Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Belum Seumur jagung Tanah Timbunan sudah mulai Ada Keretakan "Pihak Terkait Diminta Bertanggung jawab"

 


Www.Warta86.com, Sintang, Kalbar,-Pemerintah Daerah kabupaten Sintang Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah telah menggelontorkan anggaran yang cukup fantastis senilai Rp 4.870.300.000,- (Empat milyar delapan ratus tujuh puluh juta tiga ratus ribu rupiah) melalui dana alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2025 ,untuk membangun jembatan rangka baja Sungai Pintas yang terletak antara Desa Nanga Lebang dan Desa Mandiri Jaya ,Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat pada tahun 2025 akhir. Namun, kondisi terkini justru mengecewakan.


Di ujung jembatan kiri dan kanan telah nampak retakan tanah yang apabila tidak ditangani segara akan menyebabkan kerusakan yang semakin parah, hal itu dikatakan warga yang melintas, sekarang curah hujan belum begitu tinggi namun kondisi jalan sudah menampakkan keretakan dan pasti akan terjadi longsor apabila nantinya curah hujan sudah semakin tinggi,tuturnya pada media ini Senin 9-Maret -26

 
Proyek yang dikerjakan oleh  CV Penuai Lawang Onet , tidak mencantumkan alamat keberadaan CV . serta tidak terlihat adanya papan plang konsultan pengawas proyek 

"Berdasarkan aturan pengadaan barang/jasa pemerintah, kegiatan konstruksi yang dibiayai dana DAU (Dana Alokasi Umum) dengan nilai di atas Rp1 miliar wajib didampingi oleh konsultan pengawas.

Kompleksitas Pekerjaan: Proyek dengan nilai di atas Rp1 miliar umumnya dikategorikan sebagai proyek dengan kompleksitas menengah-tinggi yang memerlukan pengawasan teknis khusus, tidak cukup hanya pengawasan internal dinas/PPK.

"Ditambah lagi kuat dugaan pelaksana proyek tersebut tidak menerapkan aturan K3 seperti yang sudah mempunyai dasar hukum yang berlaku, yaitu UU no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja,serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen K3 (SMK3)
Regulasi ini lebih spesifik dalam mengatur penerapan sistem manajemen K3, termasuk di sektor konstruksi, dengan tujuan meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
 


"Warga sekitar mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum turun tangan. Mereka berharap ada audit menyeluruh terhadap proyek tersebut  agar uang rakyat tidak terbuang sia-sia.

Diduga kuat penimbunan jalan di ujung jembatan ini tidak sesuai dengan Volume dan Mutu sehingga kerusakan cepat terjadi meski usia pengerjaan belum satu tahun.

 
Sangat tampak jelas tanah timbunan tersebut tidak ada Retaining wall atau dinding penahan tanah 

, sehingga tidak menutup kemungkinan lama- lama tanah timbunan tersebut akan habis longsor, mengingat timbunan begitu tinggi, ungkap warga 

Sampai berita ini ditayangkan dari instansi terkait belum memberikan keterangan terkait dengan informasi yang sudah disampaikan 


Penulis: prl
Publisher Red W86 


Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *