Yang Berkelanjutan

By On Juni 02, 2026


Www.Warta86.com,-Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menghadiri pengukuhan anggota Forum Daerah Aliran Sungai Kabupaten Sintang periode 2025-2029 sekaligus membuka kick off meeting Forum DAS di Pendopo Bupati Sintang pada Rabu, 3 Juni 2026. 

Hadir pada kegiatan tersebut Kurniawan Kepala Bappeda dan seluruh anggota Forum Daerah Aliran Sungai Kabupaten Sintang yang terdiri dari OPD Pemkab Sintang, Akademisi dan NGO. 

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menjelaskan bahwa pengelolaan daerah aliran sungai merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, keberlanjutan sumber daya air, ketahanan pangan, pengendalian banjir, serta melindungi kawasan hulu dan hilir secara terpadu. 

“Kabupaten Sintang sebagai daerah yang memiliki wilayah sungai dan kawasan hutan yang luas memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pengelolaan das dilakukan secara terencana kolaboratif dan berkelanjutan. Pembentukan forum DAS Kabupaten Sintang merupakan langkah strategis pemerintah Kabupaten Sintang dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan” terang GH Bala

“hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Tahun 2000 Nomor 28 Tahun 2025 tentang Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai yang menegaskan bahwa Forum DAS menjadi wadah koordinasi konsultasi sinergi dan komunikasi para pihak dalam pengelolaan DAS di Kabupaten Sintang. saya juga sudah membentuk Forum DAS Kabupaten Sintang. sehingga kita secara resmi menetapkan susunan keanggotaan forum DAS yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan pemerhati lingkungan” terang GH Bala 

“Saya berharap komposisi ini benar-benar menjadi kekuatan bersama dalam menjawab berbagai tantangan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Sintang. Hadirin sekalian, kita memahami bahwa bagian person berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini seperti banjir, sedimentasi sungai, degradasi lahan, penurunan kualitas air hingga perubahan tata guna lahan memerlukan penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan” terang GH Bala

“oleh sebab itu, pengelolaan DAS tidak ada tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif. Hal ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang sumber daya air, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta berbagai regulasi turunan lainnya yang menegaskan pentingnya ketertiban para pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya air” terang GH Bala 

“Pemerintah Kabupaten Sintang juga terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui berbagai kebijakan daerah yang mendukung pengelolaan lingkungan hidup, rehabilitas kawasan kritis, konservasi sumber daya air, serta penguatan kelembagaan masyarakat dalam menjaga DAS” terang GH Bala

Red

Bupati Sintang Hadiri Perpisahan Pelajar, Apresiasi Inovasi di SMP Negeri 1 Sintang

By On Juni 02, 2026


Www.Warta86.com,-Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menghadiri perpisahan pelajar SMP Negeri 1 Sintang di Gedung Pancasila Sintang pada Selasa, 2 Juni 2026. 

Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Kepala SMP Negeri 1 Sintang beserta dewan guru, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sintang, Ketua Komite Sekolah, Pelajar Kelas IX SMP Negeri 1 Sintang beserta orangtua.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan apresiasi atas inovasi yang sudah dilakukan oleh jajaran SMP Negeri 1 Sintang selama ini. 

“saya berterima kasih atas inovasi yang dilakukan sehingga pelayanan semakin baik. Penerapan sistem digital memang sudah masanya. Kalau belum sempurna, silakan disempurnakan lagi. Saya juga mendorong sekolah untuk berkolaborasi dengan dinas, orangtua murid dan komite. Saya juga senang dan mengapresiasi karena SMP Negeri 1 Sintang dinyatakan bebas narkoba” terang GH Bala

“saya tidak pernah bosan untuk mengingatkan kita semua untuk menjauhi narkoba. Semua harus bergerak untuk memerangi narkoba. Saya juga berpesan agar anak-anak semangat untuk melanjutkan sekolahnya. Sekolahlah yang tinggi” pesan GH Bala

Red W86 

Pengemudi Ojol Nyaman Bekerja 24 Jam Di Jalanan Kota Medan, Dampak Angka Kejahatan Jalanan Menurun

By On Juni 01, 2026


Www.Warta86.com-Medan,- Tren kejahatan jalanan yang terus mengalami tren penurunan di Kota Medan, banyak diapresiasi elemen masyarakat. Salah satunya datang dari elemen ojek online (Ojol) yang mengaku aman saat bekerja/beraktivitas 24 jam di jalanan.  


"Kami mengapresiasi kinerja Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH yang berhasil menekan angka kejahatan jalanan di Kota Medan sebanyak 497 kasus atau sekitar 15 persen, dan pengungkapan kasus narkoba sebanyak 399 kasus atau meningkat sekitar 53 persen,"jelas Ketua Forum Komunikasi Mitra Pengemudi Online Indonesia (Forkompi) Sumut, David Bangar pada wartawan, Senin (1/6). 


Ini, kata David, menunjukkan progres nyata Medan menuju lebih aman, lebih nyaman bagi masyarakatnya. Khususnya bagi kami para pengemudi ojek online (Ojol) yang bekerja di jalanan dan bekerja 24 jam yang membutuhkan rasa aman dan nyaman untuk mencari rezeki. "Terimakasih kepada Polrestabes Medan,"ungkapnya. 


Sebelumnya, selama 36 hari (24 April sampai 29 Mei 2026) Polrestabes Medan menindak tegas (menembak) 37 orang bandit jalanan. Para pelaku kejahatan jalanan yang ditindak tegas karena mengancam jiwa raga, harta benda yang mengancam petugas dan masyarakat. 


Selain itu, kehadiran Tim JCS yang dibentuk sejak 6 Desember 2025 lalu sangat signifikan dalam menanggulangi kejahatan jalanan termasuk mencegah dan mengungkap kasus kejahatan jalanan. Dalam periode 200 hari kinerja Kapolrestabes Medan, angka kejahatan jalanan berhasil ditekan 15 persen. "Artinya dapat menurunkan  497 kasus dibanding dengan tahun sebelumnya.  Polrestabes Medan berhasil menggagalkan tidak terjadinya 497 kasus kejahatan jalanan di tahun ini,"ungkap Kapolrestabes.


Untuk kasus Narkotika, lanjut Kapolrestabes, tahun ini mengalami peningkatan sekitar 53 persen kasus.

Meningkat dibanding tahun lalu, peningkatannya sebanyak 399 kasus.

 

Belum lama ini, Polrestabes Medan juga berhasil menyita 135 kendaraan bermotor dari 8 gudang penyimpanan di Tembung, Batang kuis, Percut Seituan. *(Tim)*

Kapolres Ketapang Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kantor Bupati Ketapang

By On Juni 01, 2026


Www.Warta86.com,-KETAPANG, Polda Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR menghadiri kegiatan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (1/6/2026). Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan serta komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.



Upacara tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, S.H. yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta upacara untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas, pengabdian, serta kehidupan sehari-hari guna mewujudkan masyarakat yang bersatu, maju, dan sejahtera.



Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ketapang, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang, unsur TNI-Polri, instansi vertikal, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta para pelajar.



Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momen penting untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan guna memperkuat ketahanan nasional dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif.



Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pembacaan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta doa bersama. Seluruh peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan penuh khidmat.



Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, diharapkan semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan terus terpelihara dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, seluruh elemen bangsa diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap tindakan dan kebijakan.

Red

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *