Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mengerikan! 47 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Ibu-Anak di Landak, Polisi Ungkap Rencana Tersangka

By On September 30, 2026


Www.Warta86.com,-Polres Landak – Polda Kalbar, Misteri di balik tewasnya Asniwati (39) bersama anak balitanya, Dina, di Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kembali diurai polisi. Polres Landak menggelar rekonstruksi Sebanyak 47 adegan diperagakan dalam rekonstruksi perkara perampokan yang disertai pembunuhan tersebut digelar di halaman Mapolres Landak, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini dihadiri jaksa penuntut umum, penasihat hukum tersangka, serta sejumlah kerabat korban.


Dua tersangka berinisial B dan S turut dihadirkan. Namun, hanya B yang memperagakan adegan karena S disebut tidak mengakui keterlibatannya dalam perkara tersebut.


Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. melalui Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto, S.H., M.H. mengatakan rekonstruksi dilakukan sebagai bagian dari kelengkapan berkas perkara.


"Rekonstruksi ini salah satu pemenuhan dari berkas perkara yang sedang kita kirimkan ke kejaksaan. Ada 47 adegan, mulai tanggal 6 Agustus kemudian dilanjutkan tanggal 7 Agustus," kata Kuswiyanto seusai rekonstruksi.


Dalam rekonstruksi tersebut, penyidik menggambarkan rangkaian peristiwa sejak 6 Agustus 2026 hingga aksi pada 7 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.


Menurut Kuswiyanto, berdasarkan keterangan tersangka B, aksi tersebut awalnya berkaitan dengan rencana mencari atau mengambil uang korban. Namun, dalam pembicaraan sebelum kejadian, disebut telah muncul kemungkinan menghilangkan nyawa korban.


"Awalnya direncanakan mencari uang atau merampok uang. Namun, dalam perencanaan itu juga sudah terpikirkan apabila tidak diselesaikan, maka akan ketahuan," ujarnya.


Penyidik kemudian menilai pembicaraan tersebut menjadi bagian dari dugaan perencanaan pembunuhan.


"Bahasa mereka, kalau tidak diselesaikan, kita yang selesai. Maka kami selaku penyidik dapat menyimpulkan masuk dalam bagian perencanaan pembunuhan," jelas Kuswiyanto.


Kuswiyanto mengatakan tersangka S hingga kini tidak mengakui keterlibatannya dalam kasus tersebut. Karena itu, S tidak memperagakan adegan dalam rekonstruksi.


"Karena sampai saat ini tersangka S tidak pernah mengakui perbuatannya. Namun tersangka B sangat jelas, gamblang dan lugas menyatakan perbuatan itu dilakukan oleh kedua tersangka," katanya.


Meski demikian, penyidik menyebut telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.


Salah satunya adalah anting yang ditemukan saat penggeledahan di rumah S. Anting tersebut, kata Kuswiyanto, telah dikenali oleh suami korban sebagai milik Asniwati.


"Anting itu diakui oleh suami korban bahwa anting itu adalah milik korban. Dikuatkan oleh saksi anaknya sendiri, kemudian beberapa keluarganya yang menyatakan anting itu adalah milik korban," ungkapnya.


Polisi juga telah menemukan sebagian barang milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.


Sebagian emas telah diamankan, sementara sebagian lainnya disebut telah dijual. Polisi juga mengamankan sebagian uang serta barang lain yang diduga hasil kejahatan, termasuk kendaraan dan telepon seluler.


Namun, uang tunai yang diduga masih berada pada tersangka S belum ditemukan.


"Untuk BB berupa uang tunai yang ada di tangan tersangka S belum kita dapatkan. Mengingat pertama, tersangka S tidak mengaku," kata Kuswiyanto.


Polisi juga masih mencari keberadaan keluarga S yang disebut telah meninggalkan tempat tinggalnya. Penyidik sempat mendapat informasi bahwa keluarga tersebut berada di wilayah Bengkayang, namun saat dilakukan pengejaran, mereka tidak ditemukan di lokasi.


Kuswiyanto mengatakan polisi memperkirakan uang yang hilang dalam kasus tersebut mencapai sekitar Rp 100 juta.


Perkiraan itu antara lain berdasarkan keterangan tersangka B yang kemudian dibandingkan dengan keterangan suami korban.


"Dari pengakuan tersangka B, dia mengambil sisa uang yang ada di dalam tas," ujarnya.


Sementara berdasarkan keterangan suami korban, uang yang disimpan korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 130 juta. Namun, terdapat pula uang lain yang tidak diketahui oleh suami korban.


"Karena korban sendiri ada beberapa kegiatan yang suami tidak mengetahui, seperti arisan, kemudian uang kolektif," katanya.


Setelah rekonstruksi selesai, penyidik akan melengkapi berita acara serta memenuhi sejumlah petunjuk dari jaksa penuntut umum.


Berkas perkara selanjutnya akan kembali dikirimkan kepada jaksa untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.


"Setelah kita lakukan reka ulang atau rekonstruksi ini, kita lengkapi BA-nya, kemudian kita lengkapi beberapa petunjuk dari jaksa. Selanjutnya kita kirimkan kembali berkasnya dan kita tunggu P21 dari jaksa," pungkas Kuswiyanto.


Penulis : Humas Polres Landak

Publisher Red W86 

Danrem 042/Gapu Pimpin Ziarah Nasional HUT KE-81 TNI Di TMP Satria Bhakti Jambi

By On September 29, 2026


Www.Warta86.com,-JAMBI — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin memimpin pelaksanaan Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Satria Bhakti, Kota Jambi, Rabu (30/9/2026).


Ziarah nasional menjadi momentum untuk mengenang, menghormati, sekaligus meneladani nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Kegiatan tersebut diikuti oleh para prajurit TNI, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta Persit Kartika Chandra Kirana. Turut hadir Kapolda Jambi, Kajati Jambi, Kepala BNN Jambi, Kepala Pengadilan Agama Jambi, Wakil Ketua Persit KCK Koorcabrem 042 PD XX/TIB beserta pengurus, serta para veteran.


Rangkaian ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, serta tabur bunga di pusara para pahlawan.


Danrem 042/Gapu menegaskan bahwa ziarah nasional bukan sekadar rangkaian seremonial dalam memperingati HUT TNI, tetapi merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengorbanan para pahlawan.


“Kita hadir di tempat ini untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mewarisi semangat perjuangan, patriotisme dan pengabdian mereka. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga keutuhan NKRI serta terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” ujar Danrem.


Usai pelaksanaan ziarah nasional, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan anjangsana kepada para warakawuri. Dalam kegiatan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan berupa sembako dan tali asih sebagai wujud kepedulian serta penghargaan kepada keluarga besar TNI yang telah berjasa mendampingi perjuangan dan pengabdian para prajurit.


Kegiatan anjangsana juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus memastikan semangat kebersamaan dan kepedulian keluarga besar TNI tetap terjaga.


Peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dengan terus membangun sinergi bersama seluruh komponen bangsa.


Melalui semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, jajaran Korem 042/Gapu berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga persatuan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.


Penrem 042/GAPU

Publisher Red W86 

Ketua Bidang Dakwah PBMA Dr. Hasani Raih Gelar Profesor Tafsir Maqasidi

By On September 29, 2026


Www.Warta86.com,-Jakarta - Ketua Bidang Dakwah Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) yang juga Wakil Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat Dr. H. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A meraih gelar Guru Besar (Profesor) Bidang Tafsir Maqasidi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.   


Dalam Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta, Rabu (30/9/2026), Prof. Hasani menyampaikan Orasi Ilmiah dengan judul “Pengembangan Tafsir Maqasidi Dalam Konteks Ke-Indonesiaan: Konstruksi Epistemologi dan Prospek Keilmuan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam”.


Pengukuhan Guru Besar itu sekaligus menjadi momentum bagi Prof. Hasani untuk menegaskan kembali paradigma metodologis Tafsir Maqasidi yang dikembangkannya. Tafsir Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang bagaimana memahami teks, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an untuk menjawab persoalan kehidupan yang terus berubah.


Dalam kaitan ini, lanjutnya, Tafsir Maqaá¹£idi ditawarkan bukan sekadar sebagai salah satu pendekatan dalam studi Al-Qur’an, tetapi sebagai perspektif yang memiliki prospek besar bagi pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), penelitian lintas disiplin, kehidupan sosial-keindonesiaan, perkembangan ilmu pengetahuan, hingga tantangan peradaban digital.


Dalam forum akademik tersebut, pria kelahiran Cilegon Banten 21 Februari 1982 itu menyebutkan adanya lima tawaran besar Tafsir Maqaá¹£idi yang menjadi perhatian. Pertama, Tafsir Maqaá¹£idi sebagai pengembangan metodologi tafsir.


Tafsir ini dapat memperkaya metodologi tafsir dengan tidak berhenti pada pemahaman makna literal ayat. Pendekatan ini berupaya menangkap tujuan, nilai, dan kemaslahatan yang

hendak diwujudkan oleh Al-Qur’an. Dengan demikian, tafsir dapat terus berdialog dengan perubahan zaman tanpa kehilangan pijakan pada teks dan prinsip-prinsip dasar Al-Qur’an.


Kedua, Tafsir Maqaá¹£idi sebagai paradigma riset interdisipliner. Persoalan manusia saat ini semakin kompleks. Karena itu, tafsir ini memiliki peluang menjadi paradigma yang mempertemukan studi Al-Qur’an dengan berbagai bidang ilmu, seperti sosial-humaniora, sains, teknologi, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.


Pendekatan semacam ini, menurut alumnus S3 Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta dengan Konsentrasi Islamic Studies itu membuka ruang bagi lahirnya penelitian yang lebih kontekstual,

kolaboratif, dan mampu membaca persoalan secara lebih utuh.


Ketiga, Tafsir Maqaá¹£idi sebagai respons terhadap problem sosial-keindonesiaan yang memiliki keragaman agama, budaya, suku, tradisi, serta persoalan sosial yang khas. Dalam konteks ini, Tafsir Maqaá¹£idi dapat digunakan untuk menggali nilai-nilai Al-Qur’an yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.


Isu seperti keadilan sosial, toleransi, kemanusiaan, lingkungan, pendidikan, kemiskinan, dan

kehidupan kebangsaan dapat dibaca melalui perspektif tujuan dan kemaslahatan yang terkandung dalam ajaran Al-Qur’an. Dengan cara ini tafsir tidak hanya berada di ruang akademik, tetapi dapat berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat.


Keempat, Tafsir Maqaá¹£idi sebagai penghubung studi Islam dan ilmu pengetahuan modern. Dalam kaitan ini, 

perkembangan iptek menghadirkan pertanyaan-pertanyaan baru yang membutuhkan dialog antara agama dan ilmu pengetahuan. Tafsir Maqaá¹£idi dapat menjadi salah satu jembatan untuk mempertemukan khazanah keislaman dengan perkembangan ilmu modern.


"Yang dicari bukan hanya kesesuaian antara ayat dan temuan ilmiah, melainkan bagaimana nilai dan tujuan Al-Qur’an dapat menjadi sumber inspirasi etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi,” kata akademisi yang juga pengasuh tetap kajian tafsir Serambi Islami setiap jumat pagi di TVRI dan sering tampil di beberapa TV nasional itu.


Kelima, Tafsir Maqaá¹£idi sebagai basis etika bagi peradaban digital dan masa depan

kemanusiaan, dimana perubahan teknologi digital dan perkembangan kecerdasan buatan membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi manusia.


Persoalan privasi, keadilan, keamanan, informasi, relasi sosial, hingga penggunaan kecerdasan buatan membutuhkan landasan etika yang kuat. Dalam konteks ini Tafsir Maqaá¹£idi dapat menawarkan kerangka nilai untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi tetap berpihak pada kemaslahatan, keadilan, martabat manusia, dan keberlanjutan kehidupan.


Lima tawaran itu menunjukkan bahwa Tafsir Maqaá¹£idi memiliki ruang pengembangan yang luas di lingkungan PTKI. Ia tidak hanya dapat ditempatkan sebagai kajian dalam ilmu tafsir, tetapi juga berpotensi menjadi penghubung pendekatan teks dengan konteks, tradisi keilmuan Islam dengan ilmu modern, serta nilai-nilai Al-Qur’an dengan tantangan kehidupan masa kini dan masa depan.


“Melalui pengembangan Tafsir Maqaá¹£idi, PTKI diharapkan dapat semakin berperan dalam

melahirkan tradisi akademik yang responsif terhadap perubahan zaman, sekaligus tetap

berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an dan kemaslahatan manusia,” kata Prof. Hasani.


Amanah Keilmuan


Sementara itu Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.d. pada Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar mengemukakan, pengukuhan Guru Besar bukan semata-mata merupakan pencapaian jenjang akademik tertinggi. Di balik gelar dan jabatan akademik tersebut terdapat amanah keilmuan yang semakin besar.


Menurut Prof. Asep, seorang Guru Besar dituntut tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga membangun tradisi berpikir yang kritis, mengembangkan keilmuan secara berkelanjutan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.


Selain, Prof. Dr. H. Hasani Ahmad Said, Guru Besar yang dikukuhkan yaitu Prof. Dr. Raswan,  M.Pd.I melalui Bidang Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab; Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si. melalui kajian Agama dan Politik; dan Prof. Dr. Lilik Nida Husna HR., M.Pd., MA dalam Bidang Pendidikan Bahasa Inggris, memperkuat rumpun pendidikan, dan kajian sosial-keagamaan.


Pada ranah kesehatan dan sains, Prof. Dr. Yuli Amran, MKM menghadirkan kepakaran dalam Biostatistik Kesehatan Masyarakat. Kehadiran bidang ini menunjukkan bahwa pengembangan keilmuan di UIN Jakarta tidak berhenti pada rumpun ilmu keislaman dan sosial-humaniora, tetapi terus berkembang melalui dialog dengan sains dan kebutuhan kehidupan masyarakat.


Dalam bidang politik, hukum, dan tata kelola kehidupan  berbangsa, hadir Prof. Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si dalam bidang Ideologi Politik; Prof. Dr. Jaenal Aripin, M.Ag. dalam bidang Kelembagaan Hukum Islam; Prof. Dr. Ismail Hasani, S.H., M.H. dalam bidang Ilmu Hukum Ketatanegaraan; dan Prof. Dr. Alfitra, S.H., M.Hum dalam bidang Hukum Pidana.


Kepakaran tersebut memiliki arti penting dalam memperkaya diskursus mengenai hukum, demokrasi, kelembagaan, kehidupan bernegara, serta hubungan antara nilai-nilai keislaman dan realitas hukum modern.


Khazanah keilmuan Islam semakin diperkuat melalui kepakaran Prof. Dr. Zubair, M.Ag dalam Linguistik Hukum Islam; Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A dalam Metode Tafsir; Prof. Dr. Sapiudin, M.Ag dalam Pembelajaran Fiqih; serta Prof. Dr. Suwendi, M.Ag. dalam Pemikiran Pendidikan Islam.


Keberagaman kepakaran tersebut memperlihatkan satu karakter penting UIN Jakarta. Tradisi keilmuan tumbuh dalam keberagaman,  tetapi memiliki orientasi yang sama, yakni menghadirkan ilmu pengetahuan yang berintegritas, relevan, dan membawa kemaslahatan.


“Integrasi antara ilmu keislaman, sosial-humaniora, pendidikan, hukum, kesehatan, bahasa, dan sains merupakan bagian penting dari ikhtiar UIN Jakarta dalam menjawab kompleksitas persoalan masyarakat dan tantangan peradaban,” kata Prof. Hasani yang pada masa mudanya belajar di Madrasah Ibtidaiyah, Pondok Pesantren, Tsnawiyah hingga Aliyah Al-Khairiyah Cilegon Banten itu. (Aat SS)

Tim Mabes Polri Turun Gunung Cek Pengamanan ASEAN Cup 2026 di Jalak Harupat

By On September 29, 2026


Www.Warta86.com,-BANDUNG - Tim dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) meninjau langsung kesiapan pengamanan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pengecekan tingkat tinggi ini dilakukan demi menjamin keamanan perhelatan turnamen sepak bola bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026.


Supervisi pengamanan yang bersandi Operasi "Garuda Bakti-2026" ini dipimpin langsung oleh Waastamaops Kapolri Irjen Pol Laksana selaku Ketua Tim. Turut mendampingi dalam rombongan tersebut, Wadankorbrimob Polri Irjen Pol Reza Arief Dewanto, Brigjen Pol Joko Sulistio, serta sejumlah personel kepolisian lainnya.


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan, kedatangan tim Mabes Polri ke wilayah hukum Polda Jabar bertujuan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan skema keamanan standar internasional di venue kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.


"Pengecekan ini merupakan bagian penting dari Operasi Garuda Bakti-2026. Kami dari jajaran Polda Jabar bersama tim supervisi Mabes Polri ingin memastikan bahwa prosedur pengamanan di Stadion Si Jalak Harupat, mulai dari ring dalam hingga akses luar, sudah siap seratus persen untuk menyambut FIFA ASEAN Cup 2026," ujar Kombes Hendra  Selasa (29/9/2026).


Kombes Hendra menambahkan, tim dari Mabes Polri mengecek berbagai fasilitas krusial, mulai dari kesiapan pintu masuk suporter, jalur evakuasi, ruang ganti pemain, hingga integrasi kamera pengawas (CCTV) di dalam stadion.


Kehadiran perwira tinggi dan ahli di bidang operasional serta Brimob ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi kerawanan sekecil apa pun sebelum hari pertandingan tiba. Polri berkomitmen untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para atlet, ofisial, dan suporter dari berbagai negara di Asia Tenggara.


Bandung, 29 September 2026


Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Publisher Red W86 

Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang ,dr.Bagus Zodiak Adibrata "Sampaikan Terkait Persoalan Toilet Saat Ini Masih Dalam Masa Perbaikan

By On September 29, 2026


Www.Warta86.com,-Sintang, Kalbar,-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade Muhammad Djoen Sintang , dr. Bagus Zodiak Adibrata Didampingi  beberapa staf sampaikan persoalan pelayanan dan kondisi toilet yang sempat dikeluhkan oleh keluarga pasien sebelumnya,Beliau menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan informasi masukan dan saran,terkait persoalan tersebut diakui Memeng sedang dalam perhatian serius baik itu perbaikan maupun pembangunan beru , ungkapnya pada awak media Selasa /29/16 saat ditemui diruang kerjanya

Yang menjadi persoalan saat ini adalah, kebiasaan membuang sampah sembarang oleh sebagian pengunjung dari keluarga pasien terbukti dengan seringnya ditemukan, bekas bungkusan nasi ,Pempes serta pembalut wanita saat di lakukan perbaikan toilet, belum lagi saat dilakukan penyemprotan WC (Water closet) saat mampet selalu di temukan tumpukan sampah plastik dan pempes yang memang tidak mudah untuk diuraikan.

Terkait persoalan toilet saat ini masih dalam proses perbaikan sebagian dan ada juga yang sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki akan segara dibangun ulang terutama diarea UGD yang didepan "jelasnya

Saat di tanya terkait keluhan pasien tidak tersedianya penampungan air pihak rumah sakit mengatakan, persoalan tersebut memang tidak dibenarkan dalam sop (Standar operasi prosedur) karena kita  menggunakan jet shower atau sering juga disebut selang bidet/toilet shower ,dan itu juga sering kedapatan patah ,belum lagi tutup kloset duduk juga banyak yang hilang , ditambah lagi ada Water kloset (WC ) yang pecah karena di injak , semantara kita memang tidak diperbolehkan menggunakan kloset jongkok 'ungkap bidang perencanaan 


Direktur rumah sakit umum Daerah Ade M Djoen Sintang, juga berharap kerjasama dalam menjaga kebersihan baik' itu terkait toilet maupun sanitasi agar pengunjung dan kaluarga pasien benar benar memperhatikan kebersihan demi kita bersama,kerena kalau pasien tidak mungkin membuang sampah sembarang kerena dalan kondisi sakit dan dalam masa perawatan , dan terkait sampah makanan maupun yang lain pihak rumah sakit sudah menyediakan tempat sampah didepan pintu kamar ruangan pasien masing-masing "ujarnya kepada awak media 

Mengingat kami juga masih baru menjabat sebagai direktur rumah sakit umum Daerah Ade M Djoen Sintang ini ,kami juga berharap kepada masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada kami baik itu saran dan masukan namun yang lebih penting mari kita jaga bersama ketertiban dan juga kebersihan demi kita bersama, pintanya


Semantara saat di tanya terkait persoalan lahan parkir pak direktur rumah sakit umum Daerah Sintang,dr Bagus "mengatakan persoalan parkir di kelola oleh pihak ketiga pihak rumah sakit tidak ada kaitan dengan pengelolaan area parkir , ungkapnya jelas

Namun untuk menjawab persoalan yang Sudah disampaikan kepada kami, pasti akan menjadi perhatian serius dan akan menjadi prioritas kami kedepannya, namun yang tidak kalah penting  dalam hal ini yang menjadi perhatian utama kami adalah bagaimana cara menangani pasien dengan sebaik-baiknya, tutur beliau

Terkait kebersihan itu saya rasa memang menjadi tanggung jawab kita bersama kami dari pihak Manajemen Rumah Sakit dan Tim Sanitasi/Kesehatan Lingkungan

Sudah  Menetapkan standar operasional prosedur (SOP) kebersihan, sterilisasi, dan pengelolaan limbah medis.

Menyediakan fasilitas cuci tangan, tempat sampah medis/non-medis yang memadai, serta alat pelindung diri (APD).

 Melakukan pengawasan dan audit kebersihan secara berkala untuk mencegah infeksi nosokomial (infeksi yang didapat di rumah sakit).

Kami juga ada  Petugas Kebersihan (Cleaning Service / Teknisi EVS)

Yang bertanggung jawab secara langsung untuk menyapu, mengepel, dan mendisinfeksi lantai, dinding, serta permukaan yang sering disentuh.

Membersihkan kamar pasien, toilet umum, dan ruang penunjang lainnya.

 Mengangkut dan memilah sampah atau limbah medis serta non-medis sesuai aturan yang berlaku.

Kemudian tidak lupa kami juga menghimbau kepada Tenaga Medis (Dokter, Perawat, dan Staf)

Ikut serta dalan Menjaga kebersihan area kerja medis dan alat-alat kesehatan yang digunakan.

Membuang limbah medis tajam (seperti jarum suntik) pada wadah khusus (safety box) yang telah disediakan.

"Harapan terakhir kami kepada Pasien dan Pengunjung

Agar Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

 Menjaga ketertiban dan kebersihan fasilitas umum seperti toilet dan ruang tunggu.

Mematuhi aturan kunjungan dan menjaga kebersihan area sekitar tempat tidur pasien.


Kebersihan rumah sakit adalah tanggung jawab kita bersama."punkas dr.Bagus Zodiak Adibrata,selaku direktur rumah sakit umum Daerah Ade M Djoen Sintang 

Penulis: prl

Publisher Red W86 


Sekda Sintang Buka Kegiatan Penilaian Replikasi Percontohan Desa Anti Korupsi Tahun 2026,  Diikuti 3 Desa

By On September 28, 2026


Www.Warta86.com-'Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus membuka pelaksanaan Kegiatan Penilaian Replikasi Percontohan Desa Anti Korupsi Kabupaten Sintang Tahun 2026 di Aula Inspektorat Kabupaten Sintang pada Selasa, 29 September 2026.

Hadir pada kegiatan tersebut Yohanes Murwanto Irban 2 Inspektorat Sintang, Tim Penilai dari Pemerintah Provinsi Kalbar, dan 3 Kepala Desa dan jajaran yang mengikuti Penilaian Replikasi Percontohan Desa Anti Korupsi pada Kabupaten Sintang Tahun 2026 yakni Desa Sungai Ana, Desa Balai Agung dan Desa Tempunak Kapuas. 

Kartiyus Sekda Sintang menyampaikan memberikan apresiasi yang tinggi atas program Penilaian Replikasi Percontohan Desa Anti Korupsi Kabupaten Sintang Tahun 2026

“3 desa yang dipilih ini sudah memenuhi kriteria yang sudah ditentukan. Jadi 3 desa ini mewakili desa yang lain di Kabupaten Sintang. Di 3 desa ini, tidak ada laporan masyarakat hal-hal yang aneh. Padahal Inspektorat Sintang sering mendapatkan laporan soal penyimpangan di desa. 3 desa ini, aman semua. Maka dipilih untuk mengikuti penilaian” terang Kartiyus

“desa merupakan garda terdepan pembangunan bangsa seiring dengan besarnya anggaran yang dikelola oleh pemerintah desa. Walaupun setahun belakangan ADD dipangkas oleh pemerintah pusat. Tetapi saya mendorong desa untuk semangat mengikuti penilaian ini. Penialaian ini bukan sekedar untuk mengejar nilai atau sertifikat semata lebih dari itu ini adalah ikhtiar bersama kita untuk membangun budaya integritas dari tingkat pemerintahan desa” terang Kartiyus

“yang terpenting kita membangun budaya integritas dimulai dari pemerintahan yang paling rendah yaitu desa. Walaupun dana desa turun, tetap semangat. Saya tekankan kepada kepala desa dan seluruh jajaran desa yang dinilai. Pertama, penguatan tata kelola keuangan dan pelayanan, pastikan perencanaan penganggaran hingga pelaksanaan kegiatan desa dilakukan secara terbuka dapat dipertanggungjawabkan, serta tepat sesaran” terang Kartiyus

“yang akan dinilai nanti adalah keterlibatan aktif masyarakat. Berikan ruang yang seluas-luasnya bagi masyarakat dan BPD untuk mengawasi serta berpartisipasi dalam pembangunan desa. Jaga integritas dan keabsahan dokumen. Jadikan proses penilaian ini sebagai sarana evaluasi dan pembenahan ke depannya. Tunjukkan kelengkapan dokumen pendukung yang yang real dan transparan” terang Kartiyus

“tiga desa sudah bagus di mata masyarakat maka tidak ada laporan oleh masyarakatnya. 3 desa mewakili 391 desa. saya ucapkan selamat berjuang. Jadikan penilaian desa anti korupsi ini sebagai pemantik semangat bagi desa-desa lain di Kabupaten Sintang untuk melaksanakan tata kelola yang bersih dan melayani” terang Kartiyus

Red

Polda Kalbar Imbau Warga Waspada, Hujan Belum Sepenuhnya Pulihkan Kualitas Udara

By On September 28, 2026


Www.Warta86.com-Pontianak, POLDAKALBAR – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya memulihkan kualitas udara di sejumlah daerah yang masih terdampak kabut asap dan polusi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin(28/9).


Berdasarkan Prakiraan BMKG Sejak Minggu, 27 September 2026 Hingga hari ini Senin, 28 September 2026 kualitas udara di sejumlah wilayah Kalbar masih tercatat berada pada kategori tidak sehat, Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Barat masih perlu mewaspadai dampak asap dan polutan di udara meski hujan mulai turun.


Turunnya hujan di beberapa daerah di Kalimantan Barat diharapkan dapat membantu menurunkan konsentrasi polutan di udara sekaligus meningkatkan kelembapan lahan. Dengan berkurangnya konsentrasi polutan, kualitas udara diharapkan dapat berangsur membaik.


Meski demikian, masyarakat tetap diminta tidak lengah. Hujan yang turun di suatu wilayah belum serta-merta menghilangkan dampak asap, terutama di kawasan yang sebelumnya terdampak karhutla. Polda Kalbar bersama jajaran juga terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran.


Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi kualitas udara dan menjaga kesehatan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.


“Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara berasap, kami imbau untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan. Kita juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan,” ujar Bambang.


Ia menambahkan, perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan atau sensitivitas terhadap pernapasan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan cuaca dan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.


“Dengan hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah, kualitas udara di Kalimantan Barat diharapkan terus membaik. Namun, kewaspadaan terhadap karhutla dan dampak asap tetap diperlukan hingga kondisi benar-benar aman dan kualitas udara kembali berada pada kategori sehat.” Tutup Bambang.

Red 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *