Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Evakuasi Dramatis Korban Laka Udara Helikopter PK-CFX di Sekadau, Tim Gabungan Tempuh Medan Terjal di Tengah Malam

By On April 16, 2026


Www Warta86.com,-SEKADAU, Kalimantan Barat,– Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan udara helikopter PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, berlangsung dramatis pada Jumat (17/4) dini hari. 



Tim gabungan harus berjibaku dengan medan ekstrem, gelapnya malam, serta cuaca yang tidak bersahabat demi mengevakuasi seluruh korban ke lokasi aman.


Evakuasi dilakukan setelah pihak Basarnas Kalbar menerima informasi pada pukul 00.05 WIB bahwa proses pengangkutan melalui udara pada siang hari tidak memungkinkan. Kondisi cuaca yang tidak mendukung serta tidak adanya area lapang untuk pendaratan helikopter menjadi kendala utama dalam upaya evakuasi.


Dengan mempertimbangkan keselamatan tim dan korban, proses evakuasi akhirnya dilakukan pada malam hari melalui jalur darat. Sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh jenazah korban berhasil dikeluarkan dari badan helikopter yang mengalami kecelakaan tersebut.


Selanjutnya, tim gabungan membawa jenazah dengan berjalan kaki menuju puncak bukit sebelum diteruskan ke Posko Hulu Peniti. Perjalanan dari lokasi kejadian (TKP) menuju posko memakan waktu kurang lebih 2,5 jam dengan kondisi medan yang cukup berat.


Selain harus menempuh jalur yang curam dan berbatuan, tim juga menghadapi jalan licin serta minimnya penerangan karena proses evakuasi dilakukan pada malam hingga menjelang pagi hari. Hal ini menunjukkan dedikasi tinggi dari seluruh personel yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.


Pada pukul 04.52 WIB, jenazah pertama berhasil tiba di Posko Hulu Peniti. Proses evakuasi kemudian dilanjutkan dengan pengangkutan menggunakan jalur darat.


Sekitar pukul 06.10 WIB, seluruh jenazah diberangkatkan menggunakan delapan unit mobil ambulans. Dalam perjalanan, rombongan dikawal oleh patroli lalu lintas dari Polres Sekadau untuk memastikan kelancaran dan keamanan.


Rombongan ambulans menuju Kompi B Yonif 642, yang telah disiapkan sebagai titik penjemputan lanjutan. Dari lokasi tersebut, jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan helikopter Super Puma dari Lanud Supadio.


Setibanya di Pontianak, seluruh jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis.


Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menyampaikan bahwa proses evakuasi berjalan dengan penuh tantangan, namun tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan.


“Medan yang berat, cuaca yang tidak mendukung, serta kondisi gelap menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Namun berkat sinergitas dan kerja sama seluruh tim gabungan, proses evakuasi jenazah dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.


"Proses evakuasi ini menjadi bukti sinergi kuat antara Basarnas, TNI, Polri, serta seluruh pihak terkait dalam menangani bencana dan kecelakaan di wilayah Kalimantan Barat. Meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan risiko tinggi, tim gabungan tetap menunjukkan profesionalisme dan dedikasi tinggi dalam menjalankan misi kemanusiaan." Tutup Bambang.

Red W86 

Berkat Kesigapan dan Kerjasama Dengan Semua Tim Gabungan, Polda Kalbar Berhasil Temukan Helikopter PK-CFX Yang Sebelumnya Dinyatakan Hilang Kontak

By On April 16, 2026


Www.Warta86.com,,-​SEKADAU – Sebuah helikopter milik KPN Plantation dengan kode registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak (lost contact) di kawasan pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. (Kamis, 16/4/2026)


Menanggapi insiden tersebut, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) bergerak cepat dengan menerjunkan personel SAR dari berbagai satuan untuk bergabung bersama Basarnas dalam misi pencarian dan penyelamatan.


Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengonfirmasi bahwa Berdasarkan data awal, titik perkiraan lokasi kejadian berada pada koordinat 00°12'00" LS – 110°44'00" BT, atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 258 derajat.


"Kru helikopter masing-masing adalah pilot Captain Marindra W. dan EOB Harun Arasyid. Sementara enam penumpang tercatat atas nama Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito."


"Benar, kami menerima informasi terkait hilangnya kontak helikopter PK-CFX di wilayah Sekadau," Ungkap I Made Junetra. 


Menanggapi insiden tersebut, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Kepolisian telah mengambil langkah darurat untuk mendukung upaya evakuasi.


​"Sesaat setelah menerima laporan, Kapolda Kalbar langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak. Kami dari Polda Kalbar sangat sigap dan telah bergabung dengan Tim SAR gabungan guna mempercepat proses penemuan titik koordinat helikopter tersebut," Ungkap Bambang.


​Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas satuan telah dilakukan, mencakup kesiapan teknis dan medis. ​


"SAR Brimob bertugas mengirimkan Personel ahli navigasi dan penyelamatan medan berat. Sabhara bertugas menyiapkan unit pendukung untuk penyisiran area darat, dan ​Bid Dokkes bertugas menyiagakan Tim Medis dan ambulans di titik terdekat untuk penanganan darurat pasca-penemuan." Tambahnya. 


Polda Kalbar telah menurunkan sebanyak 74 Personel Gabungan Polda dan Polres untuk bergabung bersama tim SAR dalam melaksanakan pencarian dan evakuasi. 


​Berkat kesigapan dan kerjasama dengan semua Pihak Terkait, Polda Kalbar berhasil temukan lokasi Hilangnya Helikopter KPN Plantation. 


"Bahwa pada pukul 18.50 WIB  tim gabungan sudah berhasil menemukan lokasi jatuhnya Helikopter."


"TKP ditempuh dengan jalan kaki kurang lebih selama 1 jam 30 menit dari jalan dusun gandis desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau."


"Hasil koordinasi dengan Basarnas, bahwa tidak memungkinkan dilakukan evakuasi malam ini dikarenakan jalan terjal dan kondisi gelap. Rencana besok pagi akan  dilaksanakan evakuasi." Ungkap Bambang.


Rencana  selanjutnya  menurut keterangan KA Basarnas bahwa evakuasi akan mulai dilaksanakan besok pagi mulai pukul 06:00 wib menggunakan pesawat super puma TNI AU untuk di bawa ke Rumkit bhayangkara Polda Kalbar, sedangkan Tim DVI Biddokes Polda Kalbar telah siap untuk melaksanakan visum jenazah.


" Jenazah korban helikopter jatuh akan dievakuasi menggunakan helikopter superpuma TNI AU menuju Bandara Supadio Pontianak, selanjutnya akan dibawa dengan ambulance jenazah ke RS Bhayangkara Tk II Pontianak" Pungkas I Made Junetra.

Red

Dari Korupsi Tambang, Penyidikan Terus Bergulir

By On April 16, 2026


Www.Warta86.com,-Pontianak – (16/04/2026) Kamis, bertempat di Aula Bahruddin Lopa lt.4 Kejati Kalbar, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menggelarq konferensi pers sebagai bentuk transparansi, kepada publik atas perkembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit di Wilayah Kalimantan Barat.


Dalam konferensi pers tersebut, Asisten Tindak Pidana Khusus, Siju SH.MH yang didampingi oleh Asisten Intelijen, Koordinator, dan para Kasi di Bidang Pidsus Kejati Kalbar, serta Kasi Penkum menyampaikan, proses tahapan penyidikan yang telah melakukan Penyelamatan Keuangan Negara sebesar Rp. 115.000.000.000,00 (Seratus Lima Belas Milyar Rupiah) dalam penanganan perkara Tata kelola Pertambangan Bauksit di Wilayah Kalimantan Barat, sebagaimana Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat No. 01/O.1/Fd.1/01/2026 tanggal 02 Januari 2026.


Penangan Perkara Tata Kelola Pertambangan Bauksit di Wilayah Kalimantan Barat, berawal adanya Laporan Pengaduan Masyarakat terkait dengan kegiatan pertambangan Bauksit di Wilayah Kalimantan Barat, dan menindaklanjuti Laporan tersebut Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat telah menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bouksit di Wilayah Kalimantan Barat Tahun periode tahun 2017 s.d 2023.


Setelah melakukan rangkaian proses penyelidikan, Tim Penyelidik berkesimpulan menemukan adanya peristiwa hukum yang mengarah kepada Tindak Pidana Korupsi, sehingga Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menerbitkan Surat Perintah Penyidikan.


Selama proses Penyidikan penanganan perkara tersebut, salah satu Badan Usaha yang bergerak di Bidang Pertambangan yang sebelumnya dikenakan kewajiban untuk membayar penempatan Jaminan Kesungguhan Pembangunan Fasilitas Pemurnian (Smelter) terhitung sejak tahun 2019 s.d 2022 tetapi belum merealisasikan kewajibannya tersebut, namun sejak Penangan Perkara Tata Kelola Pertambangan Bauksit ini dilakukan Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalbar telah berhasil melakukan upaya Penyelamatan Keuangan Negara  dengan cara menitipkan uang Jaminan Kesungguhan Pembangunan Fasilitas Pemurnian (Smelter) ke Penyidik / Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dengan jumlah sebesar Rp. 115.000.000.000,00 (seratus lima belas milyar rupiah) yang kemudian akan disetorkan ke Kas Negara,” tegas Aspidsus.


Capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen Kejati Kalbar dalam mengedepankan penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada pemidanaan, tetapi juga pada pemulihan kerugian keuangan negara sebagai wujud nyata keberpihakan kepada kepentingan publik.


Kejati Kalbar menegaskan bahwa proses penyidikan perkara ini masih terus berjalan, dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan kehati-hatian guna memastikan setiap langkah penegakan hukum dilakukan secara tepat dan berkeadilan.

Ke depan, perkembangan penanganan perkara ini akan terus disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan informasi publik serta untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Penegak Hukum.

     Pontianak, 16 April 2026

      Kasi Penkum Kejati Kalbar




I WAYAN GEDIN ARIANTA, SH.MH


 


Polisi Bergerak Cepat, Warga SAD yang Hilang Pasca Bentrok di PT SAL Ditemukan Selamat

By On April 16, 2026


Www Warta86.com,-SAROLANGUN – Respons cepat jajaran kepolisian dalam menangani pascabentrokan antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan pihak keamanan PT Sari Aditya Loka (SAL) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, membuahkan hasil. Warga SAD yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.


Sejak awal kejadian, personel Polres Sarolangun langsung bergerak melakukan langkah-langkah kepolisian, mulai dari pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), koordinasi dengan tokoh adat, hingga operasi pencarian terpadu di lapangan.


Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja cepat dan terukur aparat kepolisian di lapangan.


“Setelah dilakukan penelusuran dan koordinasi intensif antara aparat kepolisian dan pihak komunitas SAD, warga tersebut akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.


Dalam proses pencarian, Polri menggelar apel konsolidasi untuk menyusun strategi serta membagi tugas personel di titik-titik rawan. Personel Brimob dan TNI ditempatkan di wilayah Inti 2, sementara Satsamapta dan Satlantas disiagakan di Inti 1. Personel Polres dan Polsek juga dikerahkan di Simpang Kalingga guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.


Tidak hanya itu, upaya pencarian juga dilakukan secara maksimal dengan melibatkan tim gabungan menggunakan perahu karet bersama BPBD dan Damkar. Berkat kerja sama tersebut, warga SAD yang hilang akhirnya ditemukan di Desa Tanah Abang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin.


Selain fokus pada pencarian, personel Sat Intelkam Polres Sarolangun juga aktif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat adat. Koordinasi intensif dilakukan dengan Temenggung SAD, Nangkus, guna memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah munculnya konflik lanjutan.


“Pendekatan persuasif terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan serta membangun kepercayaan antara masyarakat adat dan aparat,” jelas Erlan.


Polisi juga bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang beredar terkait rencana penyerangan lanjutan oleh warga SAD. Setelah dilakukan pendalaman dan klarifikasi kepada tokoh adat, informasi tersebut dipastikan tidak benar, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.


Dengan langkah cepat, terukur, dan humanis dari aparat kepolisian, situasi di wilayah PT SAL kini berangsur aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat mulai kembali normal, meskipun personel keamanan tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan.


Kabid Humas Polda Jambi menegaskan bahwa Polri akan selalu hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat.


“Polri bergerak cepat dalam setiap situasi untuk memastikan keselamatan masyarakat. Penemuan warga SAD dalam keadaan selamat merupakan hasil kerja keras personel di lapangan yang mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa kepolisian akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pihak, termasuk tokoh adat dan pemerintah daerah, guna menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.


“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” pungkasnya.

Redaksi 

Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

By On April 16, 2026


Www Warta86.com,-Sumut - Gunung Sitoli - Nias,- 16 APRIL 2026 Sebuah kasus saling laporan penganiayaan di Kabupaten Nias, Sumatera Utara, kini menjadi sorotan tajam publik karena adanya perbedaan penanganan yang mencolok antara dua pihak yang terlibat. Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar tentang konsistensi dan objektivitas penegakan hukum di wilayah tersebut.

 

Peristiwa bermula pada 21 Oktober 2025, sekitar pukul 07.00 WIB, di Jalan Lintas Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli. 


Terjadi perkelahian antara Syukur Baginoto Harefa dan Elysman Lalasaro Harefa. Keduanya kemudian saling melaporkan ke Polres Nias dengan dugaan tindak pidana penganiayaan sesuai Pasal 351 KUHP ayat 1 dari KUHPidana tahun 1946 , atau pasal 466 dari KUHPidana no 1 tahun 2023 .

 

Laporan yang diajukan oleh Syukur Baginoto Harefa tercatat dengan nomor LP/B/643/X/SPKT/Polres Nias/Polda Sumatera Utara. Namun, pada 12 Februari 2026, penyelidikan terhadap laporan ini resmi dihentikan oleh pihak kepolisian ditandai dengan nomor ; B / 602.C / II / Res.1.6 / 2026 / Reskrim ,  dengan alasan "belum ditemukan adanya peristiwa pidana".

 

Sebaliknya, laporan yang diajukan oleh Elysman Lalasaro Harefa terhadap Syukur Baginoto Harefa justru berlanjut hingga tahap penetapan tersangka.


Hingga saat ini, Syukur Baginoto Harefa telah resmi ditetapkan sebagai tersangka ditandai dengan nomor ; S.pgl / Tsk.1 /  302 / IV / Res .1.6 / 2026 / Reskrim , dalam kasus tersebut .


Dengan adanya kasus ini bertambah nya ketidak percayaan publik terhadap Institusi Kepolisian . Masyarakat kian meragukan kinerja dan penegakan hukum yang dilakukan oleh institusi Polri .


Di tempat terpisah , Kuasa hukum Syukur Baginoto Harefa dikonfirmasi awak media menjelaskan , "Kami menuntut kejelasan dan keadilan! Bagaimana mungkin dua kasus yang berasal dari peristiwa yang sama, dengan dugaan pelanggaran yang sama, diperlakukan secara berbeda secara drastis?" tegas Ridzwan, S.H., M.H., dengan nada tegas dan berapi-api.

 

"Jika alasan penghentian laporan klien saya adalah 'tidak ada unsur pidana', maka logikanya laporan sebaliknya juga harus mendapatkan perlakuan yang sama. Kenapa justru klien saya yang menjadi tersangka? Ini bukan penegakan hukum, ini terlihat seperti pemilihan pihak!" tambahnya.

 

Lanjut , Ridzwan juga menyoroti perlunya intervensi dari pihak yang lebih tinggi. "Kami meminta Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara untuk segera turun tangan meneliti kasus ini. Jangan biarkan citra Polri ternoda oleh penanganan yang tidak transparan dan tidak konsisten. Selain itu, kami juga mengharapkan perhatian serius dari Komisi III DPR RI sebagai lembaga yang bertugas mengawasi bidang hukum dan HAM, untuk melakukan kajian mendalam agar keadilan benar-benar ditegakkan."

 

"Kami tidak akan diam. Hukum harus tegak lurus, tidak boleh tumpul ke satu pihak dan tajam ke pihak lain. Rakyat menuntut kebenaran!" pungkas Ridzwan dengan tegas.

 

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan masyarakat luas. Banyak yang mempertanyakan standar ganda dalam penegakan hukum dan berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan transparan, adil, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.


Diharapkan Polri segera memperbaiki citranya , mulai dari struktur yang diatas hingga jajaran bawahnya . Ketidak percayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia menjadi tamparan keras buat institusi Polri. Publik mengharapkan penegakan hukum di Indonesia bisa berjalan dengan baik agar masyarakat bisa mendapatkan keadilan dan kenyamanan dalam berbangsa dan bernegara . *(Tim)*

Padamkan Sebelum Membesar: Strategi Mitigasi Dini Menko Polkam Hadapi Kemarau

By On April 16, 2026


Www Warta86.com,-PONTIANAK – Forkopimda Kalbar menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat. (Kamis, 16/4) 


Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk mitigasi dini menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi melanda seluruh wilayah Indonesia.


​Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., dan Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Hindarsono, S.I.K., S.H., M.Hum. 


Turut hadir para Pejabat Utama Polda Kalbar, Kapolres/ta jaran Polda Kalbar, para Bupati dan Walikota se-Kalbar, Personel TNI-Polri, serta stakeholder terkait.


​Dalam amanatnya, Menko Polkam menekankan bahwa keberhasilan pencegahan karhutla bertumpu pada sinergi semua lini.


​"Kesadaran kolektif dan kepedulian setiap warga merupakan pondasi penting dalam rangka membangun ketahanan terhadap bencana. Saya mengingatkan pentingnya mitigasi sedini mungkin sebagai persiapan dalam menghadapi kemarau panjang," Ujar Djamari di hadapan peserta Apel.


​Ia juga memberikan instruksi tegas bagi para pelanggar Hukum yang masih nekat melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, dampak karhutla sangat destruktif bagi stabilitas negara.


​"Secara tegas dan konsisten, tindak siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan. Pembakaran hutan bukan hanya melanggar hukum, tetapi berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, pendidikan, transportasi, ekonomi, investasi, dan pelestarian lingkungan. Bertindaklah sebelum api membesar dan lindungi rakyat sebelum dampak meluas," tegasnya.


​Selain itu juga diberikan perhatian khusus bagi Awak Media, Ia berharap Pers menjadi mitra strategis dalam memberikan edukasi kepada publik mengenai cara membuka lahan tanpa membakar.


​"Kepada rekan-rekan media, saudara semua memiliki peranan yang sangat penting. Bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengedukasi. Saya harapkan awak media membantu membangun kesadaran Masyarakat tentang bahaya karhutla serta pentingnya melapor segera apabila mengetahui ada api," tambahnya.


​Mengakhiri arahannya, disampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur lapangan, mulai dari BNPB, BPBD, BMKG, Manggala Agni, TNI, Polri, Basarnas, hingga para relawan yang telah bekerja keras menjaga Kalimantan Barat dari ancaman api.


​Senada dengan hal tersebut, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal instruksi pusat. Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Kepolisian akan mengedepankan tindakan Preventif dan Preemtif di lapangan.


​"Polda Kalbar telah mensiagakan sejumlah Personel di titik-titik rawan (hotspot). Fokus utama kami adalah edukasi kepada Masyarakat mulai di tingkat Desa melalui Bhabinkamtibmas dan penguatan Patroli bersama TNI, serta stakeholder terkait," Pungkas Bambang.


Dalam kegiatan tersebut juga diberikan bantuan secara simbolis Perlengkapan penanggulangan Karhutlah senilai 3,9 Milyar kepada BPBD Kalbar, TNI dan Polri guna meningkatkan efektivitas penggalangan Karhutlah di Kalimantan Barat, dilanjutkan dengan peninjauan Stan Kesiapan penanggulangan Karhutlah.

Red W86 

Humas Polda Kalbar Sabet Penghargaan Nasional di Rakernis Humas Polri 2026

By On April 16, 2026


Www.Warta86.com,-JAKARTA – Bidang Humas Polda Kalimantan Barat berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam ajang Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri T.A. 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta Selatan. (Rabu (15/4)


Polda Kalbar memboyong dua penghargaan sekaligus dalam kategori pengelolaan konten digital.


​Rakernis tahun ini mengusung tema "Optimalisasi Komunikasi Publik dan Manajemen Media, Humas Polri Presisi Siap Menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026". 


Kegiatan hari kedua ini dibuka oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dan dihadiri oleh jajaran Kabid Humas dari seluruh Polda di Indonesia.


​Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menerima penghargaan atas dua kategori bergengsi, yakni keaktifan Pengiriman Konten di Polri TV Terbaik, ​dan Keaktifan Pengiriman Berita SPIT-MEDIAHUB Terbaik se-Indonesia. 


​Agenda Rakernis juga diisi dengan paparan strategis dari Karo Multimedia, Karo Penmas, dan Kabagrenmin Divhumas Polri, serta sesi penguatan kapasitas personel melalui upgrade sistem E-Learning.

​Usai menerima penghargaan, Kabid Humas Polda Kalbar menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap seluruh jajaran Humas di wilayah Kalimantan Barat yang telah bekerja keras dalam mengelola arus informasi.


​"Penghargaan ini merupakan wujud dedikasi kolektif personel Humas Polda Kalbar dan jajaran Polres dalam menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan edukatif kepada masyarakat. Sesuai dengan tema Rakernis tahun ini, kami berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi manajemen media demi mendukung program Asta Cita Presiden RI tahun 2026," Ujar Bambang.


​Ia juga menambahkan bahwa capaian ini akan menjadi motivasi bagi Polda Kalbar untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.


​"Kami tidak akan berpuas diri. Ke depan, tantangan komunikasi publik semakin kompleks. Melalui platform SPIT dan Polri TV, kami akan memastikan setiap narasi Polri tidak hanya sampai ke masyarakat, tetapi juga membangun kepercayaan publik (public trust) yang kokoh," tegasnya.

Red W86 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *