Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bupati Sintang, Pimpin Langsung Pemantauan Debit Air Sungai Melawi dan Kapuas

By On Juli 16, 2020

Sintang,www.warta86.com- Bupati Sintang Jarot Winarno memantau kondisi debit air aliran Sungai Kapuas dan Sungai Melawi menggunakan speed boat pada Selasa (14/7/2020).

Usai melakukan pemantauan, Jarot Winarno mengatakan, sejak beberapa waktu terakhir, sejumlah daerah di Kabupaten Sintang dilanda musibah banjir, seperti di Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Ambalau dan Kecamatan Serawai. "Utamanya di jalur sungai kayan, kayan hulu yg paling parah, kayan hilir air sudah mulai surut begerak ke hilir sekarang melimpah ke sungai melawi. Kemudian serawai dan ambalau air sudah mulai surut dan melimpah ke melawi, dan limpahannya mulai terasa di dedai dan kota sintang yang merupakan potnya karena dia menerima limpahan dari sungai kayan, sungai melawi, sungai kapuas, ketungau dan lainnya "kata Jarot, selasa (14/7).

Limpahan dari kiriman tingginya debit air dari sungai-sungai tersebut dikatakan Jarot sudah mulai terasa di Kota Sintang, dimana saat memantau langsung sejumlah jalan dan rumah warga yang tinggal di bantaran sungai melawi dan kapuas sudah mulai tergenang banjir. "kita perkirakan situasi sintang ini, tadi kita pantau langsung, jalan-jalan sudah mulai acap kita tidak tau besaran air bencana seperti inikan, kita akan monitor betul dedai dengan sintang dalam waktu dua hari ini, kemudian kita waspada betul di tempunak dan sepauk"beber Jarot.

Jarot menjelaskan, berdasarkan laporan yang ia terima, untuk korban jiwa dari musibah banjir saat ini tidak ada, hanya saja korban rumah yang hanyut sebanyak 59 rumah, namun musibah banjir ini sedang berlangsung kemungkinan akan bertambah rumah yang rusak dihantam banjir. "langkah  kita langsung kita keluarkan SK tanggap darurat bencana banjir, menjalin dengan semua pihak seperti tni,polri, relawan, kemudian yang menjamin suplai sembako pada hari pertama banjir langsung di fasilitasi oleh forkopimcam, dinsos langsung berkomunikasi dengan toko setempat supaya barangnya termanfaatkan"jelas Jarot.

"hanya saja di kayan hulu stok di toko belum memadai, sehingga pada senin kemarin pak wakil bupati sudah turun langsung ke jalur kayan membawa bantuan sembako, dan relawan juga sudah banyak sekali masuk kesana"tambahnya.

Menghadapi musibah banjir ini, Jarot pun berpesan masyarakat harus tetap waspasa beberapa hal, seperti instalasi listrik, kerena sering terjadi korban meninggal akibat kesentrum dari arus pendek listrik di rumahnya masing-masing. "kemudian anak-anak kita ni bukan seperti kita ni yang dah tua-tua yang memang dah biasa hidup disungai berenangnya sangat canggih, karena sering terjadi juga kalau banjir anak-anak kita hanyut, hilang meninggal dunia, sehingga orang tua harus cermat menjaga anak-anaknya"pesan Bupati.

"Selanjutnya menjaga suplai air minum, menjaga makanan, biasanya pasca banjir gini kejadian diare meningkat"pesannya lagi.

Jarot pun mengatakan, sebagai antisipasi musibah banjir tersebut juga, ia sudah memerintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang untuk membuka posko di daerah yang terdampak banjir sejak awal. 

"Saya sudah minta sejak awal dinkes mendirikan posko di daerah yang terdampak banjir, mudahan-mudahan bisa membantu masyarakat" pungkas Jarot. 
(red)

Wabub Sintang  Drs ,Askiman ,Tinjau Langsung ,Kondisi Jembatan Gantung Hanyut Pasca Banjir Bandang Kayan Hulu

By On Juli 14, 2020

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Wakil Bupati Sintang Drs Askiman, MM meninjau jembatan gantung yang putus dan hanyut terseret banjir besar di Desa Lintang Tambuk Kecamatan Kayan Hulu pada Selasa, 14 Juli 2020. 

Saat meninjau jembatan gantung tersebut, Wabup Sintang didampingi Kepala Bappenda Kabupaten Sintang Abdul Syufriadi, Kepala BPBD Kabupaten Sintang Bernard Saragih, Camat Kayan Hulu Yelmanus, dan Anggota Koramil Kayan Hulu.

Zakaria Tumenggung Adat Desa Lintang Tambuk menjelaskan bahwa jembatan gantung putus dan hanyut setelah dihantam banjir besar dan deras pada Sabtu, 11 Juli 2020 sekitar pukul 09.00 WIB pagi. "Pagi itu sekitar jam 9 pagi terdengar suara gemuruh. Ternyata jembatan gantung kami sudah putus dan hanyut. Jembatan gantung ini dibangun tahun 2002 yang lalu. Artinya umurnya sudah 18 tahun. Keberadaan jembatan ini sangat penting karena menghubungkan transportasi warga kami ke pusat kecamatan Kayan Hulu. Jembatan ini juga akses menuju ke kampung diseberang sana yakni Temiang dan Tanjung Lalau. Kami berharap jembatan gantung ini bisa dibangun kembali" terang Zakaria. 

Wakil Bupati Sintang Drs Askiman, MM saat meninjau jembatan gantung menjelaskan bahwa putusnya jembatan gantung ini sudah dilaporkan ke BPBD Provinsi Kalimantan Barat dan BNPB di Jakarta. "Bahkan sudah ada kepastian dari pemerintah pusat bahwa jembatan gantung ini akan diganti pada tahun 2020 ini juga dengan jembatan rangka baja" terang Wakil Bupati Sintang.

"kita juga sudah meninjau rumah warga yang bergeser dan roboh di beberapa desa. Ada juga sekolah yang terendam banjir. Saya minta BPBD, Dinas Perkim, Dinas PU untuk menyiapkan langkah rekonstruksi terhadap kerusakan akibat banjir ini. Ada juga sekolah yang terendam banjir. Pasti banyak dokumen sekolah yang hilang dan rusak. Saya minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang segera lakukan langkah untuk membantu sekolah dan siswa yang dokumen mereka hilang atau rusak akibat banjir ini. Dinas Dukcapil saya minta bantu warga terdampak banjir dengan mempermudah proses mereka membuat dokumen kependudukan mereka. Ada kartu keluarga dan KTP yang rusak karena rumah mereka terendam banjir" pinta Wabup Sintang.

Saat mengunjungi Kecamatan Kayan Hulu tersebut, Wakil Bupati Sintang memberikan bantuan sembako untuk dapur umum bagi 9 desa yang berada di jalur sungai Kayan di Kecamatan Kayan Hulu. 

Saat berada di Nanga Tebidah, Wakil Bupati Sintang juga memberikan arahan kepada pemerintah kecamatan Kayan Hulu dan warga Nanga Tebidah untuk gotong royong membangun ulang rumah sederhana milik Anselmus Sulaiman. "Kasian kalau mereka harus nginap di lanting yang dikasi terpal" terang Askiman saat meninjau lanting Keluarga Anselmus Sulaiman.(red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *