Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Museum Kapuas Raya Pamerkan Warisan Budaya Tak Benda Selama 5 Hari


Www.Warta86.com,- Sintang, Kalbar,-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang merayakan Hari Museum Nasional dan Hari Ulang Tahun Museum Kapuas Raya dengan melaksanakan Pameran Temporer Warisan Budaya Tak Benda di Museum Kapuas Raya yang ada di Jalan Sintang-Pontianak KM 14 selama 5 hari mulai Senin, 12 Oktober 2026 sampai Jumat, 16 Oktober 2026. 

Herkolanus Roni menjelaskan Kabupaten Sintang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan kekayaan tersebut tidak hanya berupa benda-benda budaya, tetapi juga berupa pengetahuan, tradisi, seni, upacara adat, bahasa, keterampilan, serta berbagai praktik budaya yang diwariskan secara turun-temurun. 

“warisan budaya tak benda merupakan bagian penting dari identitas dan jati diri masyarakat. Oleh karena itu, keberadaannya perlu terus diperkenalkan, dilestarikan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda. Pameran Temporer Museum Kapuas Raya tahun 2026 mengambil tema "warisan budaya tak benda" terang Herkolanus Roni

“pameran ini kami selenggarakan sebagai salah satu bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, khususnya Museum Kapuas Raya, dalam memperkenalkan dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya daerah. kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk melihat dan mengenal warisan budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi, interaksi, kreativitas, dan partisipasi masyarakat” terang Herkolanus Roni

“pameran ini sesuai dengan Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2015 tentang Museum” terang Herkolanus Roni

“tujuan pameran ini adalah  memperingati hari ulang tahun Museum Kapuas Raya yang ke 18, melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya lokal, khususnya kain tating sebagai bagian dari identitas budaya daerah, menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda dan masyarakat luas, menjadi sarana edukasi, apresiasi, dan ekspresi kreatif masyarakat terhadap seni, budaya, dan tradisi daerah. Mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, terutama dalam bidang tekstil, fesyen, dan seni pertunjukan” terang Herkolanus Roni

“selama pameran berlangsung kami melaksanakan 3 perlombaan di panggung utama yakni lomba memasak masakan tradisional pada 13 Oktober 2026, lomba drama cerita rakyat Sintang pada 14 Oktober 2026, dan  lomba tari kreasi tradisional pada 15 oktober 2026” tutup Herkolanus Roni

Red

Newest
You are reading the newest post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *