Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kayan Surut ,Dedai dan Sepauk Ketar Ketir Soal Banjir

By On Juli 13, 2020

HUMAS POLRES SINTANG. Selasa (14/7/2020) Polsek Kayan Hilir dan Polsek Kayan Hulu menyampaikan menurunnya debit air Sungai Kayan. Di Desa Nanga Tebidah Kecamatan Kayan Hulu, air sudah berada di ketinggian 50 – 200 centimeter di pinggir sungai. 

“Aktifitas masyarakat belum kembali normal, sebagian masih di pengungsian dan sebagian lagi sudah mulai menilik rumah masing-masing yang kemarin sempat ditinggalkan,” kata Iptu Sutrisno, Kapolsek Kayan Hulu. “Kita sudah perintahkan para personil untuk memonitor situasi terkini, sebagian ikut membantu warga membersihkan rumah dari lumpur, sebagian lagi membantu logistik di dapur umum,” terangnya lagi. 

Dari Kayan Hilir, informasi terkini menyebutkan bahwa air masih menggenangi banyak wilayah. Mapolsek Kayan Hilir masih terendam banjir. Saat ini ketinggian air di depan Mapolsek mencapai paha orang dewasa. 

“Untuk hari ini air agak sedikit surut, semoga sampai besok tidak ada lagi hujan, jadi air bisa benar-benar surut kembali sehingga kita bisa membenahi kantor. Namun siang ini hujan cukup deras sehingga kita masih rawan air akan naik kembali,” ungkap Iptu Sudayat, Kapolsek Kayan Hilir.  “Hari ini kita bersama Ibu Bhayangkari membuat dapur umum dan melakukan pembagian nasi bungkus kepada warga terdampak di seputaran Desa Mekar Mandiri dan Desa Nanga Mau. Rencananya giat untuk dapur umum ini akan kita laksanakan selama 4 hari berturut-turut ke depan. Semoga saat itu nanti air sudah kembali ke kondisi semula,” tambahnya.

Dengan menurunnya debit air di Kayan, daerah yang rawan meningkat debit airnya, di Kecamatan Dedai, Sintang, dan Sepauk. Sebagian daerahnya, air sudah setinggi lutut orang dewasa. Personil jajaran polsek sudah mulai menaikkan intensitas pantauan di daerahnya masing-masing. 

Di Dedai, Bhabinkamtibmas Brigadir Zian melakukan sambang warga untuk menghimbau agar waspada terhadap banjir kiriman. Selain itu ia juga mengingatkan agar warga mulai mempertimbangkan jalur dan tempat untuk evakuasi diri. 

Di Sintang, personil Polsek Sintang Kota pagi-pagi sudah melakukan pemantauan debit air di sejumlah titik. Ditemukan 4 titik yang mengalami genangan air hingga 50 centimeter. Anggota Polsek juga memberikan himbauan kepada warga untuk segera waspada, khususnya anak - anak untuk  berhati - hati dan tidak mandi disungai karena arus sungai deras. 

Di hilir, di Kecamatan Sepauk, anggota jajaran Polsek Sepauk juga sudah melakukan patroli sekaligus memberikan himbauan kepada warga untuk mulai berhati-hati terhadap kenaikan debit air sungai yang sudah mulai meluap. 

“Kegiatan patroli dan himbauan banjir ini dilaksanakan personil untuk langkah antisipasi dan mengingatkan warga akan bencana banjir . Untuk langkah pencegahan daerah yang rawan banjir kita himbaukan selalu agar waspada air kiriman dari daerah lain yang saat ini sedang mengalami banjir,” ucap Iptu TY.Anang, Kapolsek Sepauk.

Di tempat terpisah, Kapolres Sintang, AKBP John Ginting mengingatkan kepad asetiap polsek jajaran untuk terus memonitor situasi dan kondisi debit air di lingkungan masing-masing. Beliau juga memberi arahan agar anggota Polres Sintang sigap dalam membantu warga untuk evakuasi dan penanganan pasca banjir. 

“Kita mintakan laporan mengenai debit air per 3 jam sekali dari polsek-polsek yang sudah terjadi banjir dan rawan terjadi banjir. Kita saat ini menangani pasca banjir di Serawai dan Kayan hulu, lalu saat ini masih banjir, di Kayan Hilir dan Ketungau Hilir. Polsek Dedai, Sintang Kota, Binjai Hulu dan Sepauk sudah kita siagakan terkait banjir kiriman,” ujar AKBP John Ginting. “Selain pemantauan yang intensif, personil juga saya arahkan untuk membantu warga yang terdampak baik berupa dapur umum maupun ikut dalam proses evakuasi serta membersihkan rumah dan bangunan yang terkena banjir. Semua kita lakukan semata mata karena ibadah. Semoga sedikit yang kita lakukan dapat membantu warga pada kondisi seperti ini (banjir-red),” ungkapnya lagi. 

Demikian siaran berita Humas Polres Sintang.
Publish:W86

Hujan Akan Segera Datang Waspadai Potensi  Cuaca Eksrim di  Kalbar

By On September 19, 2019

Pontianak, Kamis 19 September 2019

Berdasarkan analisa garis angin pada ketinggian 3000 feet mengindikasikan adanya pola pusaran angin tertutup dengan kecepatan rendah di sekitar wilayah Kalimantan Barat. Kondisi ini sangat mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah Kalbar ke depan. Model potensi hujan juga mengindikasikan akan segera adanya hujan di wilayah Kalimantan Barat.


Diprakirakan hujan akan mulai turun pada tanggal 20 September 2019 di Kalimantan Barat bagian utara, antara lain di sebagian Kab./Kota : Sambas, Singkawang, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang dan Kapuas Hulu. Tanggal 21 hingga 26 September 2019 diprakirakan hujan akan turun di hampir seluruh wilayah Kalbar dengan intensitas sedang hingga lebat.


Dihimbau kepada Masyarakat di Kalimantan Barat antara lain :

1. Tetap menjaga kesehatan sehubungan dengan kondisi kualitas udara yang masih dalam kategori Sangat Tidak Sehat, serta tidak melakukan aktifitas pembakaran hutan / lahan yang bisa menyebabkan kabut asap.

2. Mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang / puting beliung, hujan lebat, hujan es, dan petir mulai tanggal 20 sampai 26 September 2019.


Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak membuka layanan informasi cuaca 24 jam dapat menghubungi melalui :
• call center 0561 - 721142 ;
• http://kalbar.bmkg.go.id;
• follow Fanspage Facebook, Instagram @infoBMKGKalbar;
• atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.


Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak


Erika Mardiyanti, S.Kom., M.Si.
Publish:W86/parli

Peringatan Dini Cuaca Kalbar Tgl 11 September 2019 pukul 00.00 WIB

By On September 10, 2019

Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang - lebat yang dapat disertai petir/guntur dan angin kencang berdurasi singkat pada pukul 00.30 WIB di wilayah : Kab. Sanggau (Noyan, Kembayan, Bonti), Kab. Sekadau (Belitang Hilir, Belitang), Kab. Sintang (Binjai Hulu, Ketungau Hilir), Kab. Kapuas Hulu (Silat Hilir, Semitau, Suhaid, Selimbau, Jongkong) dan Kab. Landak (Meranti)

*Dan dapat meluas ke wilayah*: Kab Sanggau (Sekayam, Entikong, Tayan Hulu) dan Kab. Kapuas Hulu (Pengkadan,  Hulu Gurung, Boyan Tanjung, Embaloh Hulu)

Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 02.30 WIB.

Prakirawan - BMKG Pontianak
http://kalbar.bmkg.go.id

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *