Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pasca Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Tujuan Pontianak. : Menghimbau Agar Keluarga Korban Waspada Terhadap 'Staf Crisis Center'

By On Februari 04, 2021


Jakarta - Konsultan Hukum yang juga Pengacara spesialis claim pesawat jatuh, Susanti Agustina SH MH mengimbau kepada Keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh pada 9 Januari 2021 lalu, agar tidak menandatangani surat pelepasan asuransi. Karena khusus untuk korban kecelakaan yang diakibatkan kejadian angkutan udara di dalam pesawat dan/atau naik turun pesawat, diatur oleh Pemerintah dalam Pasal 141 ayat (1) UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Menurut Susanti hal itu juga diperjelas dalam Pasal 3 huruf a Peraturan Menteri Perhubungan No.77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, di mana penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara akibat kecelakaan pesawat diberi ganti kerugian Rp 1,25 miliar per penumpang.  Uang santunan/kompensasi yang  diberikan kepada ahli waris tujuannya ahli waris tidak jatuh miskin sepeninggal korban tewas kecelakaan misalnya korban meninggal merupakan seorang kepala rumah tangga atau pencari nafkah dalam satu keluarga, maka keluarga yang ditinggalkan bisa terancam kesulitan melanjutkan hidup,  pihak asuransi dan maskapai penerbangan harus memberikan santunan kepada ahli waris yang wajib dikeluarkan oleh Maskapai Penerbangan yang terkena musibah tersebut. Uang santunan/kompensasi tersebut tidak akan hilang atau hangus apabila belum di ambil. Saran saya jangan di ambil dulu. Kita tunggu hasil KNKT resmi akibat kecelakaan tersebut apa ? Human Eror kah,, atau ada kesalahan dari pesawat Boeing itu sendiri. Kita masih belum tau sebab Pesawat tersebut Jatuh. Kita belum menerima pernyataan resmi dari KNKT .  Oleh sebab itu, Ia berharap agar keluarga korban berhati-hati dengan agen asuransi yang menyamar menjadi staf crisis center. Karena mereka berkerja untuk mempermudah dan mencari kelemahan keluarga korban, agar tidak menuntut perusahaan Boeing di Amerika. Intinya jangan terima dulu uang sejumlah Rp. 1,25 milliar. Untuk Santunan/kompensasi kepada ahli waris korban pesawat jatuh. dari Jasa Raharja sebesar Rp. 50 juta dan BPJS apabila menjadi anggota BPJS uang santunan Rp. 50 juta  itu diterima saja.

"Pada wawancara berita CNN di Meteo, California, dua kantor hukum dari Amerika Serikat, Sanjiv N. Singh, a Professional Law Corporation (SNS), and Indrajana Law Group, a Professional Law Corporation (ILG), yang mewakili 16 keluarga korban Lion Air JT-610 di Amerika Serikat dalam gugatan terhadap Boeing untuk kasus kecelakaan Lion Air JT-610 tersebut, menerima informasi bahwa keluarga korban dari kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh pada 9 Januari 2021 tersebut. Diduga menerima tekanan dan didekati untuk menandatangani surat pelepasan secara prematur," ujar Susanti dalam siaran persnya, pada Kamis (4/2/2021).

Karena menurut sumber rahasia tersebut, kata Indrajana lawyer Amerika yang berkebangsaan Indonesia dalam wawancaranya melalui Zoom meeting pada hari selasa tanggal 2 Februari 2021  diduga bahwa ada pihak pengacara asuransi yang terlibat dalam praktek ini di kasus Lion Air di Tahun 2018-2019 yang lalu, sekarang hadir lagi dan muncul di crisis center SJ 182 untuk menekan keluarga menandatangani surat pelepasan sebagai syarat menerima uang santunan yang seharusnya diberikan tanpa syarat menurut hukum Indonesia yang berlaku. Informasi ini disalurkan secara langsung ke Michael Indrajana dan Sanjiv Singh yang merupakan Pengacara yang berada di San Mateo, California  Amerika Serikat  yang merupakan Pengacara Professional khusus menangani Korban Pesawat Jatuh , yang mempunyai  pengalaman di bidang tersebut.

Investigasi

"Informasi ini secara langsung diterima Michael Indrajana dan Sanjiv Singh dari sumber terpercaya di Indonesia. Karena Sanjiv Singh secara langsung melakukan investigasi terkait kecelakaan Sriwijaya Air mengatakan sangat kaget, karena hal ini terulang lagi," ujarnya seraya mengatakan tetapi sekarang kita mau agar masyarakat mendengar hal ini.

"Kami mau melindungi keluarga korban SJ-182 dari perilaku predator. Saya akan mengontak Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan anggota Kongress Amerika Serikat untuk mencari tahu, apakah ada perusahaan Amerika Serikat yang terlibat dalam praktek mengincar keluarga korban untuk menandatangani surat pelepasan dini," ungkap Susan seraya menegaskan jangan sampai ada yang menandatangani surat pelepasan atau settlement sewaktu penyebab kecelakaan, karena hal ini masih dalam proses investigasi tahap awal.

Sementara kata Susan, menurut Michael Indrajana, sebagai Pengacara Amerika Serikat kebangsaan Indonesia, yang berada di Indonesia hingga tujuh bulan untuk menginvestigasi kasus kecelakaan Lion Air, mengatakan praktek penandatanganan surat pelepasan ini tidak layak dan tidak bisa ditoleransi.

"Dari apa yang saya percaya, Ombudsman Republik Indonesia sudah mengeluarkan Laporan Final di bulan November 2020 dan dengan jelas menyatakan bahwa surat pelepasan ini tidak berlaku menurut Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 77 Tahun 2011. Kami tegaskan agar semua pengacara lokal untuk melindungi keluarga dari praktek ini, sambil menunggu hasil investigasi kecelakaan lebih lanjut," imbuhnya.

Menurut Susan, Sanjiv Singh dan Indrajana adalah pengacara atau lawyer di Amerika yang merupakan partnernya untuk claim, khususnya kasus pesawat jatuh yang ada di indonesia. Untuk membela hak-hak keluarga korban, termasuk untuk menggugat atau menuntut ganti rugi perusahaan Boeing yang berada di Amerika tersebut.

Oleh karena itu, istri mendiang Pengacara Kondang, Indra Sahnun Lubis ini pun mengimbau kepada para keluarga korban pesawat Sriwijaya SJ-182, supaya tidak salah langkah, silahkan konsultasi atau datang  ke kantor Law firm Susanti Agustina and Partners, di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, atau via email: susantilawfirm@gmail.com.

"Misi saya sekarang adalah untuk memastikan bahwa keluarga yang sudah terlanjur tanda tangan agar dilindungi. Sedangkan bagi keluarga korban yang belum tanda tangan, wajib menerima perlindungan hukum dan nasehat hukum agar tidak salah sebelum mengambil keputusan lebih lanjut," ucap Susan tegas.




Kapolres Sintang,AKBP Vantie Bernard Musak S.H,M.I.K Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Inpres

By On Januari 29, 2021


Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Sijago merah kembali melahap 14 buah ruko yang berlokasi di Komplek Pasar Inpres Jalan Partisipasi Kelurahan Tanjung Puri Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang, Sabtu malam (29/1).


Mendapati informasi tersebut Kapolres Sintang AKBP Ventie Bernard Musak, S.I.K, S.H, M.I.K langsung meninjau lokasi TKP tempat terjadinya kebakaran tersebut.


Kapolres mengatakan “Kita bersyukur karena tidak ada korban jiwa satupun dalam kebakaran malam hari tadi tapi disisi lain saya selaku Kapolres Sintang juga turut prihatin kepada warga yang tertimpa musibah yang terjadi ini dan berharap para korban dapat lebih sabar dan lapang dada” Tuturnya.


Untuk memadamkan kebakaran tersebut diluncurkan lah 4 unit Damkar dan 3 Unit Busera serta Polres Sintang juga menurunkan Water Canon guna membantu jalannya pemadaman api.


Selain itu dirinya juga telah menurunkan personil untuk melakukan penyelidikan asal muasal nya api muncul yang dengan cepat membesar dan membakar habis bangunan tersebut.


“Untuk saat ini penyebab kebakaran masih kita selidiki lebih lanjut dan untuk kerugian materiil diperkirakan bisa mencapai 10 milliar, apakah ini terjadi karena human error atau yang lainnya kita masih belum bisa simpulkan” Jelas Ventie.


Dirinya berpesan kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan akan bahaya kebakaran, karena tidak hanya harta benda saja yang bisa habis terbakar tetapi banyak kasus juga menyebebakan korban jiwa.


“Pastikan semua hal-hal yang dapat menyebabkan bahaya kebakaran, seperti kompor gas, peralatan elektronik, lebih baik dimatikan hendaknya saat ingin berpergian,” imbau Kapolres.

publish:parli

Warga Sepauk Digegerkankan dengan Penemuan Mayat Perempuan Terapung di Sungai

By On Januari 26, 2021


Sintang,Kalbar,www.warta86.com -POLSEK SEPAUK. Dusun Ulak Limau Desa Kenyauk Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang, pagi ini mendadak pambar akibat ditemukannya sesosok mayat perempuan terhanyut di Sungai Kapuas. Rabu (27/01/2021).


Pe'en (30 th), sekitar jam 06.09 wib, saat baru bangun tidur melihat ada sesuatu yang mencurigakan tersangkut di belakang lanting, dan kemudian terhanyut lagi terbawa arus sungai Kapuas 


Melihat hal tersebut, Pe'en memanggil warga lainnya yang langsung menghubungi pihak Polsek Sepauk.


Kapolsek Sepauk Iptu TY Anang membenarkan adanya penemuan mayat wanita tanpa identitas di wilayahnya.


"Mrs. X ditemukan tersangkut di lanting, kemudian karena arus lumayan kuat sehingga terhanyut lagi ke hilir"


"Petugas Polsek yang tiba di lokasi menanyakan identitas korban, namun tidak ada seorang pun warga yang mengenal, kemungkinan bukan warga setempat" tutur Kapolsek.


Iptu TY. Anang melanjutkan, mayat Mrs. X oleh petugas sementara dibawa ke puskesmas sepauk dan akan dibawa lagi ke RSUD Sintang untuk identifikasi lebih lanjut.


"Kami meminta warga yang mengenal korban, atau apabila ada warga yang beberapa hari ini menghilang, agar melaporkan ke Polsek Sepauk beserta bukti pendukung" imbau Iptu TY Anang.


Demikian siaran berita Humas Polsek Sepauk jajaran Polres Sintang.

Publish:W86

Telan Anggaran Rp,498.500,000,-Tidak Berfungsi

By On Januari 13, 2021

 


Sintang,Kalbar,www.warta86.com-
 – Proyek Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Kalimantan Terbengkalai atau Gagal, terbukti dilapangan Proyek tersebut Tidak Dapat difungsikan oleh masyarakat, Desa Senangan Jaya, Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Menurut Informasi Proyek tersebut merupakan Proyek Kementeriam Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Kalimantan dengan Nama Paket Peningkatan Sarana PrasaranaAir Bersih,Yang diletakkan di Desa Senangan Jaya Kecamatan Ketungau Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, Dengan Nilai KontrakRp 498.500.000 Rupiah, Dengan Sumber Dana Hibah Asian Development Bank ( ADS ) Tahun Anggaran 2019 yang dikerjakan oleh CV Briliant

Adapun Tujuan Sarana Prasarana Air Bersih adalah Membangun dan Mencukupi Kapasitas Air Bersih yang akan digunakan utnuk melayaqni kebutuhan Masyarakat.

Ketika dikonfirmasi Duanto mengaku Selaku Kasi di Dinas Kehutanan Kabupaten Sintang mengakui bahwa ada kegiatan Proyek Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Kalimantan di Desa Senangan Jaya “Secara tekhnis Air Bersih di Desa Tanjung Sari Kegiatannya harus sampai ada air dan bisa dinikmati oleh masyarakat, Kami belum melakukan pengecekan ke lapangan, bahkan Duanto Mengatakan kegiatan proyek tersebut ditahun 2020 dan proyek telah selesai 100 persen, itu berdasarkan laporan masyarakatnya langsung secara lisan malah”, jelas Duanto saat ditemui di ruang kerjanya 12 Januari 2021.

Awalnya Duanto Mengatakan “Proyek air bersih tersebut Duanto mengaku sebagai pengawas, Secara tekhnis hasil pengawasan akan dilimpahkan ke KPA, dengan terbengkalainya proyek tersebut kita telah menyampaikan teguran secara lisan”.

Lalu Duanto kembali mengakui bahwa Pihaknya tidak dilibatkan sebagai pengawas, Dari pernyataan Duanto selaku Kasi di Dinas kehutanan Sintang sepertinya menyembunyikan sesuatu, sehingga ketika dikonfirmasi plin plan menyampaikan informasi, sebab Duanto Sementara secara tekhnis Duanto juga tidak memgetahui secara tekhnis.

Dari hasil konfirmasi, Duanto Plin Plan atau tidak jelas menyampaikan keterangan kepada wartawan, Seolah olah Amnesia, dimana Proyek tersebut dalam papan plan proyek di alokasikan Tahun Anggaran 2019 Lalu dan bukan Tahun 2020, seperti yang di sampaikan Duanto.

Warga masyarakat setempat Inisial “A” mengatakan, “Air tidak mengalir Pak, bentuk sumber air sebenarnya Dari sumur Bor namun tidak berfungsi atau gagal, rencananya sumber airnya di suplay Dari genangan air, Katanya

“Seperti yang kita lihat, Pipa tidak nyambung ke Tong penampung air, dan Panel Listrik Tenaga surya Satu tidak ada, artinya untuk menyebut Air dari mana? Sebab mesin tidak ada, tambah Inisial “A”.

Warga “A”Kami masyarakat sangat dirugikan pak dengan tidak berfungsinya proyek Air bersih, sementara Anggaran sangat besar, Kami minta supaya Polres Sintang dan Kejaksaan Sintang Turun Lapangan, karena selain masyarakat, Negara juga dirugikan, pintanya. (TIM

Rusaknya Jalan Simpang Pertanian Ini Jawaban  Dinas UPJJ Sintang

By On Januari 12, 2021


 Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Menelusuri keluhan Masyarakat Baning kota terkait rusaknya  jalan D

dr.Wahidin Sudirosodo yang di akibatkan adanya aktifitas angkutan pasir yang sering melintas di area jalan tersebut Media ini beserta beberapa Media Online Lainnya mencoba mengkonfirmasi ,tokoh Masyarakat, juga pemilik tambang pasir tersebut pada rabu/12/01/2020


Di temui diruang kerjanya ketua Bpd Baning Kota  saudara Boy Harinsyah mengatakan persoalan ini telah dicarikan solusinya melalui rapat tokoh masyarakat beserta perwakilan pemilik tambang ,ujar Boy singkat


Semantara H.Wahyan selaku pemilik tambang galian yang diwakili oleh ,H.Hefni mengatakan persoalan jalan yang rusak dan keluhan masyarakat terkait permasalahan ini sudah kita bicarakan dan deri pihak pengelola tambang siap melakukan perawan terkait ada kerusakan yang di sebabkan oleh aktifitas penambangan tersebut, tuturnya


Semantara dari pihak Pekerjaan Umum (PU) yang membidangi Unit Perwatan Jalan dan Jembatan unit dua(I) H.Iwan Melalui PPTK nya Budi ,mengatakan permasalahan ini akan kita tinjau langsung besok kelapangan guna mendapatkan informasi terkait kondisi jalan dan penyebab kerusakan jalan tersebut ,setelah itu kita akan melakukan koordinasi kepada perwatan jalan Kabupaten takutnya ,dijalan yang sama sudah ada rencana pembangunan sehingga tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan di jalan yang sama pungkas.,Budi 

(W86)

Bupati Sintang ,dr.H.Jarot Winarno ,M.Med Ph,Sampaikan Belasungkawa Terkait Musibah Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

By On Januari 10, 2021


Sintang,Kalbar.www.warta86.com-Bupati Sintang, Jarot Winarno, menyampaikan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak sekitar pukul 14.39 WIB di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, pada Sabtu kemarin (6/1/2020).


"Pertama kita turut berduka cita atas musibah pesawat Sriwijaya SJ-182. Dimana didalamnya di tenggarai ada 3 sampai 7 warga sintang"ungkap Jarot, Minggu (7/1/2020).


Jarot mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk mendoakan musibah yang terjadi tersebut dan ia juga barharap ada mukjizat dari Allah Subhanahu wa ta'ala terhadap para penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 itu.


"Kita turut prihatin terhadap musibah ini, mari kita sama-sama berdoa, kita juga masih berharap ada mukjizat dari Allah Subhanahu wa ta'ala bahwa penumpang yang ada pun mudah-mudahan ada mukjizat bisa terselamatkan"ucap Jarot.


Jarot menyampaikan, dirinya akan memantau dan monintor terus perkembangan situasi musibah pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Mengingat juga berdasarkan informasi dari Manisfest SJ-182 penumpang pesawat tersebut yang beredar di tenggarai ada warga Kab. Sintang. 


"Kita tetap pantau dan monitor terus sehingga nanti pada saatnya setelah di ketahui situasi korban tentu kita akan takziyah, kita juga akan mendoakan agar para korban juga bisa mendapat tempat di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala"ungkap Jarot.(red)

Brigadir Riduan ,Lakukan Penangan ,Awal Laka Tunggal Di Terusan

By On Desember 30, 2020


Sintang,Kalbar,www.warta86.com- - Brigadir Riduan sebagai salah satu Bhabinkamtibmas Polsek Dedai yang wilayah desa binaannya dijalur hitam, 

Laka tunggal yang terjadi di jalan Sintang - Putusibau tepatnya di Desa Terusan Kecamatan Dedai tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wib, Brigadir Riduan sebagai salah satu Bhabinkamtibmas melakukan penanganan awal kecelakaan tersebut sambil menunggu anggota lalu lintas dari Polres Sintang datang ke TKP.


Laka tunggal tersebut dialami oleh truck dump yang menabrak lampu jalan dan tiang listrik, dalam kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun terjadi kemacetan arus lalu lintas yang lumayan padat.


Brigadir Riduan menyampaikan "Polsek Dedai hanya membantu melakukan penanganan awal dalam kecelakaan tersebut, selanjutnya proses laka lantas tersebut akan diserahkan ke Satuan Lalu Lintas Polres Sintang" jelasnya.


Demikian siaran berita Humas Polsek Dedai jajaran Polres Sintang.

publish:parli

Kembali Tikungan Maut Lengkenat Memakan Korban Mobil VS Motor

By On Desember 02, 2020


Sintang ,Kalbar,www.warta86.com-HUMAS POLSEK SEPAUK. Tikungan tajam di Lengkenat kembali makan korban. Kali ini seorang pengendara sepeda motor tewas setelah bertabrakan dengan truk muatan. Kamis (03 Desember 2020). 


Personil Polsek Sepauk yang mendapatkan informasi laka lantas tersebut langsung meluncur ke TKP dan melakukan tindakan pertama menunggu kedatangan tim olah TKP dari Sat Lantas Polres Sintang yang datang tak lama kemudian.


Aiptu S. Sitorus KaSPK1 Polsek Sepauk yang melakukan olah tkp menuturkan, dari interview dengan saksi-saksi di TKP diketahui Korban yang bernama Andri Lukman Pasaribu meluncur dari arah Sintang dengan sepeda motor Yamaha Mio dengan plat KB 4005 RO, sedangkan truk angkutan nomor plat nomor polisi KB 8960 SF yang dikemudikan THEODORUS KAMAL dari arah Pontianak menuju ke Sintang.


Tak disangka, kedua kendaraan berbeda arah tersebut bertabrakan tepat di tikungan simpang Lengkenat menyebabkan pengendara sepeda motor terpental dan tewas ditempat, sedangkan truk muatan terbalik.


Kapolsek Sepauk Iptu TY Anang menyampaikan, di tikungan di Lengkenat memang sudah beberapa terjadi laka lantas, oleh karena itu diminta kepada seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang.


"Untuk penanganannya lebih lanjut kami serahkan ke unit Laka Sat Lantas Polres Sintang" tutur Iptu TY Anang.


Demikian siaran berita Humas Polsek Sepauk jajaran Polres Sintang.

Publish:parli

Tanggap Banjir, Polisi Terus Pantau Debit Air Sungai Kapuas

By On Juli 17, 2020

Www.warta86.com.-Polda Kalbar-Polres Sintang-Polsek Sintang Kota- Untuk mengantisipasi terjadinya banjir akibat meluapnya air Sungai, Aipda Imam S, anggota Polsekta Sintang melakukan pengecekkan dan memonitor secara berkala debit air Sungai Kapuas Jalan Masuka Pantai Kelurahan Kapuas Kanan Hilir Kecamatan Sintang Kab. Sintang. Jum,at (17/07/2020).

Dalam sepekan ini Kecamamatan Sintang dan sekitarnya diguyur hujan yang mengakibatkan debit air Sungai Kapuas dan sungai Melawi bertambah naik, namun masih batasan aman. Tetapi tidak menutup kemungkinan, apabila intensitas hujan tinggi, Sungai Kapuas bisa meluap.

“Hari ini kita mengecek kondisi Sungai Kapuas untuk mengetahui debit air Sungai, akibat intensitas hujan cukup tinggi dalam beberapa hari ini debit air tambah naik. Namun masih dalam batasan aman, “terang Aipda Imam S.

Kapolsekta Sintang Ipda Sutikno S.Sos MAP mewakili Kapolres Sintang AKBP Jhon. H. Ginting SH.  mengatakan pihaknya membenarkan sudah memerintahkan anggotanya untuk terus memonitor debit air Sungai Kapuas maupun Sungai Melawi dan mensosialisasikan kepada masyarakat yang bermukim dipinggiran atau bantaran Sungai untuk waspada apabila air Sungai meluap.

“Kita himbau kepada warga yang tinggal dipinggiran Sungai agar waspada apabila debit air sungai mengalami peningkatan, jika ada tanda banjir segera lah menyelamatkan diri dan evakuasi keluarga ke tempat yang lebih aman,” tutur Kapolsekta Sintang Sutikno.

Penulis. Haedar
Publish:parli

Wakil Bupati Sintang , Ucapkan Bela Sungkawa Atas Mankatnya Sultan Sintang ,Askiman Katakan Beliau Sosok Pemersatu

By On Juli 17, 2020

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM turut berdukacita menerima kabar duka bahwa Sultan Sintang, H.R.M Ikhsan Perdana Ismail Tsafioeddin yang bergelar Pengeran Ratu Sri Kusuma Negara V, mangkat / tutup usia pada Kamis (16/7/2020) di RSUD Ade M. Djoen Sintang, pukul 01.50 WIB karena sakit. Sultan Sintang meninggal dunia di usia 78 tahun.
“saya turut berduka cita atas wafatnya Sultan Sintang. Saya mohon maaf tidak bisa melayat dan ikut dalam prosesi pemakaman karena sedang ada kegiatan di Jakarta. Saya merasa merupakan bagian dari keluarga besar Keraton Sintang dengan telah menerima gelar Pangeran Temenggung Muda Patih Suara. Gelar kehormatan Kesultanan Sintang tersebut diberikan langsung oleh Sultan Sintang pada saat perayaan Haul penobatan Sultan Sintang yang ke-XI dan juga syukuran hari lahir Sultan Sintang yang ke 75 tahun di Keraton Istana Al-Mukarammah Sintang pada 14 September 2017 lalu” terang Askiman
“bagi saya, beliau adalah sosok tokoh pemersatu semua komponen anak bangsa di Kabupaten Sintang. Saya ingat setiap ada kegiatan atau perayaan apapun yg dilakukan oleh semua suku dan agama di Sintang ini. Sepanjang beliau diundang pasti beliau hadir. Beliau juga sangat enak jika diajak diskusi tentang sejarah, kebudayaan dan masa peradaban Kerajaan Sintang. Selama mengenal beliau, saya belum pernah terdengar bahasa-bahasa keras ataupun bahasa kasar. Begitu juga jika menerima sahabat atau tamu selalu di terima dengan senyum yang penuh dengan persahabatan” cerita Askiman mengingat soosk Sultan Sintang.
“beliau sangat enak di jadikan sebagai teman diskusi dengan segudang pengalaman yang beliau miliki sehingga bisa memberikan inspirasi baru bagi kita dalam menentukan arah kebijakan dan mengambil keputusan yang bisa diterima oleh semua pihak. Semoga keluarga besar Keraton Sintang diberikan ketabahan dalam menghadapi suasana duka  dan rasa kehilangan ini. Selamat Jalan Sultan…..pintu surga telah terbuka bagimu. Perjuanganmu  untuk mempersatukan seluruh anak bangsa di Sintang ini akan kami teruskan” ucap Askiman. 
Almarhum Sultan Sintang, H.R.M Ikhsan Perdana Ismail Tsafioeddin yang bergelar Pengeran Ratu Sri Kusuma Negara V dimakamkan di Komplek Pemakaman Raja-Raja Sintang,  Jl. Cik Ditiro, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kec. Sintang, Kamis (16/7/2020) siang, ba'da Dzuhur. Sebelum di makamkan, Almarhum di shalatkan di Masjid Jami' Sultan Nata Sintang, Komplek Keraton Al Mukarramah Sintang.(red)

Sultan Sintang Tutup Usia ,.di 78 Tahun ,Bupati Sintang ,Katakan Kita Kehilangan  Sosok  Pemimpin Lintas  Udaya

By On Juli 16, 2020

Sintang,Kalbar,www.warta86,com- Kabar duka menyelimuti keluarga besar Keraton Al Mukarramah Kesultanan Sintang. Sultan Sintang, H.R.M Ikhsan Perdana Ismail Tsafioeddin yang bergelar Pengeran Ratu Sri Kusuma Negara V, mangkat / tutup usia pada Kamis (16/7/2020) di RSUD Ade M. Djoen Sintang, pukul 01.50 WIB karena sakit. Sultan Sintang meninggal dunia di usia 78 tahun. 

Bupati Sintang, Jarot Winarno, bersama unsur Forkopimda Kab. Sintang melayat ke kediaman Almarhum Sultan Sintang, H.R.M Ikhsan Perdana Ismail Tsafioeddin di Keraton Al Mukarrahmah Sintang, Kamis (16/7/2020) pagi. Tampak juga para pelayat, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah unsur pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sintang. 

"Saya tadi malam sempat jenguk beliau di ruang ICU rsud ade m djoen sintang, pulang pun saya monitor terus kabar beliau, sampai tengah malam tu dengar kabar beliau sudah tidak ada. Kita semua sedih kehilangan beliau"ucap Jarot.

Jarot Winarno, menyampaikan duka yang mendalam, baik atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah Kabupaten Sintang serta masyarakat Kabupaten Sintang atas meninggalnya Baginda Yang Mulia Sultan Sintang. Jarot pun mengaku sangat kehilangan sosok yang ia kenal sebagai orang yang ramah dan sederhana. Jarot juga menyebutkan Sultan Sintang sebagai sosok kepemimpinan lintas budaya.

"Beliau ini kepemimpinan yang lintas budaya, beliau hadir aktit tu di berbagai kegiatan komponen bangsa, acara masyarakat tionghoa beliau hadir, apalagi kalau gawai dayak beliau juga hadir, kegiatan masyarakat melayu, masyarakat padang, masyarakat jawa dan yang lainya beliau juga hadir"kenang Jarot. 

Dengan telah berpulangnya Sultan Sintang kehadapan Sang Pencipta, Jarot mengajak seluruh komponen bangsa yang ada di Kabupaten Sintang mendoakan alhmarhum, agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. 

"Mari kita doakan beliau semoga mendapatkan tempat yang layak, yang terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala, in shaa Allah beliau husnul khotimah"ucap Jarot.

"yang paling penting buat kita adalah, melanjutkan wasiat, keinginan-keinginan beliau yang belum terwujud, tugas bersama antara penerus kekeratonan al mukarramah sintang dengan pemerintah kabupaten sintang"pungkasnya. 

Almarhum Sultan Sintang, H.R.M Ikhsan Perdana Ismail Tsafioeddin yang bergelar Pengeran Ratu Sri Kusuma Negara V dimakamkan di Komplek Pemakaman Raja-Raja Sintang,  Jl. Cik Ditiro, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kec. Sintang, Kamis (16/7/2020) siang, ba'da Dzuhur. Sebelum di makamkan, Almarhum di shalatkan di Masjid Jami' Sultan Nata Sintang, Komplek Keraton Al Mukarramah Sintang. 

Bupati Sintang, Jarot Winarno juga turut hadir langsung dalam prosesi pemakaman tersebut, yang menyampaikan ucapan belasungkawa, duka cita yang mendalaman Pemerintah Kabupaten Sintang atas meninggalnya Sultan Sintang menghadap Sang Pencipta.
(red)

Kembali Polres Sintang ,Berduka Atas Meninggalnya AIPTU Sri Kukuh

By On Juli 13, 2020

Www.warta86.com-HUMAS PORES SINTANG. Belum lagi kering tanah di pusara IPTU Ulik Sulistyono yang diantar oleh rekan pada Senin (6/7/2020) lalu, Selasa (14/7/2020) jajaran Polres Sintang harus kembali mengkebumikan personilnya kembali. Kali ini AIPTU Sri Kukuh menghembuskan nafasnya di RSUD Ade. M. Djoen Sintang Senin (13/7/2020) pukul 23.15 karena sakit. AIPTU Sri Kukuh terakhir kali bertugas di Bagian Sumberdaya (SUMDA) Polres Sintang. 

Kapolres Sintang, AKBP John Ginting langsung memimpin apel persada di TPU Tanjung Puri depan PDAM Sintang. Dalam sambutannya, Kapolres mengucapkan belasungkawa kepada pihak keluarga dan memberikan pujian atas jasa pengabdian AIPTU Sri Kukuh. 

“Pada hari ini kita semua berkumpul untuk bersama-sama untuk melaksanakan pemakaman almarhum AIPTU Sri Kukuh yang meninggal karna sakit. Ini sungguh suatu hal yang menyedihkan bagi jajaran Polres Sintang karna dalam sebulan terakhir, Polres Sintang telah kehilangan 3 anggotanya, mulai dari  AKP Ya’Yanto, lalu minggu lalu almarhum IPTU Ulik Sulistyono,” ungkap AKBP John. H. Ginting.  “Almarhum telah membuktikan dirinya dengan menjalankan tugas yang dipercayakan secara moral dan berintegritas, kita juga mengetahui dedikasi, loyalitas, dan keteguhan almarhum terhadap tugas yang diembannya. Seluruh anggota jajaran Polres Sintang dengan ini menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberitakan tempat yang layak di sisi-Nya,” tambahnya. 

Mewakili pihak keluarga, Drs. H. Senen Maryono menyampaikan terima kasih kepada Kapolres dan jajaran Polres Sintang atas penghormatan terakhir yang diberikan untuk AIPTU Sri Kukuh. Ia menyebutkan bahwa selama beberapa tahun terakhir kesehatan AIPTU Sri Kukuh memang mengalami penurunan secara signifikan.

“Kami mewakili pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas doa dan keiklasan rekan-rekan sejawat yang telah berkenan mengantar saudara kami ini keperistirahatan terakhirnya ini. Kami mohon maaf bila selama hidupnya almarhum ada salah kata, salah ucap dan salah tindakan kepada para pelayat sekalian. Semoga perjalanan beliau ke akhirat dilapangkan dengan iringan doa dari saudara sekalian,” kata Haji Senen.

Demikian siaran berita Humas Polres Sintang.
Publish:parli/W86

Banjir Bandang Di Kayan Hulu Sudah Mulai Terpantau Surut

By On Juli 13, 2020

Www.warta86.com-HUMAS POLRES SINTANG. Bantaran Sungai Kayan dihantam banjir bandang, dari hulu hingga ke hilir. Senin (13/7/2020) di Kayan Hulu, menurut laporan jajaran Polsek Kayan Hulu, air sudah tampak surut hingga 2,5 meter. Jalan-jalan yang berada di pinggir sungai, air sudah di kedalaman 1 meter. 

Dari pantauan Polsek Kayan Hulu terdapat sejumlah kerusakan yang terjadi akibat banjir kali ini. Dari 19 desa yang terdampak, terdapat 59 rumah warga yang mengalami kerusakan dan 2 fasilitas umum rusak parah, jembatan Gantung Lintang Tambok Roboh  dan 1 unit  Steher hanyut. 

Sementara itu dari Kayan Hilir dilaporkan, air masih bertahan, belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Kapolsek Kayan Hilir Iptu Sudayat beserta anggota polsek melakukan penulusuran menggunakan speed boat untuk mengecek debet air di sekitar Desa Nanga mau, Desa Mabang dan di Desa Mekar Mandiri. 

Pada hari ini, Kapolsek juga menyalurkan sumbangan sembako yang diantar langsung oleh Kapolres Sintang, AKBP John Ginting pada Minggu (12/7) sore. Di Nanga Mau, sejumlah fasilitas umum meliburkan pegawainya, salah satunya, Bank BRI Cabang Nanga Mau. 

 “Memang semua masyarakat di sekitar Wilayah kecamatan Kayan Hilir ini terkena dampak banjir, tetapi bantuan yang akan di berikan ini adalah kepada mereka yang kita anggap layak dan pantas untuk menerima bantuan tersebut, bantuan tersebut sangat terbatas, jadi kita utamakan dulu warga yang benar-benar tidak mampu, “ ujar Iptu Sudayat. “Kami minta maaf karna belum mampu mebantu seluruh warga yang terdampak, jadi Kami harap masyarakat bisa Paham dan bisa memakluminya, dan harapan kita semua, semoga Banjir ini cepat berlalu,” tutupnya. 

Salah satu ketua RT di Dusun Cipta Karya Desa Mekar Mandiri, Totot menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Polri yang sudah memberikan bantuan sembako bagi keluarganya disaat mereka kesusahan akibat banjir. 

“Kami saja banyak-banyak terima kasih, untuk sidak bapak polisi tuk, kami memang lagi sulit karna banjir tuk, sulit untuk bekerja, jadi sulit juga mendapatkan bahan makanan,” ujar Totot sambil tersenyum. 

Demikian siaran berita Humas Polres Sintang.
Publish:parli

Merasa Tidak Puas Hasil Musdes Terkait BLT DD Puluhan Masyarakat Desa Taok Segel Kantor Desa

By On Juni 19, 2020

Sintang ,Kalbar,www.warta86.com-- Merasa tidak dengan Hasil Musyawarah Desa (Musdes)terkait bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa ,Puluhan warga Desa Tauk kecamatan Dedai Kabupaten Sintang mendatangi kantor Desa dan menyegel kantor dan balai desa,  dengan menggunakan papan di depan pintu masuk kantor Desa, peristiwa ini dipicu karena adanya rasa tidak puas dengan kinerja Kepala Desa dan ketua BPD desa Tauk yang anggap tidak ada rasa keadilan dalam penyaluran bantuan kepada warga yang dianggap berhak menerima bantuan, terutama dalam pendataan penerima bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD)  dan juga tidak transparan dalam penggunaan anggaran dana desa. Ungkap salah satu warga saat di temui Media ini pada Kamis,  (18/6/2020)

Menurut salah satu warga yang namanya tidak mau di sebutkan ,mengatakan "Buntut penyegelan tersebut karena sebelumnya masyarakat sudah beberapa kali meminta kades dan BPD desa Tauk untuk melakukan musyawarah tentang penggunaan anggaran dana desa,  dan juga tentang penggunaan anggaran BLT-DD, serta anggaran covit-19, tapi tidak digubris pemerintahan desa. "Iya bang mereka desa itu tidak mau diajak musyawarah, dan data untuk pembagian blt dana desa juga tidak sesuai dengan dilapangan,  padahal banyak warga dari tiga dusun ini yang tidak mampu, dengan kondisi rumah tempat tinggal yang tidak layak, bahkan ada yang satu rumah dihuni 2 atau 3 kepala keluarga, dan ada juga yang masih numpang rumah orang lain yang seharusnya menerima bantuan blt,  tapi kok hanya tujuh kepala keluarga saja dalam satu Desa Tauk ini yang dapat bantuan, untuk itu kami ajak kades dan ketua BPD musyawarah, tapi selalu ditolak". ungkap warga yang tidak mau namanya di publikasi kan. 

Warga juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian penyegelan, kami sudah berkoordinasi langsung dengan pihak kecamatan dedai, dinas pemdes sintang dan bahkan lansung dengan ketua Dprd Sintang Florensius Ronny, tapi jawabannya meminta diadakan pertemuan saja dengan pihak desa dan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah didesa, itulah saran mereka, tapi tidak dilaksanakan oleh Kades dan BPD, dan akhirnya kesabaran masyarakat memuncak, dengan penyegelan kantor dan balai desa,  ungkap warga. 

Sementara Edi Silitonga Kepala Desa Tauk kecamatan Dedai kabupaten Sintang, saat diwawancarai dilokasi kejadian mengatakan bahwa kita dari pemerintah desa Tauk, akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan Dedai dan pemkab sintang, atas penyegelan kantor dan balai desa untuk tindak lanjutnya, karena kami juga tidak berani untuk mengambil tindakan, sebelum berkoordinasi dengan pihak yang berwenang, ucap Edi Silitonga.

Edi Silitonga juga menjelaskan bahwa kemungkinan masyarakat tidak puas dengan hasil pendataan penerima bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD), dan perlu diketahui bahwa data yang di buat sudah sesuai dengan kriteria penerima namfaat,  yang di survey langsung oleh tim covit-19 desa Tauk, dengan melakukan verifikasi dilapangan, karena acuan kita adalah kriteria yang dikeluarkan oleh pemerintah, dan setelah data lapangan kita input,  maka tim yang diketua oleh Bpd melakukan musdes untuk menetapkan Nama-nama kepala keluarga yang berhak menerima bantuan, jelas Edi Silitonga.

Hermias ketua Bpd Desa Tauk juga menjelaskan bahwa sebelum penyaluran bantuan terlebih dahulu membuat tim covit,  kemudian tim inilah yang melakukan pendataan di lapangan, dengan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu ada 14 kriteria yang ada,  dan minimal memenuhi 9 kriteria baru bisa dapat bantuan, jelas Hermias.

"kalau masalah keterbukaan anggaran dana desa,  kita transparan dalam menyampaikan, dan bahkan baleho kita buat untuk dipajang didepan kantor desa untuk diketahui masyarakat, apalagi yang kurang" jelas Hermias. (nus)
Publish:parli/W86

Kembali Kecelakaan Di Jalur Sunggai Menelan Korban

By On Maret 13, 2020

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Kembali kecelakan jalur sungai spet boat menelan korban ini terjadi Pada hari Kamis tanggal 12 Maret 2020 sekitar jam 19.00

 Tabrakan antara speed boat 40 PK di alur sungai ketungau, speed boat 40 PK yang dimotoris oleh. Zainal Abidin dalam perjalanan milir dari Nanga merakai menuju Desa Tirta karya dan speed boat 40 PK si motoris oleh Matius Jemat dalam perjalanan pulang mudik ke Nang Merakai, di dalam perjalanan di tanjung Rangau Desa Senangan Kecil terjadi tabrakan dengan posisi berlawanan arah hingga menyebabkan korban jiwa

Adapun korban dalam kecelakaan tersebut adalah ,Zainal Abidin, laki2, 43 th, Islam, Dusun Sekapat Desa Tirta karya kecamatan. Ketungau tengah selaku( motoris ) dan sampai saat ini belum di ketemukan di duga tengelam dan terbawa arus ,yang kedua Engkabai, laki2, 65 th, Dusun Entoloi Desa Gut Jaya Bhakti kecamatan. Ketungau tengah dan sampai saat ini belum di ketemukan juga diduga tengelam.
dan Matius Jemat mengalami( luka berat ) saat ini di rawat di RS Nanga merakai.adapun korban lain yang selamat adalah. Fransiska ( luka ringan ).Jiki ( luka ringan ). Didi ( tidak mengalami luka ).Nazela tidak mengalami luka.dan Iyau (luka ringan)samapai berita ini di turunkan korban masih dalam pencarian(prl/W86)

Pasutri Hembuskan Napas Terakhir usai Meminum Racun Rumput

By On Januari 30, 2020

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Kembali warga Desa Pagal Baru Kecamatng Tempunak di gegerkan dengan pasangan suami Istri (Pasutri) yang nekat meminum racun Rumput ,informasi imi di dapat oleh petugas keamanan setempat 
 Pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2020 pukul 07.30 Wib 

Adapun identitas korban di ketahui,Sa.Laki-laki, Umur: 83 tahun yang sehari harinya berpropesi sebagai petani dan istrinya berinisial Su ,berusia 57 tahun yang kesehariannya sebagai Ibu Rmah Tangga (Irt)

Adapaun Saksi pertama mengetahui hal tersebut adalah  S. ( anak korban ) dari korban sendiri  laki laki ,39 tahun yang juga berpropesi sebagai perani serta, S.R(  tetangga korban )perempuan berusia 32 tahun Pekerjaan: IRT,(Ibu rumah tangga)

Adapun kronologi kejadian adalah Sekitar pukul 20.30 Wib sdr S.R dan Sol. melihat korban sedang muntah-muntah di dapur, setelah diamati teryata habis meminum racun rumput. 

 "Melihat kejadian tersebut S.R menelpon S.dan memberi tahunya dan S bergegas memanggil pak mantri dan membawa ke RSUD.setelah mendapat perawatan di RSUD pukul 04.05 Wib korban sarto menghembuskan nafas terakhirnya.sedangkan korban suminah meninggal pukul 07.38 wib.(prl/w86)

Dana PIP SD N 3 Serawai Raib, Diduga BRI Cabang Sintang Kecolongan

By On Januari 28, 2020




 Sintang, Aneh,  Program Indonesia Pintar (PIP) milik Anak Didik Sekolah Dasar Negeri  03 Serawai Dicairkan oleh orang tidak bertanggung jawab melaui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sintang, Kepala Sekolah tersebut Tersentak Kaget, ketika mendengar dari pihak BRI kantor  Cabang Sintang Dana PIP  milik Anak didiknya telah dicairkan oleh Inisial ES mantan  Operator Sekolah SD N 3 Serawai.

Andik Bondau,S.Pd selaku Kepala Sekolah SD N 3 Serawai Menjelaskan membenarkan bahwa Dokumen Kepala sekolah dipalsukan oleh mantan Operator Sekolah SD N 03 Serawai, kejadian ini saya ketahui setelah saya ingin konsultasi kepada pihak BRI Cabang Sintang tentang kapan Bisa Dicairkan Dana PIP Milik SD N 3 Serawai pada bulan September tahun 2019 lalu, dan Pihak BRI Sintang menyampaikan bahwa Dana PIP tersebut telah Dicairkan sekitar bulan Agustus tahun 2019 lalu, dan yang mencairkan itu atas nama Inisial ES mantan operator SD N 3 Serawai, Ketika Saya bertanya Kepihak BRI justru Identitas saya sebagai Kepala Sekolah, malah sempat dicurigai, bahwa saya adalah sebagai Kepala Sekolah yang palsu oleh pihak Bank, sambil menunjukkan Dokumen perncairan yang diterima BRI cabang Sintang, Namun saya menunjukkan berkas dokumen saya dan berkoordinasi dengan kepala dinas pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sintang baru Pihak BRI mengetahui bahwa saya adalah Kepala sekolah yang asli, Kemudian Jumlah Siswa yang menerima PIP sejumlah 107 orang dengan total jumlah Uang berkisar Rp 48.000.000 Rupiah, Jelas Andik. B.S.Pd.

Ketika ditanya oleh Tim Awak Media  apakah kejadian ini telah dilaporkan kepihak kepolisian, Andik Bondau S.Pd mengatakan "Belum karena saya ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan namun sampai hari ini uang tersebut belum dikembalikan", kata Andik, saat dihubungi lewat selular miliknya 15/01/2020.


Ditempat terpisah pada kamis 16/01/2020, Tim Awak Media melakukan konfirmasi kepada pimpinan BRI Cabang Sintang untuk  mempertanyakan mengapa BRI Cabang Sintang Bisa Kecolongan,  Nini  Bagian Kas BRI Cabang sintang mengatakan Pimpinan tidak berada di kantor, Namun,"saya jelaskan bahwa secara mekanisme Pencairan dana PIP,  kita telah laksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, Tetapi mengenai Dana PIP yang dicairkan tidak diketahui oleh kepala sekolah , Saya tidak berani memberikan Komentar karena itu kewenangan Pimpinan BRI Cabang Sintang untuk menjelaskannya", jelas Nini. (red.tim)

Di Duga Tingginya Harga Elpiji 3 Kg di Sintang,Akibat adanya Permainan Harga Dari Pangkalan Nakal

By On Januari 15, 2020




Sintang, Berdasarkan Informasi masyarakat, Peredaran LPG 3 Kg di Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang tidak tepat sasaran, menurut pengakuan beberapa Warga Masyarakat setempat, Ada pihak pemilik Pangkalan Diduga dengan sengaja diselewengkan atau menjual LPG kedaerah lain, sehingga masyarakat setempat  mengalami kesulitan ingin membeli Gas LPG 3 Kg di Kecamatan Sepauk kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Dari hasil pantauan Tim Awak Media melakukan investigasi, ternyata Menemukan sebuah Pangkalan LPG 3 Kg Tepian Kapuas, Milik inisial ( P), Justru di Pangkalan LPG tersebut ditemukan diduga  melakukan penimbunan sekitar Ribuan liter Bahan Bakar Minyak ( BBM ) dengan berkedok pangkalan LPG 3 Kg.

Menurut pengakuan (R) yang merupakan Anak (P), "BBM tersebut  kami dapatkan di salah satu SPBU yang berada di sintang pak, selebihnya Ayah saya yang tau, katanya.

Ketika Dipertanyakan mengenai jumlah LPG yang masuk dipangkalan Tepian Kapuas dan berapa harga dan berapa banyak kuota , (R) mengatakan  "tidak mengetahui semua kegiatan di sini, Ayah saya yang mengetahui, saya biarpun anaknya,  tapi saya adalah karyawan,  ungkap (R) kepada Tim Awak media Pada Sabtu 11/01/2020 diarea Pangkalan milik (P).

Ditempat Terpisah, Salah satu pemilik Pangkalan LPG 3 Kg Mentari, Desa Tanjung Hulu, Maria menjelaskan, "Pangkalan Mentari Milik saya hanya menerima LPG 3 Kg satu kali dalam satu Bulan sejumlah kisaran 250 tabung, yang di antar langsung oleh (P) dan dengan kasus ini saya dan masyarakat Tanjung Hulu merasa sangat dirugikan, karena Masyarakat Tanjung Hulu harus membeli LPG ke tempat lain dengan harga tinggi, kata Maria.

Maria menjelaskan, "Awalnya Perizinan Pangkalan Milik saya ini di urus oleh Bapak inisial (P) yang beralamat di desa Tanjung Ria Sepauk  yang juga memiliki Pangkalan LPG dengan biaya berkisar  Rp 2 juga Rupiah hingga Izin Pangkalan keluar,  Namun sampai saat ini  semua dokumen Perizinan Pangkalan Mentari milik saya masih di tangan Bapak (P), Dan Saya tidak mengetahui berapa sebenarnya jumlah kuota  LPG yang masuk di Pangkalan milik saya, karena saya tidak memiliki Dokumen , 250 taabung diantar Bapak (P) sejumlah itulah yang saya terima dan saya salurkan ke masyarakat," jelas Maria. saat ditemui di toko miliknya pada 11/01/2020.

Saya sangat kecewa sebab masyarakat Banyak menuduh saya menyalurkan LPG keluar Dari Desa Tanjung Hulu Sepauk, Pada hal itu tidak benar, Bapak (P)  hanya menyalurkan LPG sekitar 250 tabung, sekali lagi saya sangat dirugikan, tegas Maria.

Warga Desa Tanjung Hulu yang tidak Mau disebut namanya mengatakan "Saya akibat susah cari LPG 3 Kg Pak, saya sering membeli LPG ke desa lain di lengkenat terkadang harga bisa mencapai harga Rp 20.000 sampai 40.000 Rupiah", katanya.

Sementara Pemilik Pangkalan Tepian Kapuas inisial (P) belum dapat dihubungi karena yang bersangkutan masih Di luar Negeri menjalani perobatan medis. (red.Tim)

Korban Tenggelam Di Sepauk Akhirnya di Temukan Dalam Kondisi Sudah Tidak Bernyawa

By On Desember 09, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Akhir pencarian  korban tenggelam disungai Kapuas yang diperkirakan  sekitar Ds. Kenyauk Kecamatan Sepauk pada hari Minggu tanggal 8 Desember 2019,

Melalui pesan pia WA Paur Humas Polres Sintang ,Baryono mengatakan korban ditemukan sudah tidak bernyawa pada hari Senin tanggal 9 Desember 2019 pada jam. 15.15 wib 

Baryono mengatakan kronologis penemuan korban,ada sebagai berikut, Pada hari Senin tanggal 9 Desember 2019 upaya lanjutan pencarian korban tenggelam disungai Kapuas sekitar Desa. Kenyauk Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang yang dilakukan oleh Sat Polair Polres Sintang, Polsek Sepauk dan pihak Basarnas Kabupaten Sintang dibantu oleh masyarakat.

Baryono ,juga mengatak  korban tenggelam berinisial ,A. Als BADAI Bin JANG ditemukan dengan jarak sekitar 1 (satu) Km dari lokasi TKP tenggelamnya korban, dan posisi tersangkut dilanting masyarakat yang  masih disekitar Desa Kenyauk Kecamatan  Sepauk Kabupaten Sintang.tuturnya

" Selanjutnya korban sambil menunggu pemeriksaan medis dari pihak Puskesmas Sapauk, untuk  diserahkan oleh KBO Sat Polair pada pihak keluarga ,yang diterima oleh orang tua korban An. JANG yang berencana akan menguburkan korban hari ini juga pungkasnya.(red/W86)

Pembangunan SDN.29 , Tanpa Papan Plang dan di Kerjakan Tanpa Pengawasan

By On Desember 04, 2019





Sintang,www.warta86.com-, Progam Pembangunan Satu Lokal Tambahan Ruang Kelas Sekolah Dasar Negeri 29 Nenak Kecamatan Sungai Tebelian Kilometer Tujuh Kabupaten Sintang Kalbar Diduga Proyek Siluman, Sebab tidak terlihat papan plang proyek terpasang dilokasi kerja, tidak diketahui jumlah anggaran, sumber dana, Masa kerja, kemudian dari hasil pantauan tim awak media,hampir di setiap Tiang di gapit menjadi dua dengan alasan agar kuat ,namun informasi yang berhasil dihimpun dilapangan dari awal pembangunan memang di kerjakan tidak sesuai bistek alias ada dugaan mengganti kayu kelas satu manjadi kayu kelas tiga  
Saat dikonfirmasi Tim awak media pada 4 Desember 2019, Kepala Sekolah SD Negeri 29 Nenak yang tidak mau dituliskan namanya mengatakan "Proyek Pembangunan Tambahan Ruang Kelas, Papan plang proyeknya memang tidak dibuat, Saya hanya pemakai gedung, proyek TRK Bukan Swakelola, jadi untuk mengetahui proyek TRK ini,  Bapak konfirmasi Ke Disdiknas saja, nah di dinas pendidikan ada yang namanya bagian sarana prasarana", jelas kepsek.

Ketika ditanya berapa Anggaran Pembangunan TRK Kepala sekolah mengatakan, Saya tidak tau pak, Semua yang berkaitan dengan Pembangunan TRK di SD N 29 Nenak Disdiknas yang mengetahui karena saya hanya pengguna Ruangan saja, sementara dalam pengawasan, saya beserta para guru hanya lihat lihat saja kata kepsek. 



Kepala sekolah SDN 29 Nenak menambahkan, "Baru saja Gedung SD ini telah diperikssa oleh tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sintang, jadi silahkan konfirmasi kepada dinas Pendidkkan saja", kata  Kepsek mengarahkan sambil tertawa.

Kemudian Tim Awak media mendatangi dan Melakukan konfirmasi ke Dinas pendidikan terkait keberadaan pembangunan TRK SD N 29 Nenak pada Rabu 4/12/2019 bagian sarana Prasarana tidak berada ditempat, sehingga tim awak media tidak mendapatkan informasi yang autentik tentang kejelasan TRK tersebut.

Sementara dari Informasi yang didapat Oleh Tim Awak media, pada rabu 4 Desember 2019 bahwa kemungkinan dalam tim dinas pendidikan bersama Kejari Sintang telah memeriksa proyek tersebut , maka untuk memastikan kebenarannya, Laskar Anti Korupsi Sintang yang ikut dalam Tim, berencana akan menindak lanjuti Dugaan korupsi Pembangunan Tambahan Ruang kelas SD N 29 Sintang.(red.Tim)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *