Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bupati Sintang ,H .Jarot Winarno, Sampaikan Ini Saat Meninjau Lomba Masak Ikan

By On Juli 23, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Bupati Sintang, Jarot Winarno meninjau langsung hasil lomba masak ikan yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, kegiatan lomba tersebut diselenggarakan di Gedung Pancasila Sintang, pada hari Selasa, (23/7/2019) dengan didampingi oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Staf Ahli Bupati bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan. 

Saat ditemui seusai meninjau, Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa konsumsi ikan di Sintang masih rendah daripada Indonesia wilayah timur, “jadi konsumsi ikan di Kabupaten Sintang masih rendah, perkapita-perkepala masih 28-29 Kilogram pertahunnya, itu terlalu sedikit, kalau di Indonesia wilayah timur, perkapita-nya itu sudah sampai 44 Kilogram pertahun”, kata Jarot. 

Masih kata Jarot, terkait kurangnya konsumsi ikan diKabupaten Sintang maka hal tersebut merupakan salah satu faktor utama stunting di Sintang masih tinggi, “jadi sebenarnya ikan ini adalah makanan pendamping asi, makanan tambahan gizi anak-anak setelah ASI ekslusifnya yang dimana dampaknya akan mengurangi stunting di Kabupaten Sintang”, tambah Jarot. 

Menurut Jarot, dengan masyarakat mengkonsumsi ikan, maka pertumbuhan gizi didalam tubuh akan baik, “kan sumber yang paling banyak proteinnya ini kan dari ikan, didalam ikan terdapat omega 3, inilah yang bisa membuat anak-anak kita menjadi cerdas”, ucapnya. 

“jadi tantangan kita yang harus kita evaluasi kedepannya adalah mengajak seluruh masyarakat, gerakan masyarakat makan ikan harus kita tingkatkan lagi”, tuturnya. 

Jarot optimis bahwa Kabupaten Sintang mampu untuk membudidaya ikan, “saya optimis, budidaya ikan di Sintang harus digerakkan, kita sudah suruh masyarakat di desa untuk bikin embung, nah salah satu fungsi embung sendiri bisa untuk membudidaya ikan, dan selain itu juga kita akan kejar dari berbagai sektor”, ucapnya. 

Secara terpisah, Tim Lomba masak berbahan utama Ikan dari Kecamatan Kelam Permai yang meraih juara pertama, Linda menjelaskan tips Kecamatan Kelam Permai  bisa meraih juara pertama dalam lomba masak berbahan utama ikan, “jadi pertama kita kenal dulu bahan bakunya, yaitu ikan gembung, dimana ikan ini sudah biasa kita olah, nah tinggal kita fikirkan bagaimana bahan terebut bisa kita kreasikan dengan diimbangi bagaimana bisa dinikmati oleh anak-anak dan orang dewasa”, kata Linda.

Linda menjelaskan bahwa tim lomba dari Kecamatan Kelam Permai membuat trobosan baru dalam lomba masak berbahan utama ikan, “untuk yang diperlombakan ini kita buat dua kategori, untuk anak-anak kita olah bahan ikan menjadi dimsum kuah yang isinya adalah ikan gembung yang sudah diolah, kedua untuk orang dewasa kita buatkan ikan gembung bakar yang isinya sudah kita keluarkan kemudian diolah dan dimasukkan kembali, kemudian kita olah jadikan sate lilit dengan menggunakan daun kunyit dan serai”, jelasnya. 

Linda menambahkan, selain dua kategori tersebut, tim lomba masak dari Kecamatan Kelam Permai juga menyediakan kudapan berbahan utama ikan, “jadi kudapannya itu kita olah menjadi sus berbahan ikan, dan bolu gulung isi abon ikan gembung”, tambahnya. 

Linda mengajak masyarakat, terutama ibu-ibu untuk semangat mengolah makanan berbahan utama ikan, “untuk ibu ibu warga Sintang, marilah kita sama-sama mengolah makanan  yang berbahan utama ikan, agar bisa dinikmati oleh keluarga khususnya anak-anak, orang dewasa dan juga bisa menikmati ikan untuk kudapan sehari-hari, jadi tidak terbatas hanya makan digoreng atau disayur, yang lain masih banyak kita bisa kreasikan”, ajaknya.(Red)

Staf Ahli Bupati Sintang ,Syarifuddin Buka Lomba Masak Berbahan Utama Ikan

By On Juli 23, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Dalam rangka untuk mendorong program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan dikalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Sintang, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang menggelar kegiatan lomba masak berbahan utama ikan, yang dibuka oleh Staf Ahli Bupati bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Syarifudin dalam hal ini mewakili Bupati Sintang, yang diselenggarakan di Gedung Pancasila Sintang, pada hari Selasa, (23/7/2019). 

Dalam sambutan Bupati Sintang yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Syarifuddin menilai bahwa kegiatan lomba masak berbahan utama ikan ini sangatlah penting dari sudut pandang kesehatan, “karena ikan mengandung banyak protein, sehingga dengan lomba masak berbahan utama ikan dapat mendorong konsumsi ikan yang tinggi bagi masyarakat”, kata Syarifuddin. 

Selain itu juga, sambung Syarifuddin bahwa kegiatan lomba masak berbahan utama ikan ini juga bisa memberikan informasi kepada masyarakat untuk mengkonsumsi ikan didalam kesehariannya, “karena pengaruh konsumsi ikan di kehidupan sehari-hari sangat berimplikasi terhadap kualitas kelangsungan hidup, terutama dalam kualitas SDM di masa yang akan datang dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas”, sambungnya. 

Masih kata Syarifuddin memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lomba masak berbahan utama ikan ini, “saya apresiasi atas dilaksanakan kegiatan ini, karena bahan utama ikan sebagai menu kuliner sehari-hari, kita bisa olah sedemikian rupa, dengan berbagai kreativitas dalam pengolahannya, sehingga masakan ikan yang kita konsumsi dapat terlihat dengan menarik”, tambahnya. 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Supomo menjelaskan tujuan daripada terselenggaranya kegiatan lomba masak berbahan utama ikan, “jadi kita selenggarakan untuk meningkatkan keterampilan memasak para peserta dalam menciptakan menu sehari-hari yang bervariasi dari bahan utama ikan, kemudian juga memperkenalkan keanekaragaman masakan berbahan utama ikan, serta meningkatkan minat masyarakat Sintang untuk mengkonsumsi ikan”, kata Supomo. 

Selain itu juga Supomo menyampaikan bahwa dengan mengkonsumsi ikan maka kandungan gizi yang terdapat didalam ikan baik bagi kesehatan, “kita juga ingin menyebarluaskan kepada masyarakat informasi tentang ikan, bahwa olahan masakan yang berbahan utama ikan mengandung gizi yang baik bagi kesehatan dan kecerdasan”, ucapnya.

Masih kata Supomo, peserta yang mengikuti sebanyak delapan Kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang, “jadi peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah unsur Tim Penggerak PKK diseluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang, dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang, hanya ada delapan Kecamatan yang turut serta, sementara 6 Kecamatan lainnya tidak ikut serta, yaitu, Kecamatan Sintang, Kecamatan Ambalau, Kecamatan Serawai, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Ketungau Hilir dan Kecamatan Tempunak”, jelas Supomo. 

Seusai kegiatan pembukaan dilaksanakan, perwakilan Dewan Juri lomba masak berbahan utama ikan, yaitu Adi Sulistiyanto, mengumumkan para pemenang lomba masak berbahan utama ikan, untuk juara harapan 3 dari Kecamatan Sungai Tebelian, juara harapan 2 dari Kecamatan Ketungau Tengah, juara harapan 1 dari Kecamatan Ketungau Hulu, juara 3 dari Kecamatan Sungai Tebelian, Juara 2 dari Kecamatan Dedai, dan juara 1 dari Kecamatan Kelam Permai.(Red)

Kreasi Masak Ikan Untuk Lestarikan Budaya Tradisional

By On Juli 14, 2019

Www.warta86.com-Sintang,Aroma yang menggugah selera menguat memenuhi Ruai, serambi tengah Betang Tembawai Tampun Kuah, Jerora satu Sintang,  Sabtu (13/07/2019). Keramaian terjadi karna sedang berlangsung berbagai jenis lomba dalam rangka Pekan Gawai Dayak Sintang ke VIII tahun 2019. 

Lomba kuliner tradisional salah satunya. Ada 7 tim yang ikut serta, masing-masing 2 orang. 

Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM hadir mengamati jalannya perlombaan. Beliau menyatakan rasa bangganya pada para peserta atas keikutsertaan mereka dalam memeriahkan acara Pekan Gawai Dayak Sintang, karna keberadaan peserta menjadikan kegiatan PGD semakin beragam. 

"hanya saja saya itu kurang puas dengan lomba memasak ini karena menurut saya kekhasan setiap daerah setiap Kampung menjadi hilang oleh karena ditentukan bahan baku yang dimasak," kata Askiman. "Contoh di ketungau itu terkenal dengan masakan rebusan pisang muda, sementara barang itu nggak bisa dicampur dengan ikan harus daging yang lain. jadi masakan khas dari ketungau itu tidak bisa ditampilkan dalam lomba ini, padahal itu adalah yang benar-benar khas di ketungau, " katanya lagi.  

Askiman menyayangkan juga kreativitas memasak yang masih menggunakan bahan-bahan yang non tradisional. Menurutnya, bahan dasar bumbu dan juga sayur sayur pendamping untuk dihidangkan itu juga merupakan sayur-sayur yang dari kampung.

"Pemerintah memberikan dorongan untuk upaya-upaya pelestarian seperti ini, " ujar Askiman lagi. "misalnya kita bisa buka kios yang isinya masakan masakan dari berbagai daerah di Sintang yang khas menunya, contoh rebus pisang, sambal cekalak," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama,Wenefrida Rosa Elin, selaku ketua dewan juri lomba masak tradisional menyebutkan bahwa tahun ini pihak penyelenggara mengangkat bahan baku ikan sungai untuk menjadi menu utama pada lomba ini. Hal ini karena ikan adalah makanan sehari-hari orang Dayak. 
"Orang di kampung kan lebih banyak makan ikan dibanding daging daging yang lain," kata Rosa. "Selain itu juga kita mempertimbangkan bahwa ini adalah menu sehat. kita tahu ikan kandungan kolesterolnya lebih rendah dibanding daging merah, jadi bisa dikonsumsi lebih  banyak dengan aman," lanjutnya.

Salah satu hal penting yang menjadi perhatian dewan juri dalam penilaian yaitu cara pengolahan. Ikan yang segar akan berbeda rasanya dibanding iklan yang sudah mati agak lama. Tekstur daging ikannya juga berbeda termasuk aromanya. belum lagi penyimpanan yang lama akan mempengaruhi kandungan kandungan gizi yang ada di dalam daging ikan. Kriteria penilaian lainnya, teknik memasak, kekhasandan nilai tradisional misalnya dalam penggunaan bumbu dasar, contoh mengganti bawang dengan kucai. Lalu soal cita rasa, kreativitas, kebersihan dan penyajian. 

"Ada kekhasan tersendiri pada penggunaan bumbu tradisional dalam memasak," kata Rosa lagi. "Misalnya penyedap makanan, daun sengkubak untuk pengganti MSG. Bedanya, itu kalau bumbu micin hanya terasa manis yang tajam. Dengan sengkubak rasa manisnya lebih halus," jelasnya.

Usai dinilai dan dicicipi oleh dewan juri dan tamu undangan, diumumkanlah  Juara 1 lomba kuliner PGD Sintang 2019 diraih oleh tim dengan nomor undian 5 dari DAD Kelam Permai. Juara kedua Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Sintang. sedangkan pemenang ketiga diraih oleh DAD Kayan Hilir.


Yuliana Kartini, salah seorang peserta lomba menjelaskan menu yang ditampilkan dalam lomba ini.

"Kami masak ikan Baung asam pedas dan peletuk ikan seluang," ungkap Yulia. "Peletuk itu ikan masak kering dengan bumbu kunyit, asam Kandis, serai dan garam jak. Ikan seluang yang sudah bersih di rebus dengan bumbu-bumbu tadi, lalu dibiarkan hingga airnya kering," terang perwakilan dari DAD Kayan Hilir itu. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris DAD Sintang, Herkolanus Roni dan Ketua Panitia PGD Sintang, Yustinus.(Red)

Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL ),Perkenalkan Potensi Kuliner Sintang di Jakarta

By On Mei 28, 2019

Jakarta, 26 Mei 2019 – Menggandeng para content creator, influencer dan komunitas, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) semakin gencar memperkenalkan potensi Kabupaten Sintang. Kolaborasi telah berjalan bersama salah satu content creator yaitu Kathrinna Rakhmavika Putri, pemilik akun instagram @gambarnana. Salah satu karya kolaborasi bersama @gambarnana yang menarik adalah ilustrasi sambal lais. Sebagai salah satu menu yang tidak boleh dilewatkan saat menyantap masakan khas Sintang,  pemilik akun instagram @gambarnana ini berhasil membuat sambal lais khas Sintang menjadi lebih hidup. llustrasi sambal lais ini menampilkan gambar ikan blongsong, petai, dan juga buah mangga untuk menonjolkan rasa dari sambal tersebut. “Saya sangat senang bisa berkenalan dan diberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan LTKL dan Kabupaten Sintang. Indonesia tuh keren dan kaya banget potensinya. Sebagai seorang content creator membuat karya untuk Indonesia adalah dengan memperkenalkan kekayaan dan keragaman kuliner serta budayanya” ujar pemilik akun instagram @gambarnana.
Dengan tema “A Taste of Kalimantan: Eksplorasi Rasa dan Kebudayaan Kabupaten Sintang”, 40 orang peserta diajak ngabuburit sambil menanti buka puasa dengan membuat karya diatas tas kanvas di Restoran KAUM Jakarta. Kreatifitas para peserta yang hadir sudah tidak usah diragukan lagi,  mulai dari gambar terong asam dayak, daun sengkubak, gambar rumah betang ensaid panjang hingga gambar bukit kelam menghiasi setiap karya peserta. Salah satu karya yang menarik perhatian dan paling banyak digambar peserta hari ini adalah gambar aneka bahan makanan dan minuman dari hutan yang sejak awal acara menghiasi meja peserta. Perpaduan antara buah asam maram, mentimum sintang, asam kandis, terong asam Dayak, dan daun sengkubak menghasilkan sebuah karya penuh makna dengan sentuhan khas Kabupaten Sintang.
Tidak butuh waktu lama untuk peserta membuat “Karya untuk Indonesia Lestari” dengan sentuhan rasa Kabupaten Sintang ini. Membangun rasa terhadap kabupaten sintang melalui jamuan kuliner lestari ini merupakan cara efektif yang menginspirasi peserta dalam membuat karya. Konsep lestari dibangun melalui perkenalan langsung bahan-bahan makanan dan minuman yang berasal dari hutan. Dengan ditambah alunan alat musik sape, peserta dibuat seperti sedang berada di Sintang. Sehingga setiap karya yang dihasilkanpun sangat kental dengan ciri khas kabupaten sintang. 
Merangkai kolaborasi dengan content creator, influencerdan teman-teman komunitas ini merupakan langkah awal untuk melebarkan inisiatif-inisiatif lestari dari LTKL. Pada era saat ini, tidak dipungkiri orang-orang yang berpengaruh di media sosial akan menjadi gerbang pembuka untuk mengangkat inisiatif lestari ini tidak hanya pada tingkat nasional, tapi juga sampai ke tingkat global. Harapannya rangkaian inisiatif lestari ini dapat terus menginspirasi karya-karya lain kedepannya.(Red)

LKTL Perkenalkan “sambal lais” Khas Sintang di Restoran di Jakarta

By On Mei 28, 2019

Jakarta, 24 Mei 2019 – 
Kenikmatan sambal lais terasa tidak hanya melalui lidah, namun juga mata. Melalui ilustrasi, Kathrinna Rakhmavika Putri atau yang dikenal di media sosial sebagai @gambarnana, berhasil membuat sambal khas Sintang menjadi lebih hidup. Perpaduan ikan blongsong, petai, hingga buah manga mewarnai ilustrasinya. Kathrinna adalah salah satu pembuat konten yang diundang berkolaborasi dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dalam mempromosikan potensi Kabupaten Sintang dalam acara bertema “A Taste of Kalimantan: Eksplorasi Rasa dan Kebudayaan Kabupaten Sintang”. “Saya sangat senang bisa berkenalan dan diberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan LTKL dan Kabupaten Sintang. Indonesia tuh keren dan kaya banget potensinya. Sebagai seorang content creator membuat karya untuk Indonesia adalah dengan memperkenalkan kekayaan dan keragaman kuliner serta budayanya” ujar Kathrinna.
Mengambil tempat di Resto Kaum, Jakarta, 40 peserta dari kalangan pembuat konten, influencer, serta perwakilan komunitas diajak ngabuburit dengan membuat karya di atas tas kanvas. Keunikan terong asam dayak, daun sengkubak, gambar rumah betang ensaid panjang hingga gambar bukit kelam menghiasi karya-karya peserta. Salah satu karya yang menarik perhatian dan paling banyak digambar peserta hari ini adalah gambar aneka bahan makanan dan minuman dari hutan yang sejak awal acara menghiasi meja peserta. Perpaduan antara buah asam maram, mentimum sintang, asam kandis, terong asam Dayak, dan daun sengkubak menghasilkan sebuah karya penuh makna dengan sentuhan khas Kabupaten Sintang.
Selain berkarya, peserta acara juga mendapat inpsirasi keunikan Kabupaten Sintang melalui santapan khas yang menggunakan bahan baku dari hutan. Alunan alat musik sape oleh musisi asli Sintang, Baby Borneo, juga melarutkan peserta dalam suasana alami Sintang. 
Merangkai kolaborasi dengan content creator, influencerdan teman-teman komunitas ini merupakan langkah awal untuk melebarkan inisiatif-inisiatif lestari dari LTKL. Pengaruh para peserta di era digital ini akan menjadi gerbang pembuka untuk mengangkat inisiatif lestari, sebuah aksi dari kabupaten untuk meningkatkan ekonomi dengan penjagaan alam.(Red)

Menu Khas Sintang,Akan  Dibawa Ke Restoran Level  Nasional dan Internasional

By On April 12, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) sudah melaksanakan kegiatan di Kabupaten Sintang pada 6-10 April 2019. LKTL berpendapat, Indonesia dengan keragamannya menjadi nilai tambah bagi dunia nasional dan internasional. Salah satu identitas yang melekat dari Indonesia adalah kulinernya, baik makanan hingga minuman khas dari setiap daerah. Kuliner Lestari merupakan upaya menggali beragam potensi daerah guna untuk peningkatan pembangunan ekonomi lokal. Potensi ini disajikan melalui kuliner ataupun produk olahan yang bahan bakunya berasal dari hutan maupun khas daerah lokal.

 Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat yang merupakan salah satu pendiri dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) terkenal dengan hutannya yang kaya. Masyarakat Kabupaten Sintang masih menjaga hutannya serta memanfaatkan hasil hutannya untuk diolah menjadi berbagai macam jenis makanan dan minuman. Mulai dari umbut ruak, pakuk kubuk, pakis, buah kemayau, buah kranji, belimbing hutan serta aneka bahan-bahan masakan dari hutan lainnya menjadikan Kuliner Lestari Kabupaten Sintang memiliki cita rasa yang unik dan khas. 

 Lingkar Temu Kabupaten Lestari bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sintang, KAUM Restaurant, Keling Kumang Grup, Forum Komunikasi Masyarakt Sipil, Artha Anindya Guna serta berbagai organisasi lokal berinisiatif melaksanakan perjalanan eksplorasi ke Kabupaten Sintang. Perjalanan ini bertujuan untuk menggali ragam bahan masakan dan minuman yang berasal dari hutan serta mempelajari keunikan makanan dan minuman khas daerah setempat. 

  Perjalanan eksplorasi ini dimulai dengan menyusuri Sungai Kapuas untuk menggali ragam ikan-ikan segar (Lais, Bengak, Tombang, Belida, dsb) yang khas di Kabupaten Sintang. Tidak hanya itu, perjalanan ini juga mengajak tim untuk mengunjungi pasar tradisional untuk mengeksplorasi bahan-bahan masakan serta buah-buahan yang berasal dari hutan. Kuliner-kuliner khas Kabupaten Sintang seperti kue misbah, lumpur surga, lontong kasturi, bubur pedas, jorong-jorong, bingke ubi dan masih banyak lagi ini juga menjadi inspirasi para juru masak dari KAUM Restaurant.

   Rangkaian eksplorasi ini ditutup dengan demo masak oleh para juru masak yang berlangsung di Pendopo Bupati Sintang. Hasil eksplorasi ragam bahan-bahan makanan dan minuman yang berasal dari hutan menciptakan aneka masakan dan minuman. Mulai dari ikan asam pedas dengan kelapa muda, pepes ikan tomang, sambal lais, oseng-oseng pakis dengan ikan salais lais dan minuman olahan dari masam maram dan berbagai buah hutan. Bupati Sintang yang menjadi tuan rumah menyampaikan “Kuliner Lestari ini merupakan usaha kreatif dan inovatif yang dapat mengenalkan potensi Sintang lebih luas lagi tidak hanya di Nasional bahkan hingga ke Internasional. Harapannya melalui program ini, ekonomi kerakyatan masyarakat Sintang juga meningkat. Sehingga upaya penjagaan hutan agar tetap lestari ini dapat mensejahterakan masyarakat” ujar Jarot Winarno.

  Hasil eskplorasi ini akan ditindak lanjuti oleh KAUM Restaurant yang akan membuat berbagai menu makanan dan minuman berdasarkan inspirasi selama perjalanan eksplorasi di Sintang. KAUM Restaurant akan menyajikannya dalam menu spesial selama bulan Ramadhan 2019 di KAUM Restaurant, Jakarta. Menu spesial dan variasinya ini juga kan ditampilkan di Potato Head Bali dan Hongkong. Seperti disampaikan oleh Lisa Virgiano, Brand Director Kaum Restaurant Jakarta “Potensi kuliner di Sintang ini sangat luar biasa. Saya dan para juru masak KAUM Restaurant mendapat banyak inspirasi dan ilmu baru untuk dapat menciptakan berbagai menu spesial yang nantinya akan diangkat ke tingkat nasional hingga internasional. Upaya untuk mengangkat kuliner lestari ini diharapkan juga dapat mengajak generasi muda untuk yakin dan bangga dengan potensi daerah di Indonesia”, tutup Lisa. (Red)

Bupati Sintang,H.Jarot Winarno ,Hadiri Demo Masakan, Serta Ramah-Tamah Bersama Cief Restoran Kaum

By On April 09, 2019

Www.warta86.com,Sintang,Kalbar-

Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.,PH menghadiri acara demo masak dan diskusi kuliner di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Selasa (09/04/2019). Demo masak ini menampilkan upaya untuk menyajikan ulang makanan khas Kabupaten Sintang oleh Chief dari  Restoran KAUM. Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan Explore Sintang a Culinary Journey yang diprakarsai oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.


“Di berbagai tempat makan itu bukan sekedar makan. Tradisi kita mengatakan ‘semua urusan bisa diselesaikan di meja makan’, kalau sambil makan ini kan hal-hal sensitif bisa kita omongkan dengan enak ya kan,” kata dr. Jarot. “Makan ini juga bukan sekedar kandungan bahannya saja tapi di dalamnya juga ada sejarah filosofi. Tentang ini, Sintang sangatlah kaya dengan bahan kulinernya dengan buah-buah lokalnya dengan hasil hutannya,” lanjutnya.
Menurut orang nomor satu di Sintang itu, masyarakat mestinya sudah mulai berubah dari ekonomi ekstraktif kearah ekonomi kreatif. Dengan kekayaan kuliner yang sangat besar harusnya Sintang bisa mengeksplorasi bahan kulinernya mulai dari penyajian, pengolahan dan memasarkannya di pentas nasional bahkan internasional.
“kita upayakan ekonomi ekstraktif, ekonomi yang selalu mengeksploitasi sumber daya alam untuk dikurangi dan dikendalikan jangan sampai mengganggu kebutuhan generasi yang akan datang,” ujar dr. Jarot. “Kita harus terapkan good Agriculture practices,” tegasnya lagi.

“Jadi timbullah ide ini, sebagai Kabupaten Lestari, sebagai kabupaten yang sudah beralih ke ekonomi kreatif, termasuk kuliner kita, ecotourism kita jadi kalau ngomongin makanan kan kita juga akan bicara soal tempat asal bahan soal, sejarahnya, dan soal wisatanya juga dong,” pungkasnya.

Lisa Virgiano selaku Brand Director Kaum the authentic Indonesian restaurant membawa 3 orang kru dapurnya pada kunjungan ke Sintang kali ini. Mereka ialah Executive Chef Kaum, I Wayan Kresna Yasa; Sous Chef Kaum Jakarta,  dan Bar Manager Kaum Jakarta, Pius Hodimure Ebang.

“Pengalaman 4 hari ini sungguh luar biasa, kami berterima kasih sudah diterima dengan baik seperti saudara di Kabupaten Sintang,” ungkap Lisa membuka sambutannya. “Nampaknya makanan yang sudah dipraktekkan, yang sudah disajikan, yang sudah kami santap, yang dibuat oleh ibu-ibu dari Sintang ini semuanya sungguh luar biasa. Kami terkagum-kagum kalau sudah pergi ke pasar akan kekayaan sumber bahan bahan masakan yang ada di Sintang. Hutan dan sungai sangat di Kalimantan ini sangat kaya,” papaprnya lagi.
Lisa juga mengungkapkan bahwa restoran yang dibuka sejak 2016 itu, sekarang sudah ada 3 outlet di Jakarta, Bali dan Hongkong. Dalam setahun timya biasanya mengadakan kegiatan kunjungan kuliner di seluruh wilayah Indonesia bisa tiga sampai empat kali.

“Saya berharap Sintang ke depannya bisa menjadi tempat persinggahan bahkan menjadi sentral tempat pertukaran ide pertukaran kerjasama internasional,” ujar Lisa. “Pesan saya untuk teman-teman di Sintang adalah tetap teruskan kerja keras dan nilai-nilai baik yang kalian punya. Seperti yang saya sering katakan pada tim saya di KAUM tidak ada yang sia-sia kalau kita bekerja dengan sungguh-sungguh kalaupun ada kegagalan yang terlihat itu bukan permanen,” pungkasnya.

Kegiatan kunjungan kuliner tersebut diakhiri dengan acar aramah tamah yang di adakan malam harinya. Pada kesempatan itu, Pemerintah Sintang memberikan sejumlah kenang-kenangan kepada tim Kaum.

Turut hadir pada acara tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M.Si, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemda Sintang beserta jajarannya serta sejumlah tokoh masyarakat Sintang.
 (Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *