Kategori

HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Rangkaian Kegiatan Jemelak Expo 2019 di Tutup Langsung oleh Bupati Sintang ,dengan Pemukulang Gong

By On Oktober 27, 2019

Sintang,www.warta86.com-Bupati Sintang dr H Jarot Winarno tutup seluruh rangkaian kegiatan Jemelak Expo 2019 di Kawasan Wisata Danau Jemelak pada Minggu, 27 Oktober 2019. Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Oktober hingga 27 Oktober 2019 tersebut berhasil melaksanakan 17 jenis perlombaan dan kegiatan lain. 
Pada malam penutupan tersebut, diserahkan juga piala dan uang pembinaan bagi para pemenang lomba, seruan untuk bersama-sama menjaga kawasan Danau Jemelak, hiburan oleh artis lokal dan Willy Jhin Kopi Dadu yang merupakan YouTuber asal Sanggau.
Bupati Sintang dr H Jarot Winarno menyampaikan bahwa kalau kita menjaga alam semesta. Maka alam semesta akan  berbalik menjaga kita. “Kita harus berupaya menjaga kehidupan yang harmoni dengan alam. Kita Kabupaten Sintang sudah memilih sebagai kabupaten lestari. Masyarakat, program kerja, aktivitasnya berupaya menjaga alam supaya tetap lestari namun ekonomi tetap tumbuh dan kearifan lokal tetap kita jaga. Kita hidup untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi tanpa mengurangi kemampuan dan peluang generasi masa depan untuk menikmati lingkungan  dan alam yang lestari” terang Bupati Sintang.
“Sintang ini sama dengan luasnya dengan Provinsi Jawa Barat. Dan dari luasan itu, 1,2 juta hektar atau 60 persen merupakan kawasan hutan sisanya 40 persen bukan kawasan hutan. Dan dari 1,2 juta hektar itu, 880 ribu hektar yang masih hutan asli. Artinya kita telah kehilangan kawasan hutan sekitar 300 ribu hektar. Cukup sudah kita kehilangan kawasan hutan. Dan kekayaan alam dan kawasan konservasi tinggi harus kita jaga. Kita sudah tetapkan 12 danau yang ada di Sintang yang harus di lindungi termasuk danau jemelak ini” tambah Bupati Sintang.
“Danau Jemelak ini saya anggap surga tersembunyi yang jaraknya dengan Kota Sintang sangat dekat. Dua kali sudah kita berupaya mempromosikan  danau jemelak ini. Dan semakin menarik, ramai dan danau jemelak semakin di kenal oleh masyarakat luas. Danau Jemelak ini merupakan area konservasi bernilai tinggi. Saya bangga kegiatan Jemelak Expo betul-betul dilaksanakan oleh masyarakat sipil karena bentuk kecintaan kepada kawasan yang lestari. Tahun depan kita rancang kegiatan  yang sama namun lebih besar, lebih menarik dan ramai. Kita dorong agar kegiatan serupa di tahun depan, jemelak expo dirancang sedemikian rupa supaya lebih menarik” pesan Bupati Sintang.
Ketua Panitia Jemelak Expo 2019 Larry Hans menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung sejak 23 hingga 27 Oktober 2019 berlangsung aman dan lancar. “pantauan kami, sambutan dan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami akan pertimbangkan untuk melaksanakan kegiatan ini di tahun mendatang dan akan lebih meriah. Kami mohon dukungan dari pemerintah dan non government organization yang peduli dengan pelestarian danau jemelak. Lokasi ini sangat dekat dengan pusat Kota Sintang. Sehingga memang sangat potensial untuk dikembangkan. Danau Jemelak menjadi tempat  alternatif baru untuk berwisata” lapor Larry Hans(Red)

Wakil Bupati Sintang,Askiman  Hadiri  Acara Grebeg Suro dan Gawai Dayak 2019

By On September 14, 2019

Sintang,www.watha86.com- Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM menghadiri acara Grebeg Suro dan Gawai Adat di Desa Kenyabur Baru Kecamatan Tempunak Sintang, Sabtu (14/09/2019).

Sebelum berangkat, Wakil Bupati Sintang menyempatkan diri mengunjungi lokasi kebakaran di pasar Sungai Durian. Askiman juga berinteraksi dengan para pemilik lapak yang terbakar.

Sebuah panggung besar berdiri tegak di tengah stadion Dharma Kencana Kenyabur Baru. Panitia kegiatan juga mendirikan dua buah tenda untuk masyarakat yang turut menyaksikan kegiatan ini.

Tabuhan gamelan mendayu-dayu dan gemulai gerak penari  memulai acara grebeg suro. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Reog dari Solam Raya.

Askiman menyampaikan pujiannya atas inisiasi kegiatan ini. Ia mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan seperti ini.

"Kita bisa lihat,  masyarakat hidup secara harmonis dalam keberagaman yang ada di Kabupaten Sintang ini," kata Askiman. "Bila perlu ini jadi agenda rutin yang kita adakan setiap tahun," ujarnya lagi disambut dengan tepuk tangan meriah dari masyarakat yang hadir.

Pemimpin Sintang itu menambahkan, kegiatan ini menunjukkan kerukunan yang tinggi diantara masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

"Sintang itu rumah besar kita, ada banyak suku hidup bersama disini. Kita sudah lama saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Dengan adanya kegiatan ini kita akan semakin mempererat hubungan yang sudah ada," kata Askiman lagi.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Pusat Paguyuban Warga Jawa (PUSPAWAJA) Sintang ini mengusung tema, 'Dengan kegiatan grebeg suro dan gawai adat, mari kita jaga kearifan lokal dan persatuan masyarakat Kenyabur guna terciptanya masyarakat maju dan sejahtera'.

Anak-anak SDN 16 Kenyabur Baru pun turut menampilkan atraksi seni berupa tarian etnis Dayak pada pembukaan rangkaian acara. Kegiatan berlangsung selama 2 hari. Ditampilkan pula hiburan berupa wayang kulit selama 2 malam.

Pada kesempatan ini dilakukan pula pelantikan pengurus adat desa Kenyabur Baru. Para tokoh pimpinan daerah Sintang juga berkenan membuka tempayan tuak Pemali yang telah disediakan oleh masyarakat adat setempat.

Antonius Pono, selaku ketua panitia kegiatan ini mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan kesatuan dalam semangat  bhineka tunggal Ika. Kegiatan ini memadukan dua etnik besar yang mendiami desa tersebut, Jawa dan Dayak.

"kami ingin memberikan contoh bagi anak-anak kami dan bagi orang di luar sana, bahwa meski beda budaya kami bisa tinggal dan hidup bersama dengan baik," kata Pono. "Biasanya kegiatan ini dilakukan secara terpisah, tahun ini kami mencoba bisa melakukan bersama-sama. Kami harap kegiatan ini bisa kami lakukan untuk selanjutnya pada setiap tahun," tambahnya.

Kepala Desa Kenyabur Baru, Sutaman mengatakan kegiatan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kenyabur Baru.

"Kami bangga bisa menjadi simbol perwujudan Bhineka Tunggal Ika secara khusus di Kabupaten Sintang," kata Sutaman.

Turut hadir dalam acara tersebut, anggota DPRD Sintang Agrianus. Tampak pula, forkopimcam Tempunak, tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.(Red)

Tingkatkan Rasa  Cinta  Tanah Air Korem 121/ABW  Gelar Lomba Tari Japin "Kreasi Melayu  dan Lomba  Karate Tingakat SD dan SMP

By On Agustus 13, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-- Bertempat di Aula Balai Prajurit Korem 121/Abw telah dilaksanakan pembukaan  Lomba Tari Japin Kreasi Melayu dan Perlombaan Karate Tingkat SD dan SMP sederajat Sekota Sintang dalam rangka kegiatan Komsos Kreatif Korem 121/Abw TA. 2019 (Selasa, 13/8/2019).

Kegiatan kni dihadiri oleh Para Kasi Korem 121/Abw, Bupati Sintang, Dan/Kabalakrem 121/Abw, Dandim 1205/Stg, Kadisporapar Kabupaten Sintang, Kadis Diknas Kabupaten Sintang, Ketua KONI dan Ketua FORKI serta Para Ketua Kontingen peserta.
   
Dalam Sambutannya Danrem 121/Abw Brigjen TNI Bambang Trisnohadi yang dibacakan oleh Kepala Staf Korem Kolonel Inf. Achmad Solihin menekankan pentingnya Kolaborasi budaya sebagai warisan sejarah leluhur bangsa dalam upaya penanaman mental, karakter dan sebagai sarana/wadah dalam kreasi seni, olahraga dan prestasi melalui media pendidikan beladiri dan pengenalan budaya yang dikemas dalam Kejuaraan Karate dengan sasaran utama generasi - generasi milenial yaitu anak – anak di usia emas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Pertama (SMP) yang diharapkan menjadi salah satu sarana dalam menyiapkan suatu generasi anak – anak bangsa dimasa depan yang produktif, edukatif, memiliki sifat/berkarakter positif (fairplay) dan gemar berolahraga sebagai bagian pola hidup sehat serta mencintai bangsa dan negaranya dalam kebhinekaan.

  Keaneka ragaman tradisi  kebudayaan dan adat - istiadat yang merupakan corak dan ciri khas masing – masing daerah yang terus berkembang sesuai situasi, kondisi serta adanya pengaruh budaya asing yang secara substansi dasar mampu beradaptasi dan membaur dengan budaya lokal seperti halnya Tari Japin yang memiliki ciri khas pergerakan kaki cepat mengikuti rentak pukulan gendang merupakan khazanah Tarian Rumpun Melayu yang bersifat edukatif sebagai media dakwah melalui syair lagu yang di dendangkan terpadu dalam kreasi seni menghibur dan di perkiraan berasal dari Yaman yang masuk ke Indonesia seiring masuknya budaya Islam ke Nusantara.
 Dengan hal diatas sangat tepat tema yang diusung'Melalui kegitan komsos kreatif kita tingkatkan rasa cjnta tanah air .Wawasan kebangsaan dan kesadaran beebangsa dan bernegara serta menjaga  dan mempertahankan Kedaulatan NKRI'
  
  Ditekankan pula oleh Danrem sangatlah pentingnya mewaspadai “Konspirasi Global” yang berpotensi melahirkan imperialisme sebagai bentuk penjajahan modern, hasil reinkarnasi kolonialisme dengan target utama negara negara “Dunia Ketiga” yang selalu berupaya melakukan propaganda dengan memanfaatkan keragaman dan kebhinekaan kita serta menanamkan pengaruh dan doktrin – doktrin kontra produktif yang pada akhirnya melahirkan “Generasi – Generasi ke – Empat” yang cenderung pada sikap apatis dan perilaku yang mengarah pada Disintegrasi Bangsa. 

Di akhir sambutannya Komandan Korem 121/Abw Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, Menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada semua pihak atas pengabdian, dedikasi dan kecintaan terhadap warisan budaya luhur bangsa dan juga Kepada para Sensei (pelatih) dalam memberikan bekal dan makna sebuah sportifitas dalam olahraga.

Demikian Penrem 121/ABW memberitakan.
Publish:W86/parli

Kapolsek Sepauk ,Iptu Suwaris ,Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

By On Agustus 09, 2019

Sintang Kalbar,www.warta86.com- - Peran serta masyarakat untuk turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)  diwilayah hukum kecamatan sepauk sangat diperlukan untuk membantu tugas kepolisian, dalam menangkal hal-hal yang ingin mengganggu suasana masyarakat yang sudah sangat konsusif ini,  hal tersebut disampaikan oleh kapolsek Sepauk IPTU Suwaris saat diwawancarai usai menghadiri acara Gawai Dayak ke-1 tingkat kecamatan Sepauk Tahun 2019, yang diselenggarakan dilapangan bola pada hari Jum'at (9/8/2019)

Iptu Suwaris juga berharap agar masyarakat selalu menjaga lingkungan masing-masing di desanya, dan selalu berkoordinasi dengan perangkat desa atau tokoh masyarakat di lingkungannya jika ada permasalahan, apalagi saat sekarang menghadapi kemarau panjang,  agar berhati-hati menjaga lahan perkebunan,  mengingat mayoritas  masyarakat kecamatan sepauk adalah petani, untuk itu agar warga saling mengingatkan satu sama lain,  agar tidak membakar lahan,  sebab dari asap lahan yang terbakar dampaknya dapat merusak kesehatan dan juga kerusakan lingkungan, oleh karena itu kami dari kepolisian sektor sepauk, terus memantau dan mengirim anggota untuk berpatroli, terutama bersosialisasi tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan,  jelas kapolsek sepauk Iptu Suwaris.

Iptu Suwaris juga mengucapkan selamat pada acara Gawai Dayak kecamatan sepauk yang pertama kali dilaksanakan tahun 2019 ini,  semoga kedepannya tetap berlanjut,  dan kami dari kepolisian tetap mendukung acara seperti ini yang sifatnya positif, karena adat dan budaya adalah warisan yang perlu dilestarikan, dan kami ucapkan selamat Gawai untuk masyarakat kecamatan sepauk. Dan sebagai bentuk dukungan, kami dari kepolisian siap membantu pengamanan acara yang diselenggarakan selama tiga hari,  yaitu dari tanggal 9-11 agustus 2019, dan setiap harinya akan kita tempatkan personil sebanyak 8 orang anggota, agar ada rasa keamanan selama acara gawai berlangsung, jelas Suwaris. 

Penulis : Tinus Victoria

Bupati Sintang,Pukul Gong ,Menandakan Ditutupnya Semua Rangkaian Kegiatan Festival Kelam Taurism 2019

By On Juli 14, 2019

Sintang,www.warta86.com- . Dengan ditandai pemukulan Gong, rangkaian kegiatan Kelam Tourism Festival 2019 yang berlangsung dari 8-14 Juli 219 secara resmi di tutup langsung oleh Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno,M.Med.PH pada acara penutupan yang di helat di Terminal Desa Kebong, Komplek Taman Wisata Alam (TWA) Gunung/Bukit Kelam, Kec. Kelam Permai, Minggu (14/7/19) malam. 
Penutupan pun berlangsung meriah dengan kehadiran artis Ibu Kota yakni Tika Zen yang menghibur masyarakat dan tamu udangan yang hadir. Hadir dalam acara tersebut Unsur Forkopimda, Sultan Sintang, Perwakilan Kementrian Pariwisata, unsur OPD, unsur Forkopimcam Kelam Permai, ribuan masayarakat dan tamu udangan lainnya. 
Dalam kesempatan tersebut Jarot pun mengaku sangat bersyukur bahwa kegiatan Kelam Tourism Festival tahun 2019 ini berlangsung meriah, aman dan lancar, hal itu menurutnya berkat dukungan dari semua pihak baik itu masyarakat Kelam Permai, Forkopimcam Kelam Permai, Para Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua/Anggota BPD, Kelompok Pemuda dan Kelompok Sadar Wisata
“hampir satu minggu kita laksanakan kegiatan kita semua, semuanya berhasil berkat dukungan seluruhnya. Terima kasih semuanya, mudah-mudahan tahun depan lebih meriah lagi”ucap Jarot.
Selain itu, acara tersebut berhasil juga ungkap Jarot berkat didukung oleh seluruh sponsor, para pengusaha, dunia perbankkan, perkebunan dan masyarakat usaha lainnya baik seluruh elemen di Kelam Permai maupun jajaran pemerintah dan forkopimda serta pihak lainnya. Jarot menjelaskan bahwa kegiatan Kelam Tourism Festival ini bertujuan sebagai bentuk untuk memunculkan dan mengenalkan/mempromosi seni budaya, adat istiadat dan lainnya yang bersumber dari alam yang di miliki Kabupaten Sintang secara khusus di Kelam Permai. Terlebih Kelam Permai dianugerahi Tuhan Yang Maha Kuasa alamnya yang sangat indah,
“budaya kita bersumber dari alam kita, di kelam permai ini ada bukit kelam, ada bukit luit, ada bukit rentap, ada bukit gemba, ada air terjun bertingkat di pelimping dan sepang lebang, ada tempat-tempat indah lainnya. pada akhirnya memunculkan budaya yang luarbiasa indahnya,sehingga memikat pengujung baik lokal maupun internasional berkunjung ke Kelam Permai”harap Jarot.
Sementara itu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang Dr. Hendrika mengatakan kegiatan Kelam Tourism Festival yang berlangsung selama sepekan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk mendukung nawacita Presiden RI dan mendukung program Kementrian Pariwisata. Hendrika pun menyampaikan bahwa seluruh kegiatan telah berjalan lancar dan sukses berkat dukungan semua pihak, oleh karenanya hal itu patut di syukuri kita semua.
“Kelam Tourism Festival juga merupakan upaya pemerintah daerah dalam mengangkat destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sintang, event ini mempunyai konsep yang sangat lengkap dari mulai sport tourism, hiburan hingga Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang”kata Hendrika.
Adapun kegiatan yang telah di laksanakan di sampaikan Hendrika, antara lain Pekan Raya Borneo yang berlangsung selama satu bulan lebih di eks Bandara Susilo Sintang, dimana kegiatan tersebut menyajikan hiburan untuk masyarakat dan menampilkan/mempromosi kuliner khas Sintang, Pekan Gawai Dayak yang telah berlangsung selama lima hari dimana pada kegiatan ini telah di suguhkan budaya-budaya Suku Dayak yang ada di Kabupaten Sintang. 
Selanjutnya pada rangkaian kegiatan Kelam Tourism Festival juga telah dilaksanakan Business Forum yang di hadiri investor dari Singapura, utusan khusus dari Kepresidenan, Kadin, DKPM, Kemennag, media dari dalam dan luar negeri guna untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Sintang dengan harapan para Investor dapat menanamkan modalnya di Kabupaten Sintang. Selain itu juga bersama Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) telah di laksanakan eksplorasi Ikan Ketungau, eksplorasi Lada serta bincang lestari yaitu wirausaha sosial muda.
“kegiatan yang tidak kalah pentingnya telah dilaksankan event olahrga seperti Bike to Kelam, lari marathon, trabas motorcross,rock climbing, air gun, lomba foto dan lomba burung berkicau. lomba tersebut tercatat diikuti kurang lebih 2.300 peserta termasuk Bapak Bupati dan Wakil Bupati dan juga forkopimda mengkuti seluruh event olahraga yang kita laksanakan ini” jelas hendrika.
Hendrika menambahkan di pangung utama Kelam Tourism Festival juga di laksanakan panggung hiburan rakyat di kawasan terminal desa kebong ini selama tujuh hari, kegiatan talkshow yang bertema peran generasi millennial dalam meningkatkan pariwisata di Kabupaten Sintang.
“selain itu bersama turis mancanegara dan turis nusantara kita juga sudah melakukan fieldtrip ke Rumah Betang Ensaid Panjang, Museum Kapuas Raya, Galeri Motor Bandung dan Cobus Center, saya juga mengucapkan terima kasih karena fieldtrip ini diikuti Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda sehingga keterlibatan sangat luarbiasa dalam rangkaian kegiatan ini”tutup Hendrika. 
Turut juga menghibur dan tampil pada acara penutupan Kelam Tourism Festival ini para musisi lokal dan sanggar yang ada di Kabupaten Sintang seperti Irma Yolanda dan Yeyen yang merupakan musisi lokal Sintang, Bebby Borneo seniman Sape’, Tariu Borneo, Sanggar Anantakupa dan Sanggar Bukuk Muntik.(Red/w86)

Fashion Show Untuk Monifasi Anak Cinta Akan Budaya Daerah

By On Juli 14, 2019

Sintang,www.warta86.com- Lenggak-lenggok anak-anak usia 4-6 tahun di Panggung  utama Pekan Gawai Dayak Sintang tahun 2019 di halaman Indoor Apang Semangai di komplek Stadion Baning Sintang, Jumat (12/07/2019). Meski busana yang digunakan kelihatan ribet namun semangat dan keceriaan mereka menggunakan baju adat Dayak tidak surut. 

Beragam mahkota dengan berbagai ukuran berat tampak menghiasi kepala para peserta Lomba Peragaan Busana Adat Dayak PDG Sintang 2019. Ada dua kategori peserta, yang dikelompokkan berdasarkan usia, 4-6 tahun dan usia 7-11 tahun dengan pemisahan kategori yaitu kelompok putra dan putri.

"Kami pisahkan karna pesertanya agak banyak, ada 21 peserta," kata Meilinda selaku salah satu juri pada perlombaan ini. "Selain juara 1 sampai 3 kita juga memilih peserta dengan penampilan the best costume, the best catwalk dan penampilan favorite," tambah Pemenang Putri Indonesia Berbakat tahun 2015 itu.

Selain Kornelia Meilinda Betsyeba, panitia mendaulat Siska Noppy Netri menjadi juri pada ajang lomba ini. Juri lainnya,  Yohanes, salah seorang desainer yang ada di Sintang. 

Pada perlombaan ini ada 3 aspek yang dinilai, busana, tata rias dan catwalk. Pada kategori usia 4-6 tahun, Lovera Livi menjadi juara pertama. Tempat kedua ada Evelyn Christy Effendy. Sedang posisi ketiga diraih oleh Ardelia Permata Elim. The best costume, Meisly Tri Astika Putri dan the catwalk diraih oleh Olivia Zahara Syaila. Sebagai pilihan favorit diperoleh Aufar. 

Eligia Ernawati, salah satu orang tua peserta fashion show ini merasa sangat senang dengan adanya kompetisi ini. Menurutnya, ini wadah positif untuk menyalurkan bakat anak perempuannya.

"Kami berusaha semampu kamilah ya, mendukung minat dan bakat anak, misallah kami sampai sewa baju adat ke Pontianak lalu kami juga menemani anak sepanjang waktu perlombaan," kata Eli. "Ada satu lagi yang kami harapkan ada di Sintang ini, semoga segera adalah sekolah modeling agar kami ini punya wadah untuk mereka belajar lebih baik, selama ini anak kami hanya bergaya senaturalnya saja belum pandai membawa diri," tambahnya. 

Tim Humas PGD Sintang juga berkesempatan berbincang dengan salah seorang guru sejarah, menarik mendengar pendapat beliau bahwa kegiatan fashion show merupakan bentuk materi pembelajaran sejarah. Busana adat adalah bentuk sejarah yang bisa dilihat (tangible).

"Lewat motif, asesoris pada baju adat, kita bisa melihat keanekaragaman tiap sub-sub suku yang ada di Sintang," kata Melky Yulius. "Busana itukan salah satu bentuk identitas yang sangat penting ya," tambah lulusan Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta itu. 

Melky menyebutkan bahwa kegiatan fashion show menjadi penting dalam proses pendidikan sejarah untuk menjadi alat menumbuhkan rasa cinta tanah air. 

"Busana daerah itu bisa menjadi ikon daerah lho," kata Melky. "Hanya saja memang acara dan materi busana tradisional ini belum bisa kita jadikan sebagai sarana belajar di sekolah karna masih terbatas sarana dan SDM yang mengerjakan," pungkas guru di SMAN 1 Kayan Hulu itu lagi. 

Tampak hadir dalam acara ini, Ketua Panitia PGD Sintang 2019, Yustinus dan Bendahara PDG Sintang 2019, Banan. (Red)

Serahkan Piala Bergilir,Wakil Bupati Sintang ,Tutup Rangkaian Pekan Gawai Dayak Ke -VIII 2019

By On Juli 14, 2019

Sintang,Kalbar,www.warta86.com-Tim Dewan Adat Dayak Kecamatan Sungai Tebelian mendominasi sebagai pemenang berbagai jenis perlombaan pada Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang yang ke VIII Tahun 2019 yang berlangsung 9-13 Juli 2019. Dengan demikian Tim DAD Kecamatan Sungai Tebelian ditetapkan sebagai juara umum pada PGD Tahun 2019. Piala bergilir pun diserahkan oleh Wakil Bupati Sintang Askiman kepada perwakilan DAD Sungai Tebelian dan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang yang ke VIII Tahun 2019 resmi usai pada Sabtu, 13 Juli 2019. 
Wakil Bupati Sintang Askiman dihadapan ribuan masyarakat menyampaikan tidak terasa gawai Dayak yang meriah akhirnya berakhir dan ditutup malam ini. Semua kegiatan sudah kita lalui bersama dengan prestasi yang sudah di ukir. “jika ingin PGD dijadikan  agenda rutin daerah. Mohon siapkan draf Raperda tentang penetapan Pekan Gawai Dayak sebagai agenda rutin daerah sama dengan hari jadi Kota Sintang. Saya juga menyampaikan bahwa belum selesainya pembangunan Betang Tampun Juah karena terbatasnya anggaran. Tahun ini akan kita lanjutkan pembangunan dan penataan Betang dan halamannya. Masih banyak yang akan kita bangun di sekitar Betang Tampun Juah yang masih memerlukan dukungan. Tahun depan, Betang Tampun Juah harus bisa kita resmikan saat pelaksanaan Pekan Gawai Dayak ” terang Askiman.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sintang menjelaskan persyaratan masyarakat Dayak untuk bisa disebut masyarakat adat seperti memiliki norma kesopanan, wilayah adat, lembaga adat, lembaga hukum adat, kebiasaan adat yang masih dilakukan dan sebagainya.  Wakil Bupati Sintang juga menyerahkan piagam penghargaan kepada masyarakat Desa Sekubang sebagai Gawai Dayak Terbaik, masyarakat Desa Empunak Kecamatan Ketungau Hulu sebagai Gawai Dayak Mandiri, masyarakat  Desa Cipta Karya Kecamatan Ketungau Hulu sebagai Gawai Dayak dengan tuak terbanyak. 
Herkulanus Roni Sekretaris DAD Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa PGD merupakan agenda rutin DAD Kabupaten Sintang untuk mengangkat seni dan budaya Dayak. DAD Kabupaten Sintang senang semua DAD kecamatan bisa menjadi peserta tahun ini. “Gawai merupakan ungkapan syukur atas rezeki, hasil panen dan selesainya proses berladang. Gawai dilaksanakan sejak turun temurun di kampung. Namun sejak organisasi DAD terbentuk mulai dikoordinir di tingkat kabupaten. Tahun ini tuan rumah gawai adalah DAD Sungai Tebelian yang diwakili sub suku Dayak Linoh” terang Herkulanus Roni. 
“terima kasih kepada Pemda Sintang yang sudah membantu DAD dalam melaksanakan gawai Dayak ini. Saya berharap Pemkab Sintang membuat Perda tentang penetapan Gawai Dayak sebagai agenda rutin daerah. Seperti di Pemprov Kalbar sudah menetapkan tanggal 20 Mei sebagai hari pelaksanaan gawai Dayak dan masuk sebagai agenda rutin daerah” harap Herkulanus Roni.
“Saya berharap setiap tahun, DAD kecamatan bisa menyaring peserta dari desa untuk mewakili kecamatan ikut lomba di gawai Dayak tingkat Kabupaten Sintang. Kami juga senang pada pelaksanaan display budaya kemarin, hampir semua suku di Sintang bisa ikut. Setiap jenis lomba yang kami laksanakan merupakan kebiasaan masyarakat Dayak di kampung seperti menumbuk dan menampi padi, menangkap babi, menganyam manik dan menyumpit” ungkap Herkulanus Roni.
Yustinus Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang yang ke VIII Tahun 2019 menyampaikan rasa senangnya karena seluruh kegiatan dan lomba pada Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang ke VIII Tahun 2019 bisa berjalan lancar dan aman. “Terima kasih atas dukungan semua pihak atas pelaksanaan Gawai Dayak ini. Kita harus cerdas dan berpikir positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Selama lima hari pelaksanaan PGD ke VIII Tahun 2019, saya mohon maaf kepada siapa pun jika ada hal yang kurang berkenan. Tahun ini semua DAD Kecamatan bisa berpartisipasi dengan baik. Kalau kita bisa bersatu, ada banyak yang bisa kita lakukan di semua sektor. PGD bukan hanya kegiatan seremonial saja tetapi ada unsur pendidikan kepada generasi muda untuk mencintai seni dan budayanya. Terima kasih kepada etnis lain yang sudah ikut berpartisipasi dalam display budaya yang dilaksanakan pada PGD Tahun 2019 ini” terang Yustinus. 
Hadir pada malam puncak Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang Tahun 2019 tersebut Danrem 121 ABW Brigen TNI Bambang Trisnohadi, Dandim 1205 Sintang Letkol Inf Rachmat Basuki dan tamu undangan lainnya. Para tamu undangan juga dihibur oleh para pemenang lomba lagu Dayak dewasa dan anak-anak, lomba tari Dayak Kreasi, pemilihan Bujang dan Dara Gawai Dayak, fashion show anak anak, lomba safe dan artis lagu Dayak lainya.(Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *