Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

ISSI ,Gelar Kejuaraan  BMX. Dan MTB ,,Guna Jaring Bibit Atlet Sepeda

By On Oktober 07, 2019

Sintang,www.warta86.com- Guna menjaring dan mencari bibit-bibt atlit sepeda berbakat dan berprestasi di Kabupaten Sintang, Ikatan  Sport Sepeda Indonesia (ISSI) dan Ikatan Sepeda Indonesia Sintang (ISIS) mengelar kejuaran daerah (Kejurda) yang di gelar di Sirkuit BMX Jalan Taswi Gang Nangka, Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang, Minggu (6/10/19) pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KONI Kabupaten Sintang Chomain Wahab, jajaran pengurus ISSI Kab. Sintang dan tamu udangan lainnya. 

Ketua panitia yang juga ketua ISSI Kabupaten Sintang Etiana Nuraini Liu mengatakan kegiatan kejurda BMX dan MTB ini merupakan program atau agenda tahunan ISSI Kabupaten Sintang untuk mencari atau menjaring bibit-bibit atlet sepeda guna nantinya akan dibina dan diikut sertakan mewakili Kabupaten Sintang ketingkat Provinsi seperti Porprov. 

“adapun pesertanya untuk BMX yakni usia 9-12 tahun berjumlah 26 orang, 13-16 tahun berjumlah 23 orang. Kemudian untuk MTB ini diikuti BKUCC, instansi pemerintah dan lainnya yang berjumlah sekitar 50 orangh”jelas wanita yang akrab di sapa Ana liu.

Ana liu pun menyampaian bahwa usai kejurda ini ISSI Kabupaten Sintang akan melakukan pmembinaan kepada para atlet sepeda yang berhasil menjadi juara dan pihaknya juga tahun ini mempersiapkan 4 sepeda untuk pembinaan bagi yang kejurda ini.

“peran serta orang tua juga nanti sangat kami harapkan, karena kalau hanya kami sebagai pengurus ISSI bekerja sendiri juga tidak bisa,terlebih memang atlet-atlet BMX ini merupakan anak usia dini rata-rata”ungkap Ana Liu. 

Sementara itu Kadisporapar Kabupaten Sintang Hendrika yang hadir mewakili Bupati Sintang untuk membuka kejurda tersebut mengatakan pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan Kejurda BMX dan MTB yang di gelar ISSI, karena selain sebagai bentuk untuk menjaring bibit-bibit atlet sepeda berprestasi yang nantinya bisa mengharumkan nama daerah, kegiatan ini juga sangat menunjang program pemerintah daerah yang ingin mewujudkan masyarakat yang sehat. Terlebih juga olahraga sepeda ini sangat di minati oleh semua kalangan masyarakat karena manfaatnya sangat besar. 

“olahraga sepeda ini bisa membuat otak menjadi cerdas, sehingga anak-anak itu belajar bisa berprestasi, sehat badannya, jantungnya dan paru-parunya terpelihara karena berolahraga dan ini juga untuk penjaringan bibit itu memang harus dari usia dini sehingga anak-anak setelah besar bisa semakin berprestasi membawa nama daerah”kata Hendrika.

Oleh sebab itu Hendrika berharap ISSI Kabupaten Sintang terus berkomitmen membantu pemerintah daerah untuk pengembangan olahraga sepeda yang ada di daerah ini. Selain itu juga Hendrika berpesan bahwa kegiatan ini di laksanakan tidak hanya sebagai program tahunan saja tapi apa yang di hasilkan harus jelas pembinaannya sehingga nanti bisa berprestasi diajang yang lebih tinggi.

“terus dibina para juara selesai kegiatan ini, dan para peserta semuanya di beri penghargaan berupa sertifikat agar mereka bangga dan termotivasi mengikuti kegiatan ini lagi kedepannya”pesan Hendrika.(prl)

Bupati Lakukan Peletakan  Batu Pertama Pembangunan Jembatan  Sungai Saeh II Sepiluk

By On April 07, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Bupati sintang  Dr. H. Jarot Winarno peletakan batu pertama pembangunan jembatan rangka baja sungai saeh II desa sepiluk kecamatan ketungau hulu.pada hari jum’at  (5/4/2019).di hadiri oleh kepala dinas kesehatan sintang,dr sinto linoh,kabid jalan dan jembatan A’ef  Sutardi,anggota dprd sintang terri Ibrahim forkompincam ketungau tenggah,kepala desa sepiluk beserta perangkatnya dan tamu undangan lain nya.
Bupati,ini lah yang nama nya membangun dari pinggiran guna  memenuhi permintaan masyarakat desa sepiluk yang selama ini mendambakan jembatan rangka baja tipe c untuk mepermudah transportasi atau akses masyarakat dalam melakukan aktivitas desa sepiluk dan desa desa sekitarnya.
Jarot mengatakan pembangunan jembatan rangka baja tipe c ini merupakan pembangunan tahap percepatan dari pemerintah daerah kabupaten  untuk tahun ini yang merupakan instruksi presiden yang mana di daerah perbatasan merupakan prioritas pembangunan,sejauh ini sebanyak 10 jembatan yang telah di bangun,8 jembatan rangka baja yang telah tuntas di bangun,yang belum tuntas dibangun masih 2 jembatan, yaitu jembatan sungai sekapat di “batang antu”dengan anggaran 4 miliar tahap pertama untuk pembangunan aboutmen dan jembatan ketungau  II 6,5 miliar di perkirakan  akhir tahun ini di perkirakan selesai,
Jarot,untuk pembangunan jembatan sungai saeh II ini di perkirakan lebih mahal dari pada membangun jembatan tuguk sungai ingar kecamatan nangga mau.menggingat pmbangunan jembatan sungai saeh II ini harus menimbun tanah (oprit) sepanjang kurang lebih 180 meter,tahun ini di alokasi kan dana sebaesar 1,488 miliar alokasi dana dari APBD  tahun 2019 untuk pembangunan Aboutment kiri dan kanan sungai untuk  tahap pertama,adapun  bentangan sungai saeh II ini sepanjang  55 meter kekuatan jembatan mampu menampung kurang lebih 50 ton target penyelesaian pengerjaan jembatan sungai saeh II ini selama 2 tahun dengan total anggaran sebesar 7 miliar.
Kepala desa sepiluk Edirudin saya mewakili warga desa sepiluk merasa sangat bersyukur  yang mana di desa akan di bangunnya  jembatan ragka baja tipe c.ini merupakan hari bersejarah bagi kami warga desa sepiluk karena sekitar 65% warga desa yang ada di sekitar nya merasakan manfaat atas di bangun nya jembatan sungai saeh II ini
Jembatan ini menghubungkan desa sepiluk dengan dusun gupung desa sungai seria yang mana seperti kita ketahui selama ini kendaraan yang melintas selalu memutar melewati jalan poros simpang  senaning ke dusun gupung dan desa sungai seria dengan jarak tempuh kurang lebih 17 kilo,sedangkan jika melewati desa sepiluk dengan adanya jembatan ini hanya 9 kilo meter saja,kurang lebih selisih 8 kilo jarak tempuh yang bisa kita lalui.selama ini kita sudah melakukan pengecekan secara kasar setiap hari nya sepeda motor yang melewati dan mengunakan jembatan gantung desa sepiluk ini kurang  lebih 529 buah.ada pun jembatan gantung ini sudah berumur kurang lebih 15 tahun dan kondisi nya sudah sangat memprihatinkan kita takut terjadi kecelakaan terhadap warga yang setiap hari melewati jembatan ini.
Dengan adanya jembatan rangkan baja ini di harapkan mampu meningkatkan perekonomian warga desa sepiluk akan menjadi lebih baik lagi karena mobilitas warga akan semangkin mudah dalam melakukan aktivitas sehari hari 
(Red)

Pangdam XII/Tpr: Desa Mandiri Mewujudkan Desa Sebagai Pangkal Perlawanan

By On Maret 22, 2019

Pontianak,Kalbar,www.warta86.com- Kamis (21/3/19) -  Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Memaksimalkan Peran Serta Dunia Usaha Dalam Upaya Percepatan Pembentukan Desa Mandiri di Provinsi Kalimantan Barat Melalui Peningkatan Indeks Ketahanan Lingkungan bertempat di Ballroom Hotel Kapuas Palace, Pontianak.

Selain Pangdam XII/Tpr, juga menjadi narasumber, Gubernur Provinsi Kalbar, Sutarmidji, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono. Diikuti oleh para Bupati dan Walikota serta para pelaku usaha se-Kalimantan Barat.

Dalam paparanya, Pangdam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi mengatakan, bahwa Kodam XII/Tpr berkomitmen mendukung penuh program Desa Mandiri yang dicanangkan oleh Gubernur Kalbar. Desa Mandiri memiliki peranan sangat penting membantu TNI dalam mewujudkan sistem pertahanan.

"Sesuai dengan sistem pertahanan yang dianut negara Indonesia yakni defensif aktif atau perang semesta maka Desa akan menjadi Pangkal Perlawanan," ujar Pangdam XII/Tpr.

Desa sebagai Pangkal Perlawanan memiliki beberapa syarat yang dibutuhkan yaitu tersedianya sumber logistik wilayah, jalan pendekat, tenaga kesehatan, pangkalan tersedia, sarana perhubungan dan angkutan. Dengan adanya Desa Mandiri, syarat-syarat Desa Sebagai Pangkal Perlawanan akan bisa terpenuhi. Sehingga negara Indonesia tidak akan pernah bisa dikuasai oleh siapapun juga.

"Untuk inilah Kodam XII/Tpr sangat mendukung program desa mandiri, dengan adanya desa mandiri maka ketahanan nasional di daerah akan terwujud," ucap Pangdam XII/Tpr.

Lanjutnya, penyiapan desa menuju desa mandiri diperlukan partisipasi serta dukungan dari semua pihak.  desa mandiri dapat dianggarkan melalui ABPD, dana desa dan dana alokasi khusus selain itu juga peran serta dari pelaku usaha yang ada di Provinsi Kalbar. Untuk itulah Pangdam XII/Tpr mengajak pelaku usaha untuk ikut serta memberikan kontribusi untuk mewujudkan desa-desa mandiri di Kalbar.

"Tidak bisa pemda sendiri perlu partisipasi dari seluruh komponen dan elemen masyarakat, mari kita rapatkan barisan untuk membangun Kalbar," pungkas Pangdam XII/Tpr. (Pendam XII/Tpr)
Publish:W86/Parli

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *