Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Lagi " Oknum pengacara di duga main mata dengan hakim dalam kasus. sengketa tanah Hiu putih.Komisaris Jawa post news id angkat bicara

Www.Warta86.com,-


Hukum keadilan di Kalteng makin amburadul,di mana mana keadilan di plintir dan di jadikan ajang bisnis permainan ,dugaan permainan sang oknum pengacara yang di duga bekerja sama dengan oknum hakim pengadilan negeri Palangka Raya menuai sorotan tajam dari salah satu media jurnalis independen .



komisaris Jawapostnews id menegaskan jangan ada dusta atau permainan buat melemahkan hukum keadilan .



jika memang Ada tumpang tindih sertifikat yang di buat oleh pihak BPN kota Palangka Raya,pihak hakim ataupun kuasa hukum harus bertindak adil ,jangan semaunya bermain main dengan hukum ,tegas Komisaris Jawapostnews id.



Dugaan demi dugaan wajar  di sorot Jurnalis dan awak media ,karna selama ini hukum keadilan di Kalteng makin parah ,tidak hanya satu dua perkara di plintir ,kasus pergantian hakim dan pokok perkara harus di usut tuntas dan harus terang benderang .




jangan jadikan Setiap perkara untuk sebuah ajang bisnis yang menakjubkan ,tegas salah satu Jurnalis Vokal HR yang juga menyoroti persidangan di setiap perkara persidangan yang sedang berjalan di pengadilan negeri Palangka Raya Kalteng.



Dalam pantauan sejumlah awak media ,adanya dugaan permainan dan main mata sering terjadi di pengadilan negeri kota Palangkaraya ,yang benar bisa jadi salah dan yang salah bisa jadi benar apa bila rupiah bicara ,tegas Salah satu pengacara Yang juga menganalisa setiap perkara dengan pandangan hukum yang di kuasainya .




MF menilai ,banyak kasus di plintir oleh sejumlah oknum hakim di pengadilan negeri Palangka Raya,salah satunya kasus PT KBM dan PT MBM serta PT IM .



Bobroknya Pelayanan dan keadilan yang di duga bisa di perjualbelikan dan di permainkan adalah bentuk lemahnya hukum di Kalteng ,tegas Mahfud Ramadani,salah satu kuasa hukum PT KBM dan PT MBM yang juga merasa di permainkan oleh ketidakadilan .


Penulis Irawatie

Publisher Red W86 

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *