HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Oknum BAIS Di Perbatasan Entikong Kalbar Diduga Sering Minta Setoran Kepada Sejumlah Pengusaha


Sanggau, Www.Warta86.com -

Kondisi Perbatasan RI - Malysia di  Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat ,terlihat baik -baik saja, akan tetapi dibalik semua itu ternyata ada hal yang cukup  meresahkan dirasakan oleh sejumlah pengusaha selama ini.


Adanya pungutan liar  ( Pungli ) yang dilakukan oleh salah seorang Oknum anggota Badan Intelijen  Strategis ( BAIS  ) berinisial Ysf ternyata sudah berlangsung cukup lama, nyaris  senyap dan  tak terdengar ke public. 


Namun seleksi alam pun terbukti, serta perlahan mulai terungkap dengan adanya korban yang diduga dijadikan “tumbal” karena  sentimen atau ada hal lain, sehingga si korban dijebloskan kedalam penjara.


Alangkah  mirisnya, apabila salah  seorang  oknum anggota  yang diberikan  tugas dan tanggungjawabnya melindungi rakyat, namun yang terjadi justeru secara perlahan membuat resah masyarakat yang ada di perbatasan RI - Malaysia tepatnya di Entikong Kabupaten Sanggau - Kalbar.


Identitasnya dalam melakukan tugasnya sebagai anggota Badan Intelejen Strategis ( BAIS ) yang di tugaskan di Entikong Kabupaten Sanggau sebagai pintu gerbang ( perbatasan RI - Malaysia ) diduga  justeru  digunakannya sebagai alat untuk melakukan hal tercela  dengan melakukan permintaan sejumlah uang  terhadap beberapa pengusaha yang ada di Entikong. Seperti terjadi belum lama ini terhadap Sp salah seorang pengusaha yang bergerak di bidang jasa  transportasi.


Saepul Koordinator Poros Utara Forum Wartawan & LSM  Kalbar Indonesia, sangat menyesalkan  telah terjadinya dugaan pungli oleh salah satu oknum Anggota Bais dengan inisial Ysf yang bertugas di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yang kerap minta uang kepada beberapa pengusaha di perbatasan.


Menurutnya hal ini berdasarkan pengalaman yang dirasakan oleh dirinya serta  beberapa orang pengusaha perbatasan, sebagai  pengusaha Travel angkutan antar-jemput di daerah perbatasan Kal-Bar.


Menceritakan kepada  media dia kerap dimintai sejumlah uang oleh Ysf dengan berbagai alasan diantara nya untuk bayar sewa rumah, belanja makan minum, ada tamu datang dari pusat, dan berbagai alasan lainnya.


Jika terlambat memberikan jatah, sang oknum Ysf mengeluarkan kata yang bernada ancaman dengan berkata " Awas kau nanti "melalui Telpon atau WhatsApp.


Sehingga dengan terpaksa memberikan uang kepada si oknum tersebut secara cash & transfer. "Setiap dia minta, dengan harapan penumpang yang akan numpang di Travel, suatu saat kalau ada supir  bawa penumpang tidak diganggu nya seperti travel yang lainnya,” ujarnya.


Berdasarkan informasi dan keterangan yang berhasil dihimpun, oknum tersebut mau bersihkan semua oknum yang bermain melewatkan ( Calon Pekerja Migran Indonesia ( CPMI ) yang masuk secara Nonprosedural baik yang masuk lewat Entikong dan lewat jalan Tikus.

Akan tetapi kenyataannya hingga saat ini masih banyak Calon Pekerja Migran  Indonesia ( CPMI )   masuk secara Non-Prosedural baik yang melewati PLBN Entikong dan jalur tikus yang diduga  dibekingi oleh beberapa oknum yang ada di Perbatasan.


Selain itu menurut SP  menambahkan, oknum Ysf hanya menakuti- nakuti saja akan membersihkan semua oknum yang bermain dan  membekingi Pengurus Pekerja Migran Indonesia ( PMI ), namun kenyataanya hingga saat ini tidak ada satupun oknum yang diamankan ataupun di tindak.

"Ysf  sendiri yang sok-sok an bersih dari pungli, padahal sangat-sangat kotor," pungkasnya.


Wawan Daly  Suwandi Ketua Persatuan Wartawan Kabupaten Sanggau ( PWKS ), yang juga Sekjen Forum Wartawan & LSM Kalbar Indonesia ,saat dimintai keterangannya, menanggapi adanya oknum Badan Intelijen Steategis  ( BAIS ) dengan inisial Ysf mengatakan, sudah cukup lama mendengar adanya oknum yang sering minta -minta uang atau setoran terhadap sejumlah pengusaha yang ada di perbatasan. "Bahkan pernah di hubungi oleh oknum Ysf  komunikasi melalui telp selular dan kontak Whashapp dengan yang bersangkutan dan mengatakan silahkan buat berita," ungkapnya.


Akan tetapi saat itu menurut Wawan Daly Suwandi belum paham apa yang menjadi masalahnya dan baru sekarang terungkap setelah ada keterangan serta penjelasan dari SP yang merupakan salah seorang korban dari Ysf.


( M.Tasya )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *