Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Terima Kunjungan Langkau Onet Ini Yang di Katakan Bupati Sintang

By On September 17, 2020

Sintang,www.warta86.com-




Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH menerima kunjungan lembaga Langkau Onet bersama Erick Est di kediamannya, Rumah Kopi di Desa Kebong Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang, Senin (14/9/2020) sore. 


“Untuk menjaga keberadaan adat budaya, kita perlu milenial yang miliki peminatan terhadap budaya itu sendiri dan pemilihan medium yang tepat dalam menyampaikannya. Sehingga keberadaan budaya ini akan terus bertahan lama. Film itu salah satu media yang sangat dekat dengan anak muda, saya berharap film tentang Semengat Padi ini akan sukses,” kata dr. Jarot. “Saat ini kita juga harus mengurangi secara signifikan perekonomian ekstraktif yang mengambil langsung dari alam. Perlindungan alam itu kita wujudkan dalam berbagai peraturan pemerintah, salah satunya Peraturna Bupati mengenai berladang berbasis kearifan lokal, di situ diberikan aturan jelas mengenai pembakaran untuk ladang secara terbatas dan terkendali. Kita juga sebagai anggota LKTL (Lingkar Temu Kabupaten Lestari) sudah menetapkan batasan untuk konsesi perkebunan sawit dan amortisasi untuk industri pertambangan di Sintang supaya konsep pembangunan berkelanjutan itu dapat terwujud,” tambahnya. 


Kunjungan ini dalam rangka pengambilan gambar untuk produksi film dokumenter “Ngamik Semengat Padi” yang dilakukan oleh Lembaga Langkau Onet. Langkau Onet, sebuah organisasi lokal di Sintang yang bergerak di bidang sosial, budaya dan lingkungan. Lembaga ini menggandeng sutradara Erick Est untuk menggarap film tersebut. 


Erick Est, pemilik rumah produksi Estmovie yang berpusat di Bali itu mengungkapkan rasa senangnya bisa bertandang ke Sintang. Ia menggerjakan syuting di replika betang di Desa Pakak Kecamatan Kayan Hilir selama 3 hari kemudian melanjutkan di Sintang Kota 2 hari. 


“Kita barus saja pulang dari Desa Pakak di Kecamatan Kayan Hilir untuk syuting Ngamik Semengat Padi, tentang roh padi yang diyakini oleh masyarakat Dayak. Saya sangat senang melihat budaya ini masih ada, dan saya terlibat dalam mendokumentasikannya. Ini suatu kebanggaan tersendiri untuk saya. Saya harap proses pengarsipan budaya seperti ini bisa dilakukan lebih banyak anak muda lagi di Sintang, di Kalimantan,” kata Erick. “Tadi saya ada memvideokan wawancara kita dengan pak Bupati tentang budaya ini, bahwa kita cukup prihatin lho dengan kondisi saat ini dengan ada pergeseran cara hidup yang terjadi di masyarakat. Kita ngomoning padi itu artinya kita juga mebicarakan soal membuka lahan, berladang. Percuma kamu punya adat tapi kamu nggak bisa lagi tanam padi. Gimana caranya kamu membikin Gawai Ngamik Semengat Padi sementara kamu nggak pernah menanam padi lagi. Dari papran beliau tadi sudah terlihatlah bahwa pemerintah Sintang sangat support untuk melestarikan lingkungan dan Budaya di Sintang ini,” tambahnya. 


Marlensia Emy, selaku ketua Langkau Onet menyebutkan bahwa pihaknya mengerjakan film dokumenter ini sebagai bagian dari program Fasilitasi Bidang Kebudayaan yang diberikan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 


“Kita senang bisa diberi kepercayaan sebesar ini dari pusat dan disupport juga oleh pemerintah daerah. Kita bahagia karna menjadi bagian dari proses penting menjaga kelestarian budaya kita sendiri. Sebagai anak muda, bisa berkarya di tanah kita sendiri dan bagi masyarakat kita sendiri itu sangat menyenangkan. Buat teman-teman, anak muda Sintang, mari bicara lewat karya,” kata Emy yang juga akrab di sapa Mamak Onet ini(red)

Bertemu Para Owner Onlineshop ,Ini Kata Bupati Sintang

By On September 10, 2020


Www.warta86.com-SINTANG. Bupati Sintang, Jarot Winarno beraudiensi dengan komunitas pedagang online/ onlineshop yang ada di Kab. Sintang seperti usaha kuliner/makanan, pakaian dan usaha lainnya yakni Pengusaha Sintang Melalui Online, di Warung Erando's Kitchen, Jl. Darunnajah Sintang, Senin (7/9/2020).


Salah satu perwakilan pedagang online yang bergerak di usaha makanan, Sulastriana, mengatakan selain memang keinginan bertemu Bupati untuk beraudiensi, kegiatan kumpul-kumpul seperti ini memang sudah menjadi agenda rutin ia dan komunitasnya yang sama-sama berprofesi sebagai pengusaha online.


"Ini sebenarnya acara bulanan untuk kami sharing-sharing misal untuk target pasar, kebetulan juga kami ingin bertemu dengan pak bupati, minta masuka untuk kemajuan usaha kami, dan juga masalah perizinan usaha kami juga"jelas Sulastriana.


Sulastriana menjelaskan bawah ia dan rekan-rekan seprofesinya ini berkeinginan memiliki wadah/komunitas secara resmi dari pemerintah daerah, dan juga rata-rata usaha mereka merupakan usaha rumahan yang memang belum memiliki izin resmi juga. 


"Komunitas kita ini namanya pisang molen atau pengusaha sintang melalui online, kami sendiri itu membuat give away, hadiahnya dengan besar, dari situ kami saling mempromisikan produk kami di masing-masing olineshop kami"ucap Sulastriana.


Sulastriana juga membeberkan bahwa saat ini ia dan rekan-rekan seprofesinya mengalami penurunan omset di masa pandemi covid-19 ini, selain itu juga sudah banyak bermunculan onlineshop baru sehingga berpengaruh terhadap omset mereka.


"Kalau usaha saya sebelum corona cukup stabil, cuman karena corona inu omset saya agak turun, salah satunya juga banyak muncul onlineshop baru juga berpengaruha ya terhadap omset kami"ujar Sulastriana


Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno, sangat memberikan apresiasi atas keberadaan para pengusaha/pedagang secara online ini. Menurutnya, mereka merupakan anak-anak muda yang kreatif dan inovatif yang melakukan trobosan terlebih di masa pandemi covid-19 ini.


"Mereka ni kan anak-anak yang kreatif, inovatif ya, dia bergerak di bisnis online, ini terobosan, di tengah corona"kata Jarot.


Kemudian kata Jarot, langkah yang mereka ambil dengan menekuni onlineshop ini juga turut mengantisipasi distruksi teknologi, karena mereka rata-rata merupakan kaum millenial. Dan yang sepertilah juga harus menjadi contoh agar tidak hanya mencari kerja saja, namun harus pandai menciptakan lapangan kerja atau setidaknya kerja buat diri sendiri.


"Yang kedua ini terobosan mengantisipasi distruksi teknologi, ini anak millenial ya, yang kayak gini-gini di kota sintang yang mesti di contoh anak-anak yang lain"ucap Jarot.


"Mereka juga minta di wadahi dalam komuntas resmi, saya di minta jadi pembina, lalu ada festival dan sebagainyalah, kita suport dan kita laksanakanlah nanti"tutup Jarot.(red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *